August 7, 2020

Update Terbaru virus covid-19
Indonesia

Memuat...

Dunia

Memuat...

Ribut-Ribut Soal Jumlah Peserta, Rocky Gerung : Reuni Akbar 212, Reuni Akal Sehat

IVOOX.ID, Jakarta - Diskusi tentang jumlah peserta Aksi Reuni Akbar 212 terus menghangat. Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Aksi Reuni Akbar 212 sebagai Reuni Akal Sehat.


Dalam sebuah diskusi disalah satu TV One, Rocky pada awalnya mengkritik keras karena hanya TV One yang mau nyiarkan dan meberitakan pristiwa tersebut. Jika pers tidak menberitakannya sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui aksi besar tersebut, maka  Rocky menyebut telah terjadi pengelapan sejarah oleh Pers Indonesia.


“Jika pers nasional tidak memberitakan itu, itu artinya pers memalsukan sejarah, karena orang tidak pernah tahu ada suatu peristiwa, dengan kumpulan orang sebanyak itu, dengan ketertiban, dengan kepemimpinan intelektual, tapi tidak dimuat oleh pers, itu disebut penggelapan sejarah oleh pers Indonesia”, Tegas Rocky.


Rocky juga menyindir media-media mainstream saat ini hanya menjadi humas-humas pemerintah. Bahkan Rocky menganalogikan media mainstream dengan brosur-brosur pemerintah.


“Jika kita lihat berita-berita, kita akhirnya melihat pres kita itu akhirnya sekedar menjadi humas pemerintah. Baca berita media mainsteram seperti baca brosur pemerintah”, Sindir Rocky.


Baca Juga : Ratna Bawaslu Mengaku Netral Sikapi Reuni 212


Dalam diskusi tersebut rocky juga mengibaratkan Reuni Akbar 212 seperti peristiwa fenomenal Pidato Martin Luther King di Amerika Serikat.


“Saya bayangkan jika orang asing melihat pristiwa itu imajinasinya kemana ? Imajinasinya terbawa pada peristiwa tahun 1963 di Washington, ketika Martin Luther King berpidato tentang “I Have a Dream”, Jelas Rocky.


Rocky juga mengingatkan, moment 212 memang terjadi pada tahun 2016, namun momen 212 telah mengalami perubahan dari hanya sebuah moment menjadi sebuah monumen. Aksi Reuni Akbar 212 jauh dari segala interprestasi. Rocky menegaskan Aksi Reuni Akbar 212 adalah Reuni Akal Sehat.


“Jika bukan reuni akal sehat, ada saja orang iseng kasih komando selesai itu istana, berantakan itu”, Ungkap Rocky.


Menurut Rocky, dalam aksi tersebut hadir kepemimpinan intelektual yang percaya bahwa ide akan menghasilkan sebuah perubahan. Ide itu diperluahtkan dalam jumlah sehingga mengubah dari yang tadinya kuantitas menjadi sebuah kuantitas. Sehingga dari moment ini orang mengingat kualitas dari momen ini.


Baca juga : Masa 212 Teriak Hidup Prabowo


Lucunya, menurut rocky orang masih saja berbicara tentang jumlah. Padahal aksi tersebut sudah berubah menjadi kualitas. Jadi tidak penting lagi mempermasalahkan jumlah.


Tonton Video Selengkapnya

0 comments

    Leave a Reply