Reshuffle Kabinet: Hasan Nasbi Dilantik Jadi Penasihat Khusus Bidang Komunikasi, Qodari Kepala Badan Komunikasi

IVOOX.id – Hasan Nasbi kembali masuk dalam jajaran kabinet setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2026. Sementara, Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Presiden dilantik dalam kesempatan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah menggantikan Angga Raka Prabowo.
Pelantikan Hasan Nasbi ditetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 53 P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi yang diteken oleh Presiden RI pada 27 April 2026. Sementara untuk Qodari berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 51/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Upacara pelantikan Hasan Nasbi digelar bersamaan dengan prosesi pelantikan pejabat negara lainnya, yaitu Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina, Jumur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Presiden Prabowo memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah para pejabat yang dilantik tersebut saat upacara pelantikan.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian sumpah jabatan yang diucapkan para pejabat tersebut dituntun oleh Presiden Prabowo, dikutip dari Antara.
Selepas pelantikan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan akan mendorong komunikasi pemerintah agar semakin baik melalui kerja sama yang lebih erat dengan berbagai kementerian, lembaga serta media massa.
"Insya Allah saya dengan teman-teman media ini sangat dekat dan mudah-mudahan kedekatan ini membuat proses komunikasi menjadi lebih baik dan semakin baik lagi," ujar Qodari di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026), dikutip dari Antara.
Qodari mengatakan tugas barunya sebagai Kepala Bakom RI merupakan amanah besar karena banyaknya program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang perlu dijelaskan kepada masyarakat, termasuk latar belakang dan tujuan dari setiap kebijakan yang dijalankan.
Menurut dia, program-program pemerintah tersebut pada dasarnya ditujukan untuk memenuhi amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut berpartisipasi dalam ketertiban dunia.
Dia menilai pekerjaan besar tersebut membutuhkan kolaborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga serta seluruh pemangku kepentingan, terutama media massa yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses komunikasi publik.
Qodari menyebut dia memiliki kedekatan dengan kalangan media karena telah lama berkecimpung dalam dunia komunikasi dan mengenal banyak insan pers. Dia mengharapkan kedekatan itu dapat membuat proses komunikasi pemerintah berjalan lebih baik.
"Pekerjaan yang sangat besar ini harus bekerja sama dengan berbagai lembaga, dengan semua kementerian/lembaga. Insya Allah dengan semua stakeholder, terutama dengan teman-teman media," kata dia.
Terkait strategi komunikasi publik ke depan, Qodari mengatakan dirinya tidak ingin terburu-buru mengambil langkah karena lanskap media saat ini sangat berbeda dibandingkan 10 hingga 20 tahun lalu.
Selain media massa konvensional, kata dia, media sosial kini juga memiliki peran besar dan sebagian dari mereka berperilaku seperti pers.
Dia mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri yang perlu dipikirkan lebih lanjut dalam penyusunan strategi komunikasi pemerintah.
"Media sosial pada hari ini juga sebagian berperilaku seperti pers. Tetapi dengan regulasi yang mungkin berbeda dengan teman-teman yang ada di pers dan pada titik itu tentu ini suatu tantangan tersendiri dan apa dan bagaimananya tentu nanti kita akan pikirkan ke depan," ujarnya.
Lebih lanjut, Qodari menilai pekerjaan rumah terbesar dalam bidang komunikasi pemerintah bukan terletak pada metode atau sosok pejabatnya, melainkan pada besarnya tugas untuk menjelaskan program-program Presiden Prabowo yang dinilai sangat banyak, masif, fundamental, dan menghadirkan paradigma baru.
Oleh karena itu, Qodari menyatakan akan mempelajari proses komunikasi yang telah berjalan sebelumnya guna mengoptimalkan komunikasi pemerintah ke depan.
"Saya akan belajar dari Pak Hasan Nasbi, dari Pak Angga Raka, dengan Ibu Meutya, dengan semua stakeholder yang ada karena komunikasi itu kan sebetulnya ada di semua kementerian/lembaga di semua bagian. Insya Allah nanti bersama teman-teman kita akan lebih optimalkan lagi komunikasi kita ke depannya," ucapnya.


0 comments