Rektor UIN Syarif Hidayatullah: 1 Muharam Momen Refleksi Bersama | IVoox Indonesia

June 18, 2026

Rektor UIN Syarif Hidayatullah: 1 Muharam Momen Refleksi Bersama

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar. ANTARA/HO-UIN Jakarta

IVOOX.id – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menyatakan momentum 1 Muharam atau Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi ruang refleksi bersama untuk terus memperkuat komitmen membangun Indonesia yang berintegritas, berkeadilan, dan berkemajuan.

“Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian kalender keagamaan. Lebih dari itu, tahun baru Islam perlu menjadi ruang refleksi bersama,” kata Asep di Jakarta, Selasa (16/6/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, peristiwa hijrah Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah merupakan tonggak penting dalam sejarah peradaban yang tidak hanya bermakna perpindahan tempat, tetapi juga transformasi sosial yang melahirkan masyarakat yang adil, inklusif, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Asep menilai Indonesia saat ini memasuki era baru dengan berbagai dinamika global, mulai dari perkembangan kecerdasan artifisial (AI), perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan semangat hijrah ini sebagai inspirasi dalam memperkuat integritas, memajukan tata kelola publik, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Pada aspek tata kelola publik, Asep menegaskan kemajuan bangsa ditentukan oleh kualitas integritas di berbagai sektor.

“Indonesia membutuhkan momentum hijrah ini untuk terus meningkatkan tata kelola yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Dalam bidang ekonomi, Asep mengapresiasi berbagai upaya pembangunan dan hilirisasi industri yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berjalan saat ini menjadi fondasi agar manfaat kesejahteraan terus berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, pada sektor pendidikan, Asep menilai masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, dan otomatisasi.

Ia menegaskan perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pembentukan karakter.

“Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial,” katanya.

Asep menambahkan tantangan bangsa tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, tokoh agama, media, dan masyarakat sipil perlu bergerak bersama membangun budaya integritas, memperkuat inovasi, serta memperluas akses terhadap kesejahteraan dan pendidikan yang berkualitas.

Ia berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat semangat perubahan menuju Indonesia yang lebih maju.

“Makna hijrah yang sesungguhnya adalah keberanian untuk berubah menjadi lebih baik. Semangat itulah yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply