Ratusan Wisatawan Tinggalkan Gili Trawangan Gara-gara Terputusnya Pasokan Air Bersih | IVoox Indonesia

Ratusan Wisatawan Tinggalkan Gili Trawangan Gara-gara Terputusnya Pasokan Air Bersih

Wisatawan di kawasan wisata di Gili Trawangan
Arsip - Wisatawan di kawasan wisata di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/Nur Imansyah

IVOOX.id – Ratusan wisatawan di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan memilih meninggalkan pulau itu lebih awal setelah terputusnya pasokan air bersih di destinasi tersebut.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB sekaligus Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu Kusnawan, membenarkan ratusan wisatawan telah memilih keluar lebih awal dari penginapan di destinasi wisata andalan NTB itu.

"Ya, catatan kita ada 300 orang sudah memilih chek out lebih awal keluar dari Gili Trawangan," ujarnya dihubungi melalui telepon dari Mataram, Sabtu (5/92/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengakui pasokan air bersih di Gili Trawangan ini mulai terhenti sejak Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 00.00 Wita. Akibat berhentinya pasokan air tersebut, berpengaruh pada hotel dan akomodasi di pulau tersebut.

"Teman-teman hotel bahkan sampai kuras kolam untuk memenuhi kebutuhan sanitasi karena nggak ada air bersih," terang Kusnawan.

Kusnawan menyayangkan terhentinya aliran air bersih ke tempat itu. Pasalnya, saat ini jumlah wisatawan ke kawasan Gili Trawangan sedang penuh-penuhnya. Dalam sehari jumlah wisatawan ke Gili mencapai 3.000 orang hingga lebih.

"Itu jumlah wisatawan sehari. Karena kunjungan ke Gili ini sedang tinggi-tingginya," ucapnya.

Menurutnya, para pelaku wisata sudah berupaya mendatangkan air bersih dari daratan Pulau Lombok. Namun, konsekuensi-nya biaya yang dikeluarkan cukup besar. Meski begitu, air yang diambil dari daratan tersebut belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan yang ada.

"Kita nggak tahu kondisi ini sampai kapan. Tapi kalau seminggu masih begini kita nggak tahu sudah, karena ini kejadian bukan kali ini saja terjadi," ungkap Kusnawan.

Selama ini kata dia, pelaku usaha di tempat itu selalu membayar pajak dan retribusi kepada pemerintah daerah. Termasuk, membayar kebutuhan air bersih dari perusahaan air minum daerah setempat. Untuk itu, pihaknya menuntut tanggungjawab dari pemerintah setempat untuk mengatasi hal ini.

Terkait terputusnya air bersih ini, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemda Lombok Utara dan Pemprov NTB untuk segera mengatasi masalah ini sehingga tidak terus dibiarkan berlarut-larut.

"Kami dalam waktu dekat akan bersurat ke Presiden untuk menyampaikan persoalan air bersih di gili ini. Drafnya sudah kami siapkan dan tinggal kami kirim ke Jakarta dalam waktu dekat," katanya.

0 comments

    Leave a Reply