Ratusan Pecalang Desa Adat Tuban Diterjunkan Berpatroli Selama Hari Raya Nyepi | IVoox Indonesia

22 Maret 2026

Ratusan Pecalang Desa Adat Tuban Diterjunkan Berpatroli Selama Hari Raya Nyepi

Pengamanan-Nyepi-Di-Bali-190326-fik-1 (1)
Pecalang atau petugas keamanan adat Bali memantau situasi Jalan Tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026). Sebanyak 133 pecalang ditugaskan dalam pengamanan Hari Raya Nyepi di wilayah desa adat tersebut untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan) dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.

IVOOX.id – Sebanyak 133 orang pecalang Desa Adat Tuban diterjunkan untuk melakukan pengamanan selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Kamis, 19 Maret 2026.

Mereka bertugas menjaga ketertiban dan memastikan masyarakat mematuhi aturan Nyepi dengan tidak beraktivitas di luar rumah.

Sekretaris Desa Adat Tuban I Gede Agus Suyasa mengatakan para pecalang dibagi dalam dua shift untuk menjalankan tugas selama 24 jam penuh.

Selain itu, mulai pukul 18.00 Wita, pengamanan juga akan mendapat dukungan dari unsur kedinasan.

“Kurang lebih ada 133 pecalang dengan dua shift, dan mereka bertugas selama 24 jam penuh. Kami juga didukung oleh Bakamda (Bantuan Keamanan Desa Adat) dari kedinasan,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Untuk memperkuat pengawasan, Desa Adat Tuban telah menyiapkan 14 pos penjagaan yang tersebar di seluruh wilayah.

Setiap pos diisi sekitar enam pecalang guna memastikan pengawasan berjalan maksimal.

“Di Tuban kami membuat 14 pos, dan di setiap wilayah sudah diisi kurang lebih enam pecalang,” katanya.

Ia menjelaskan, patroli yang dilakukan bertujuan untuk mengecek kesiapan petugas di masing-masing pos sekaligus memantau kegiatan yang dilakukan selama Nyepi berlangsung.

Selain itu, pecalang juga mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada masyarakat agar tetap berada di dalam rumah dan tidak berkeliaran di jalan.

“Kami memastikan secara edukatif dan persuasif agar masyarakat tidak keluar dari rumah dan tidak berkeliaran di jalan,” jelasnya.

Hingga pagi hari, pihaknya mengaku belum menemukan adanya masyarakat yang melanggar aturan Nyepi.

Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran dan kedisiplinan warga Desa Adat Tuban yang dinilai sudah sangat baik.

Meski demikian, terdapat satu kejadian darurat terkait warga yang sakit dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Terkait wisatawan, ia memastikan seluruh tamu yang menginap di hotel juga mematuhi aturan Nyepi.

Hal ini berkat kerja sama yang baik antara pihak desa adat dengan manajemen hotel.

“Kami sudah bekerja sama dengan pihak hotel, sehingga manajemen sudah mengingatkan para tamunya untuk tetap tertib dan tinggal di hotel masing-masing,” pungkasnya.

Para Pecalang Desa Adat Tuban berpatroli ke beberapa titik seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jalan Tol Bali Mandara, beberapa ruas jalan, pusat perbelanjaan hingga rumah-rumah warga.

Suasana sepi menyelimuti Tuban tanpa ada deru kendaraan bermotor, dan suara manusia. Semua orang berdiam diri di rumah masing-masing maupun di tempat-tempat penginapan.

WNA Amerika Ditemukan Keluyuran Saat Nyepi di Bali

Petugas mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat bernama Karl Adolf Amrhein yang kedapatan berjalan kaki saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis, 19 Maret 2026.

Kapolres Gianyar AKBP Chandra Citra Kesuma dalam keterangannya menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 07.15 Wita di Jalan Raya Sukawati, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Kejadian bermula saat Pecalang Desa Adat Sukawati I Dewa Gede Sukadana bersama rekan-rekannya melakukan pemantauan wilayah dalam rangka pengamanan Nyepi.

Saat melintas di lokasi kejadian, petugas mendapati seorang WNA berjalan kaki sambil membawa tas.

Melihat hal tersebut, saksi langsung menghampiri dan mencoba berkomunikasi.

Namun, WNA tersebut tidak merespons pertanyaan yang diajukan.

Pecalang kemudian berkoordinasi dengan petugas lainnya dan membawa WNA tersebut ke kantor Polsek Sukawati.

Setelah berada di kantor polisi, WNA tersebut mengaku berjalan kaki dari sebuah vila di wilayah Ubud karena masa menginapnya telah habis dan tidak tersedia kendaraan untuk mengantarnya mencari penginapan baru.

"Mendapat pengakuan tersebut, personel Polsek Sukawati dengan dibantu Pecalang Desa Adat Sukawati memberikan penjelasan bahwa saat ini sedang ada perayaan Nyepi di Pulau Bali, dimana tidak ada aktivitas selama satu hari," katanya, dikutip dari Antara.

Setelah memberikan penjelasan bahwa seluruh aktivitas di Bali dihentikan sementara dalam rangka Hari Raya Nyepi, WNA tersebut sempat ditawari untuk beristirahat di Mako Polsek Sukawati hingga keesokan harinya.

Namun, yang bersangkutan menolak dan meminta dicarikan tempat menginap. Petugas Polsek Sukawati bersama Pecalang Desa Adat Sukawati kemudian berkoordinasi dengan salah satu vila di wilayah Banjar Gelumpang, Desa Sukawati.

Setelah mencapai kesepakatan terkait akomodasi, WNA laki-laki kelahiran Massachusetts, Amerika Serikat tersebut akhirnya diantar menggunakan kendaraan dinas menuju vila tersebut untuk beristirahat hingga Nyepi berakhir.

Kapolres Gianyar mengimbau seluruh wisatawan mancanegara agar menghormati aturan dan kearifan lokal yang berlaku di Bali, khususnya saat Hari Raya Nyepi, demi menjaga ketertiban dan keharmonisan bersama.

0 comments

    Leave a Reply