Putri KW dan Fajar/Fikri Segel Tiket Semifinal Japan Open 2026

IVOOX.id – Tunggal putri Putri Kusuma Wardani dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi wakil Indonesia yang berhasil menyegel tiket semifinal ajang BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang.
Putri mengaku percaya diri setelah mencatat kemenangan pertama atas Wang Zhi Yi untuk menghadapi wakil tuan rumah Akane Yamaguchi pada semifinal Japan Open 2026, Sabtu, 18 Juli 2026.
Putri melaju ke empat besar setelah mengalahkan Wang pada pertemuan kedelapan dengan 9-21, 21-17, 21-4 pada perempat final, Jumat, 17 Juli 2026.
“Saya harus fokus lagi, lebih percaya diri dan kemenangan hari ini menjadi tambahan motivasi,” kata Putri dalam keterangan PBSI pada Jumat (17/7/2026), dikutip dari Antara.
Keberhasilan menyingkirkan unggulan kedua daru China itu menjadi pencapaian penting Putri yang selalu kalah dalam tujuh pertemuan sebelumnya dengan Wang.
Putri mengatasi persoalan yang kerap menghambatnya ketika menghadapi pemain elite, yakni kehilangan fokus dan kendali permainan pada gim penentuan.
“Biasanya saya paling bagus hanya bisa ambil satu gim lalu hilang di gim penentuan kalau melawan dia, An Se Young atau Akane tapi hari ini bisa menang jadi sangat senang,” ujar Putri.
Pertandingan melawan Akane akan menjadi ujian berikutnya untuk konsistensi Putri.
Selain menghadapi pemain dengan pertahanan dan daya jelajah kuat, Putri juga harus mengatasi tekanan publik tuan rumah. Dalam tujuh pertemuan sebelumnya, Putri selalu kalah dari Akane.
Modal terbesar Putri terletak pada kemampuannya menjaga konsentrasi yang terlihat ketika bangkit mengalahkan Wang.
“Hasil ini menjadi sangat penting untuk menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya,” kata Putri.
Sementara, Fajar/Fikri membawa misi membalas pasangan tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada semifinal Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, Sabtu, 18 Juli 2026.
Pertandingan tersebut menjadi pertemuan ulang final Denmark Open 2025 yang berakhir dengan kekalahan Fajar/Fikri dalam skor 18-21, 21-15, 19-21.
“Kami terakhir bertemu di final Denmark Open 2025 dan kami kalah tipis,” kata Fikri dalam keterangan PBSI pada Jumat (17/7/2026), dikutip dari Antara.
Fajar/Fikri mencapai semifinal setelah menundukkan Ben Lane/Sean Vendy 22-20, 21-13 pada perempat final, Jumat, 17 Juli 2026.
Unggulan kedua itu kesulitan pada awal gim pertama karena keliru menerapkan strategi.
“Cukup mengagetkan juga mereka cepat ya, mereka bermain panjang-panjang. Kami tadi salah menggunakan strategi di awal gim pertama,” ujar Fajar, dikutip dari Antara.
Perubahan strategi menjadi titik balik bagi Fajar/Fikri. Mereka meningkatkan tempo permainan, mengambil inisiatif serangan, dan membalikkan keadaan untuk memenangkan gim pertama.
“Setelah interval kami langsung inisiatif untuk mengubah pola dan berhasil,” kata Fajar.
Hoki/Kobayashi, melaju ke semifinal setelah mengalahkan Wei Keng Liang/Chang 21-12, 21-19.
“Kami sama-sama punya peluang, yang penting kami tidak kalah semangat dan fighting spiritnya mengingat mereka pasti tampil penuh ambisi karena akan dapat dukungan publik tuan rumah,” ujar Fikri.
Sementara, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari mengakui banyak melakukan kesalahan sendiri saat kalah pada perempat final Japan Open 2026, Jumat, 17 juli 2026.
Pasangan yang akrab disapa Ana/Trias itu takluk dua gim langsung dari pasangan Taiwan Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun dengan skor 18-21, 15-21.
“Tadi kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Banyak mati sendiri dan itu harus dikurangi ke depannya,” kata Trias dalam keterangan resmi PBSI setelah laga, dikutip dari Antara.
Menurut Ana, mereka sebenarnya tidak mengalami kendala di lapangan dan telah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan tersebut.
Namun, kualitas pengembalian bola yang kurang baik membuat Ana/Trias kesulitan mengembangkan permainan dan memberi kesempatan kepada lawan untuk terus menekan.
“Tidak ada kendala di lapangan, kami sudah siap sebenarnya, tidak berpengaruh juga karena kemarin tidak bertanding. Tapi memang hari ini kami kurang safe mainnya. Banyak pengembalian bola yang mengambang dan kurang bagus,” ujar Ana, dikutip dari Antara.
Ana menilai Hsu/Lin bermain lebih stabil serta mampu menjaga pola permainan sepanjang pertandingan.
“Pasangan Taiwan ini punya permainan yang safe, dari pola permainan mereka juga cukup padu dan kuat,” kata Ana.
Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan juga harus menghentikan langkahnya di babak perempat final Japan Open 2026 setelah berjuang melawan kram, kelelahan, dan keraguan diri.
Alwi memberikan perlawanan selama tiga gim sebelum menyerah 18-21, 22-20, 18-21 dalam pertandingan di Tokyo, Jepang, Jumat, 17 Juli 2026.
“Tetap bersyukur karena hari ini saya bisa berjuang sangat maksimal sampai akhir. Pastinya saya tidak membiarkan lawan menang dengan mudah, tidak mau menyerah dulu meskipun hasilnya kalah,” kata Alwi dalam keterangan resmi PBSI setelah laga, dikutip dari Antara.
Alwi harus mengejar setelah kehilangan gim pertama 18-21. Ia kemudian bertahan dalam duel ketat pada gim kedua dan memaksakan gim penentuan setelah menang 22-20.
Persaingan kembali berlangsung rapat pada gim ketiga. Namun, Alwi mulai mengalami kram pada otot paha ketika berusaha mengimbangi permainan Kodai yang mendapat dukungan penuh publik tuan rumah.
“Tidak mudah mengalahkan Kodai tadi, dengan dukungan tuan rumah dia bermain lebih semangat yang membuat saya tertekan. Di gim ketiga memang ada otot paha saya yang kram tapi dia pasti juga mengalami kelelahan. Pengalaman yang membedakan dari pertandingan ini,” ujar Alwi.
Meski gagal melangkah ke semifinal, Alwi menilai pertandingan tersebut memberinya pelajaran penting, terutama dalam mengatasi tekanan dari dalam dirinya sendiri saat menghadapi kondisi sulit di lapangan.
“Good match dan saya menantikan pertemuan-pertemuan dengan dia selanjutnya. Saya belajar banyak bagaimana melawan diri sendiri, melawan keraguan, melawan rasa capek dan semua kondisi di lapangan. Saya akan kembali dengan lebih kuat,” kata Alwi.
Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Alwi pada Japan Open 2026 setelah sebelumnya menyingkirkan Kenta Nishimoto dan unggulan ketujuh asal Prancis Alex Lanier.


0 comments