Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah dengan Raih Emas Nomor Lead World Climbing Series | IVoox Indonesia

June 19, 2026

Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah dengan Raih Emas Nomor Lead World Climbing Series

atlet panjat tebing disiplin lead Indonesia Putra Tri Ramadani
Dokumentasi atlet panjat tebing disiplin lead Indonesia Putra Tri Ramadani atau Srondeng saat beraksi dalam World Climbing Series Praha 2026, di Ceko, Kamis (4/6/2026). PP FPTI (ANTARA)

IVOOX.id – Atlet panjat tebing Indonesia Putra Tri Ramadani mencetak sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang berhasil menyabet emas dari nomor lead pada World Climbing Series, tepatnya di seri Praha 2026, Ceko, Senin, 8 Juni 2026, dini hari WIB.

Putra, yang akrab disapa Srondeng, membukukan skor 43 untuk menjadi yang terbaik di final lead putra seri dunia tersebut.

"Srondeng membuat sejarah," kata manajer timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro, saat dihubungi dari Jakarta, dikutip dari Antara.

Di Praha, Putra berhasil mengalahkan pemanjat andalan Jepang yang menjadi langganan juara yakni Neo Suzuki yang mencetak skor 39.

Sementara peringkat ketiga, ditempati oleh wakil Austria Jakob Schubert dengan skor 37.

Putra tidak mau cepat berpuas diri setelah berhasil mengukir sejarah menjadi atlet tanah air pertama yang mampu mendapatkan medali emas panjat tebing nomor lead di World Climbing Series.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," kata Putra, dikutip dari keterangan tertulis PP FPTI yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, emas tersebut menjadi tambahan motivasi untuk semakin berprestasi guna mengharumkan nama bangsa dan negara.

Pada babak final di Ceko, atlet asal Jawa Timur itu tampil impresif dengan membukukan skor 43 untuk menundukkan para pesaingnya, sekaligus memastikan diri berdiri di podium tertinggi.

Putra menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar penampilannya lebih konsisten dalam kompetisi level dunia, meski berhasil mempersembahkan medali emas yang bersejarah bagi Indonesia,

Dia menyatakan, jalur yang disiapkan pada babak final memiliki tingkat kesulitan tinggi, sehingga menuntut fokus serta daya tahan tubuh yang kuat.

"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," ujar dia.

Putra bersaing dengan tujuh pemanjat elite dunia pada final di Praha yakni Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang. Kemudian Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), serta Jakob Schubert dari Austria.

Suzuki meraih medali perak dengan skor 39, sedangkan Schubert membawa pulang medali perunggu setelah mencetak skor 37.

Putra Tri Ramadani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada final disiplin lead World Climbing Series Praha 2026.

Sebelum seri Praha, dia juga pernah masuk babak final World Climbing Series Koper, Slovenia, pada 5-6 September 2025.

Namun saat itu Putra belum berhasil membawa pulang medali karena berada di peringkat keenam dengan skor 40+.

0 comments

    Leave a Reply