Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2026, BMKG Jabar: Optimalkan Pemanfaatan Waduk dan Bendungan | IVoox Indonesia

May 14, 2026

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2026, BMKG Jabar: Optimalkan Pemanfaatan Waduk dan Bendungan

140526-Puncak Kemarau BMKG_AI
ILUSTRASI - Sebagian besar wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami musim kemarau lebih kering dibandingkan kondisi biasanya pada 2026. IVOOX.ID/AI

IVOOX.id – Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Jawa Barat (Staklim BMKG Jabar) Vivi Indhira memprediksi sebagian besar atau 90 persen wilayah di Provinsi Jabar mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Menurut Vivi musim kemarau yang akan dihadapi masyarakat Provinsi Jabar akan lebih kering dan panjang. Sehingga direkomendasikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan waduk dan bendungan. Selain itu, perlu dilakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi embung atau tampungan air.

"Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat. Kita juga perlu hemat air," ujar Vivi dicuplik dari akun Youtube BMKG Bandung, Senin (11/5/2026).

Pada sektor pertanian, Vivi mengimbau petani untuk menyesuaikan kalender tanam dengan menghindari menanam saat puncak kemarau.

Penggunaan varietas tanaman yang tahan kering atau beralih ke komoditas palawija. Optimalisasikan juga irigasi yang hemat air. "Musim kemarau yang lebih kering dan panjang juga tak lepas dari potensi bencana," kata Vivi.

Oleh karena itu, otoritasnya mengimbau pihak terkait untuk siap menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan.

Selain itu, agar musim kemarau tak mempengaruhi sektor energi dan lingkungan, maka perlu dipastikan kapasitas air di bendungan untuk operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Tak kalah penting saat musim kemarau sebut Vivi, masyarakat diimbau menjaga kesehatan.

"Antisipasi peningkatan infeksi saluran pernafasan akut akibat asap. Awasi juga kualitas sanitasi saat pasokan air berkurang," ucap Vivi.

Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang

Sebagian besar wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami musim kemarau lebih kering dibandingkan kondisi biasanya pada 2026. Bahkan, musim kemarau tahun ini disebut lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis dalam 30 tahun terakhir.

Vivi mengatakan, sebanyak 93 persen wilayah di Jawa Barat akan mengalami sifat hujan di bawah normal saat musim kemarau. "Artinya, curah hujan bakal lebih rendah dibandingkan rata-rata normalnya sehingga musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan biasanya," ungkap Vivi.

Vivi menyebutkan sejumlah wilayah yang mengalami kondisi tersebut, di antaranya Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Cirebon dan Kuningan. Hanya sebagian kecil atau 7 persen wilayah di Jawa Barat yang mengalami sifat hujannya normal dibandingkan kondisi biasanya.

"Selain lebih kering, musim kemarau tahun ini juga diprediksi berlangsung lebih panjang di sebagian besar atau 81 persen wilayah di Jawa Barat. Wilayah yang akan mengalami kondisi tersebut, di antaranya Sukabumi, Karawang, Indramayu dan Kota Tasikmalaya," jelas Vivi.

Hanya sebagian kecil atau 10 persen wilayah yang durasi musim kemaraunya sama dengan kondisi normal, terutama di bagian tengah dan timur Jawa Barat.

Sementara itu, tujuh persen wilayah di Jabar seperti Cimahi akan mengalami musim kemarau lebih pendek dibandingkan kondisi normal. "Sementara itu, khusus Kota Bogor, hujan diprediksi cenderung terjadi sepanjang tahun sehingga perbedaan musim kemarau dan hujan tidak tampak," tutur Vivi.

Vivi menjelaskan sebagian besar atau 56 persen wilayah di Provinsi Jabar akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, seperti Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya.

Kemudian, 30 persen wilayah di Jabar akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, di antaranya Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Cianjur dan Kota Sukabumi. "Hanya 10 persen wilayah di Jabar yang sudah memasuki musim kemarau pada April 2026 dan 2 persen pada Maret 2026," ungkap Vivi.

Selanjutnya, BMKG memprediksi sebagian besar atau 90 persen wilayah di Jawa Barat mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

 

Penulis: Arie Nugraha

Kontributor

0 comments

    Leave a Reply