Profil 8 Anggota Dewan Energi Nasional yang Dilantik Prabowo | IVoox Indonesia

February 5, 2026

Profil 8 Anggota Dewan Energi Nasional yang Dilantik Prabowo

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional bersama tujuh menteri lainnya sebagai anggota di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden)

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026, melantik delapan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 dari unsur pemangku kepentingan.

Mengutip Antara, berdasarkan struktur organisasi DEN, Presiden Prabowo menjabat sebagai Ketua DEN, dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua DEN.

Keanggotaan DEN terdiri atas dua unsur, yakni unsur pemerintah dan unsur pemangku kepentingan.

Unsur pemerintah melibatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Harian DEN.

Tak hanya Menteri ESDM, anggota DEN dari unsur pemerintah juga meliputi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Lebih lanjut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Kemudian, terdapat delapan anggota lainnya yang berasal dari unsur pemangku kepentingan. Unsur pemangku kepentingan dibagi menjadi lima kalangan, yakni akademisi, industri, teknologi, lingkungan hidup, dan konsumen.

Sebanyak dua orang menjadi anggota DEN dari kalangan akademisi, dua orang dari industri, satu orang dari teknologi, satu orang dari lingkungan hidup, dan dua orang dari konsumen.

Berikut adalah profil dari delapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan yang dikelompokkan berdasarkan kalangannya.

Akademisi

Untuk kalangan akademisi, terdapat dua orang yang dilantik menjadi anggota baru DEN, yakni Dr Ir Johni Jonatan Numberi dan Dr Mohamad Fadhil Hasan.

Johni Jonatan adalah akademisi kelahiran Sorong, Papua Barat Daya. Dalam kiprahnya, Johni menghadirkan perspektif pembangunan energi dari kawasan Indonesia Timur. Kini, ia merupakan Koordinator Wilayah Papua Persatuan Insinyur Indonesia periode 2024–2027 serta anggota pengurus Forum Dekan Teknik Indonesia periode 2023–2027.

Riset dan publikasi di bidang energi baru dan terbarukan memperkuat kompetensi akademik dan kepemimpinan dari akademisi kelahiran 1976 ini.

Lebih lanjut ialah Dr Mohamad Fadhil Hasan. Bila Johni berasal dari Timur, Mohamad Fadhil merupakan pakar ekonomi asal Bogor, Jawa Barat. Adapun keahlian yang ia miliki adalah ekonomi pertanian dan kebijakan pembangunan.

Dalam perjalanan akademisnya, Fadhil mengecap berbagai pelatihan profesional di berbagai lembaga ternama, salah satunya di Harvard Institute for International Development dan Economic Institute di Amerika Serikat, yang membentuk perspektif global dalam analisis ekonomi dan pertanian.

Pria kelahiran 1959 ini sempat menjadi tim ahli Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada periode 2019–2021. Fadhil dikenal sebagai sosok yang menorehkan jejak dalam penguatan tata kelola ekonomi nasional, sektor keuangan, serta pembangunan industri berbasis sumber daya alam.

Kiprahnya sebagai pendiri dan Peneliti Senior di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sejak tahun 2020 juga memperkuat kapabilitasnya sebagai rujukan kebijakan dan pemikiran strategis di tingkat nasional maupun global.

Industri

Kalangan industri tentu tak bisa dilepaskan dari keperluan akan energi. Oleh karena itu, dari kalangan industri, Prabowo melantik dua anggota DEN, yaitu Dr Ir Satya Widya Yudha dan Dr Ir Sripeni Inten Cahyani.

Satya Widya merupakan seorang pakar energi dan politisi senior kelahiran Kediri pada 1961, dengan rekam jejak yang kuat di berbagai bidang kebijakan publik, politik, dan industri energi.

Jejak Satya sebagai seorang politisi senior terekam dalam kiprahnya ketika menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia selama dua periode (2009–2014 dan 2014–2019), dengan pengalaman menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I (Luar Negeri, Pertahanan) dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI (Energi, Riset dan Lingkungan Hidup).

Sebelum memasuki dunia legislatif, Satya telah mengumpulkan pengalaman sebagai global eksekutif di sektor minyak dan gas bumi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, hadir Srikandi yang menjadi satu-satunya perempuan dari delapan anggota DEN yang dilantik. Dia adalah Sripeni Inten Cahyani, seorang eksekutif senior di sektor energi kelahiran Pati, Jawa Tengah pada tahun 1968, dengan pengalaman luas dalam pengelolaan korporasi, kebijakan energi, dan transformasi ketenagalistrikan.

Inten pernah mendampingi Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2019–2024, sebagai Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada periode 2020–2024.

Ia terlibat aktif dalam perumusan kebijakan dan implementasi berbagai program energi baru terbarukan dan ketenagalistrikan.

Tak hanya berkiprah di pemerintahan, Inten juga mengecap sektor korporasi, salah satunya sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Kujang sejak tahun 2020, Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero) pada tahun 2019–2020, dan lainnya.

Teknologi

Sebagai satu-satunya yang berasal dari kalangan teknologi, Dr Ir Unggul Priyanto memiliki kepakaran di bidang teknologi dan energi dengan pengalaman panjang dalam pengembangan kebijakan, riset, dan penerapan teknologi strategis nasional.

Ia lahir di Malang, Jawa Timur, dengan latar belakang akademik yang kuat dan lintas disiplin di bidang teknik, khususnya teknologi energi.

Kepakarannya ihwal teknologi energi merupakan buah dari pendidikan yang ditempuhnya di berbagai institusi terkemuka dunia, yaitu gelar Doktor di bidang Material dari Kyushu University, Jepang; gelar Magister Teknik Kimia dari University of Leeds, Inggris; serta gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kombinasi pendidikan ini membentuk fondasi keilmuan yang kokoh dalam riset, rekayasa, dan inovasi teknologi.

Dalam karier profesionalnya, sosok kelahiran 1958 ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada periode 2014–2019.

Lingkungan Hidup

Tak hanya Unggul Priyanto, Dr Ir Saleh Abdurrahman juga merupakan perwakilan tunggal untuk kalangan yang berbeda. Saleh merupakan pemangku kepentingan yang berasal dari kalangan lingkungan hidup.

Saleh merupakan ahli di bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dengan pengalaman panjang di sektor energi dan pemerintahan. Lahir di Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 1963, ia menempuh pendidikan Doktoral di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Institut Pertanian Bogor.

Dalam perjalanan kariernya, Saleh telah mengemban berbagai jabatan strategis, seperti Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi periode 2021–2025. Saat ini, ia berkiprah sebagai Wakil Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia dan anggota Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia.

Konsumen

Tak kalah penting dari empat kalangan sebelumnya, konsumen mewakili sebagian besar masyarakat Indonesia yang menggunakan energi. Posisi tersebut diisi oleh Dr Muhammad Kholid Syeirazi dan Dr Ir Surono.

Muhammad Kholid Syeirazi merupakan akademisi dan praktisi kebijakan energi kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah pada tahun 1979, dengan fokus keilmuan pada tata kelola kebijakan publik dan ketahanan energi nasional. Ia menyelesaikan pendidikan Doktoral di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, tempatnya berkiprah sebagai dosen dan peneliti.

Minat dan keahlian Dr Muhammad Kholid Syeirazi di bidang ketahanan energi dan kebijakan energi, khususnya tata kelola minyak dan gas bumi, tercermin secara konsisten dalam karya-karya intelektual, riset kebijakan, serta partisipasi aktifnya dalam berbagai forum nasional yang membahas isu strategis energi dan pembangunan berkelanjutan.

Kemudian, dilantik juga Dr Ir Surono yang merupakan pakar geofisika dan mitigasi bencana kelahiran Sidareja, Jawa Tengah pada tahun 1955. Pendidikan tingginya ditempuh di Prancis, dengan meraih gelar Doktor Geofisika dari Université de Chambéry, serta gelar Master Geofisika dan Lingkungan dari Université de Grenoble.

Ia mendedikasikan kariernya pada sektor energi dan kebencanaan di pemerintahan. Ia aktif sebagai pembicara dalam berbagai forum mitigasi bencana internasional dan menjadi perwakilan tetap Indonesia pada Asosiasi Internasional Vulkanologi dan Kimia Interior Bumi (International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior) pada periode 2006–2015.

0 comments

    Leave a Reply