Prediksi Penumpang Kereta Api 3,94 Juta Orang pada Nataru, Menhub Minta Tingkatkan Manajemen Keselamatan | IVoox Indonesia

4 Maret 2026

Prediksi Penumpang Kereta Api 3,94 Juta Orang pada Nataru, Menhub Minta Tingkatkan Manajemen Keselamatan

Menteri Perhuhungan Dudy Purwagandhi
Menteri Perhuhungan Dudy Purwagandhi (tengah) didampingi Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin (kanan) memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis malam (18/12/2025). ANTARA/Harianto

IVOOX.id – Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 3,94 juta orang akan menggunakan kereta api jarak jauh pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Terkait hal itu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta manajemen keselamatan di sektor perkeretaapian harus ditingkatkan dan dijalankan secara disiplin selama periode tersebut.

Dudy menyatakan bahwa masa angkutan Nataru merupakan salah satu periode paling krusial dalam penyelenggaraan transportasi nasional, salah satunya pada sektor perkeretaapian. Ia menyebut beban layanan perkeretaapian pada masa Nataru tidak hanya tinggi, tetapi juga berlangsung lebih panjang.

“Dengan kondisi seperti ini, saya ingin menegaskan agar manajemen keselamatan perekeretaapian harus ditingkatkan dan dijalankan secara disiplin serta terukur,” kata Dudy dalam siaran pers Sabtu (20/12/2025).

Ia menjelaskan, manajemen keselamatan yang dimaksud dapat diimplementasikan dalam beberapa hal, di antaranya penyiagaan personel yang memadai dan profesional, pemantauan intensif prasarana jalan rel, serta kesiapan peralatan dan sarana penanganan gangguan. Berikutnya, mitigasi khusus pada daerah rawan banjir dan longsor, kemudian penguatan pengamanan dan pengawasan perlintasan sebidang berisiko tinggi.

“Keselamatan harus menjadi budaya, menjadi kebiasaan yang dibangun setiap hari di setiap lini kerja, tanpa pengecualian. Keselamatan harus dikelola secara preventif dan berbasis data lapangan,” kata Dudy.

Ia juga menyampaikan, di masa libur Nataru 2025/2026 kereta api memegang peran strategis sebagai tulang punggung mobilitas nasional. Setiap gangguan layanan kereta api berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap lalu lintas jalan, bandara, pelabuhan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. 

“Tanggung jawab yang diemban pada masa Nataru bukanlah tanggung jawab biasa, melainkan tanggung jawab publik dalam skala nasional. Oleh sebab itu, kesiapan operasional pada masa Nataru ini harus berada pada level tertinggi,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply