Pramono Jelaskan Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Bisa Diperbaiki | IVoox Indonesia

February 7, 2026

Pramono Jelaskan Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Bisa Diperbaiki

Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta
Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal jalan berlubang di wilayah Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026). (ANTARA/Risky Syukur)

IVOOX.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan alasan belum memperbaiki jalan yang rusak atau berlubang karena cuaca ekstrem saat ini.

Sebenarnya, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang.

"Tetapi karena sampai dengan tanggal 1 (Februari) curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali,” kata Pramono di Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026), dikutip dari Antara.

Sebelumnya, dia sempat meminta agar jalan di Jalan Gatot Subroto diperbaiki. Namun ternyata, menambal jalan saja tak cukup untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih. Bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu,” ujar Pramono.

Apabila cuaca sudah membaik, Pramono berjanji segera meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk memperbaiki jalan-jalan di Jakarta yang rusak akibat hujan.

Pramono mengatakan, biaya perbaikan bukan menjadi masalah bagi Jakarta sehingga perbaikan dapat segera dilakukan jika cuaca ekstrem sudah berlalu.

Hingga saat ini Pemerintah Jakarta masih melakukan upaya-upaya mitigasi banjir. Bahkan, Pramono juga telah memerintahkan agar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diperpanjang hingga 1 Februari mendatang.

Hal itu karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan melanda Jakarta.

Selain melakukan OMC, Pemerintah Jakarta juga melakukan normalisasi sungai sebagai upaya penanganan banjir jangka panjang.

Salah satunya adalah normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, yang ditargetkan selesai pada 2027.

Pekerjaan normalisasi dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2024 dan ditargetkan rampung pada November 2027, dengan total target volume sedimentasi yang dikeruk sekitar 45.000 meter kubik.

Hingga saat ini, pengerukan telah mencapai sekitar 13.000 meter kubik (m3).

0 comments

    Leave a Reply