Prabowo Tegaskan Sampah Masalah Nasional, Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI | IVoox Indonesia

February 3, 2026

Prabowo Tegaskan Sampah Masalah Nasional, Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). IVOOX.ID/tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden

IVOOX.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sebagai isu pinggiran. Menurutnya, masalah sampah telah menjadi persoalan nasional yang harus ditangani secara serius, terpadu, dan dipimpin langsung oleh negara. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini dirancang sebagai gerakan nasional untuk membangun lingkungan yang bersih, tertib, dan layak huni di seluruh wilayah Indonesia, dengan keterlibatan aktif pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat.

Presiden Prabowo menekankan bahwa perubahan budaya bersih harus dimulai dari aparatur negara. Seluruh instansi pemerintahan diminta menjadi contoh dalam membangun budaya resik melalui kegiatan kerja bakti atau korve yang dilakukan secara rutin. “Resik itu artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini bukan sekadar nama. Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribu orang, cepat itu,” ujar Presiden.

Menurutnya, jika gerakan tersebut dilakukan secara serentak dan konsisten, dampaknya akan sangat terasa dalam waktu singkat. Negara, kata Presiden, harus hadir dan memimpin agar perubahan perilaku masyarakat dapat terbentuk secara berkelanjutan.

Dalam taklimatnya, Presiden juga mengungkapkan kondisi darurat pengelolaan sampah nasional. Ia menyebut hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028. “Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan bisa lebih cepat,” ungkapnya. Presiden menegaskan bahwa sampah bukan hanya persoalan kebersihan visual, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memulai 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Proyek tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi. “Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung. Ini 34 proyek, kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga,” kata Presiden.

Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan yang kotor akan berdampak langsung pada sektor strategis seperti pariwisata. “Bagaimana kita mau jual pariwisata kalau lingkungan kita jorok, kotor, enggak benar,” katanya.

Selain isu sampah, Presiden memperkenalkan gagasan gentengisasi untuk memperindah kawasan permukiman. Ia menilai penggunaan atap seng membuat lingkungan panas dan merusak estetika. “Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Presiden.

Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan wajah permukiman Indonesia menjadi lebih rapi dan layak huni. “Saya berharap dalam 2–3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat itu lambang degenerasi, bukan kebangkitan. Indonesia harus bangkit, harus kuat, harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply