Prabowo Resmikan RDMP Kilang Balikpapan Senilai Rp124 Triliun | IVoox Indonesia

13 Maret 2026

Prabowo Resmikan RDMP Kilang Balikpapan Senilai Rp124 Triliun

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026) didampingi oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (tiga kanan), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (dua kanan), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan petinggi Pertamina. ANTARA/HO-Dokumentasi Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

IVOOX.id – Pemerintah meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin, 12 Januari 2026. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan pengembangan kilang Balikpapan ini menjadi salah satu langkah menuju swasembada energi sehingga Indonesia tidak lagi mengandalkan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri.

"Saya merasa bahagia dan merasa sangat bangga atas yang kita hasilkan hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, semua pihak, semua jajaran pegawai yang bekerja keras, sehingga kita berhasil, mencapai hal (RDMP) ini. Termasuk juga kepada pemerintah daerah, manajemen, masyarakat Balikpapan, serta Kalimantan Timur. Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa," ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang merdeka harus mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energinya secara mandiri. Menurutnya, suatu negara tidak masuk akal ingin merdeka jika masih bergantung pada pangan dan energi dari luar negeri. 

"Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung pangan dan energi dari luar negara tersebut. Ini harus kita yakini. Kebutuhan pangan, energi harus bisa kita hasilkan sendiri," ujar Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan besarnya potensi energi nasional, seperti batu bara, minyak dan gas, serta panas bumi yang seharusnya dimanfaatkan untuk mencapai kemandirian tersebut. 

"Dengan sumber-sumber energi yang kita miliki, sesungguhnya kita dapat menghasilkan energi kita sendiri, tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita ke depan dalam 5 atau 6 tahun bahkan 7 tahun. Yang penting, kita harus menuju ke situ dan tentunya dengan kerja keras kita dapat mewujudkannya lebih cepat," katanya.

Sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi merupakan salah satu agenda besar bangsa sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden.

"Hari ini kita meresmikan RDMP Kilang Balikpapan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, maka kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas setara EURO V yang tentunya lebih ramah lingkungan," ujar Bahlil.

Proyek RDMP Balikpapan ini memiliki nilai investasi sekitar USD7,4 miliar atau setara Rp124 triliun. Melalui pembangunan RDMP, kapasitas produksi BBM meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V. Selain itu, proyek ini menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, dan persentase nilai produk meningkat menjadi 91,8 persen dari sebelumnya 75,3 persen.

0 comments

    Leave a Reply