Prabowo Paparkan Rencana Restrukturisasi BUMN di Sidang Tahunan MPR | IVoox Indonesia

August 16, 2026

Prabowo Paparkan Rencana Restrukturisasi BUMN di Sidang Tahunan MPR

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto melaporkan efisiensi dan restrukturisasi yang dilakukan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menghemat keuangan negara hingga Rp50 triliun pada tahun 2026.

"Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kita telah hemat overhead sekitar Rp50 triliun. Hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, kita sudah bisa menghemat Rop50 triliun lebih," kata Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026), dikutip dari Antara.

Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah berhasil menutup 290 BUMN dari 1.074 perusahaan yang ada.

Menurut Prabowo, perusahaan plat merah tersebut tidak memberikan keuntungan dan hanya mendatangkan kerugian. Ia memberikan penghargaan khusus kepada pimpinan dan seluruh tim Danantara Indonesia atas kerja dan kontribusinya dalam melakukan pembenahan serta transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kepala Negara menambahkan pemerintah menargetkan pada akhir tahun 2026 hanya akan memiliki maksimal 300 BUMN. Presiden Prabowo menegaskan hanya akan mempertahankan BUMN yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah untuk masyarakat.

"(Sebanyak) 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan," kata Prabowo.

Dengan perampingan tersebut, kata Presiden Prabowo, Indonesia bisa lebih menghemat keuangan negara, yang diperkirakan bisa mencapai Rp70 triliun.

Penghematan tersebut dapat dialokasikan untuk memperbaiki puskesmas di seluruh Indonesia, renovasi sekolah, hingga rumah bagi rakyat yang membutuhkan.

"Target kita Desember 31 2026, kita harus menghemat Rp70 triliun lebih. Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun, berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa direnovasi, berapa rumah bisa kita berikan kepada rakyat," terang Presiden Prabowo.

Pada 2025, keuntungan BUMN meningkat menjadi Rp326 triliun atau naik 75,3 persen, sedangkan dividen yang disetorkan mencapai Rp142,3 triliun atau meningkat 67 persen.

Ia menyebut jika memperhitungkan penanaman modal negara (PMN) yang diberikan melalui APBN, dividen BUMN secara neto meningkat dari Rp53 triliun pada 2024 menjadi Rp138 triliun pada 2025 atau naik 160 persen.

Untuk 2026, dividen BUMN diproyeksikan kembali meningkat hingga Rp200 triliun tanpa PMN. Dengan demikian, secara neto, kontribusi dividen BUMN meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan 2024.

Pada 2024, dividen BUMN setelah dikurangi PMN tercatat Rp53 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp138 triliun pada 2025 atau naik 160 persen.

Presiden Prabowo memperkirakan kontribusi dividen BUMN akan kembali meningkat pada 2026 hingga mencapai Rp200 triliun, tanpa adanya PMN.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa perbaikan manajemen dan tata kelola BUMN dapat memberikan hasil dalam waktu relatif cepat apabila dilakukan dengan prinsip yang sehat dan transparan.

"Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang sangat cepat," kata Presiden.

Atas capaian tersebut, Presiden Prabowo kembali menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen dan pimpinan Danantara.

Kepala Negara bahkan menyatakan pimpinan Danantara layak mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam pembenahan BUMN.

"Sekali lagi saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas ini pimpinan Danantara bisa dapat bintang kehormatan yang pantas di suasana hari kemerdekaan ini," kata Presiden Prabowo.

Prabowo mengatakan keuntungan BUMN tersebut kini diarahkan untuk mempercepat hilirisasi. Bersama Danantara, pemerintah telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.

Proyek tersebut, di antaranya mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pembangunan smelter alumina menjadi aluminium. Berbagai proyek itu disebut berpotensi menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Selain hilirisasi, pemerintah juga mendorong strategi upstreaming dengan memanfaatkan keuntungan BUMN untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik dunia. Langkah tersebut ditujukan untuk memperoleh teknologi, manajemen, dan akses pasar yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Prabowo Subianto mengungkap PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) berhasil menemukan potensi tambahan pendapatan negara hingga 5 miliar dolar AS dari hasil pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas ekspor sejumlah komoditas strategis ke luar negeri.

Di hadapan 600 lebih wakil rakyat yang berkumpul di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat, Presiden menyampaikan dalam waktu 2 bulan 13 hari sejak terbentuk pada bulan Mei 2026, PT DSI telah memantau lebih dari 6.000 transaksi ekspor tiga komoditas strategis, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.

"DSI telah menemukan potensi tambahan 5 miliar dolar AS hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga. Saudara-saudara sekalian, dari pembayaran devisa hasil ekspor, bayangkan kalau dalam waktu yang akan datang, semua komoditas ekspor kita akan dimonitor dan dikelola oleh PT DSI, berapa peningkatan, hasil yang akan masuk ke negara," kata Prabowo.

Oleh karena itu, Presiden melanjutkan PT DSI akan memperluas cakupan pengawasannya hingga ke 50 pelabuhan di 25 provinsi. Kemudian, PT DSI juga akan memperluas cakupan pengawasannya tidak terbatas hanya pada tiga komoditas strategis, tetapi juga komoditas unggulan lainnya.

"PT DSI akan mengelola semua komoditas strategis kita, tidak hanya tiga. Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi, kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyat kita hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini bukan sikap negara yang pandai. Barang kita, milik kita, orang lain yang tentukan harganya," kata Presiden.

Menurut Presiden, praktik-praktik kecurangan yang sebelumnya banyak terjadi dalam transaksi ekspor komoditas-komoditas strategis itu telah melanggar prinsip-prinsip ekonomi, dan melanggar prinsip-prinsip pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden mencontohkan praktik kecurangan under-invoicing yang terjadi pada ekspor kelapa sawit.

"Sebelumnya, minyak sawit mentah, sawit Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, dijual sekitar Rp15.000 per kilogram, sementara harga di bursa Rotterdam, Belanda, harganya Rp27.000 per kilogram. Padahal di Belanda satu hektare pun tidak ada kebun kelapa sawit. Artinya, sesungguhnya kita hilang hampir 50 persen nilai komoditas kita," katanya.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan perbaikan tata kelola dan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai menunjukkan hasil signifikan dengan mencatatkan setoran dividen sebesar Rp142,3 triliun pada 2025 atau meningkat 67 persen dibandingkan 2024.

Prabowo mengatakan peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah dikoreksi, keuntungan BUMN pada 2024 tercatat Rp186 triliun, dengan dividen yang disetorkan sebesar Rp85,5 triliun.

"Dividen BUMN yang disetorkan tahun 2025 mencapai 142,3 triliun, naik 67 persen dari tahun 2024," ujar Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.

Pada 2025, keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun, naik 75,3 persen dari 2024.

Presiden Prabowo mengatakan keuntungan Rp326 triliun itu tanpa permainan angka.

Menurut Presiden, peningkatan kontribusi BUMN kepada negara terlihat lebih jelas jika dividen dibandingkan dengan penanaman modal negara (PMN) yang diberikan melalui APBN pada tahun yang sama.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan peningkatan keuntungan BUMN tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempercepat program hilirisasi.

"Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengatakan keuntungan BUMN tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan bagi berbagai proyek hilirisasi strategis.

Menurut Prabowo, pemerintah bersama Danantara telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026. Selanjutnya, 13 proyek hilirisasi lainnya kembali dimulai pada 29 April 2026.

Ia menyebut sejumlah proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pembangunan smelter alumina menjadi aluminium.

Berbagai proyek tersebut, kata Prabowo, akan memberikan dampak terhadap perekonomian melalui penciptaan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Pemerintah juga mulai mengembangkan sejumlah proyek waste to energy sebagai bagian dari upaya hilirisasi.

"Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminium ini menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kita juga mulai," jelasnya.

Selain itu, Presiden mengatakan keuntungan BUMN juga digunakan untuk mendorong strategi upstreaming. Pemerintah melalui Danantara Indonesia akan mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk memperoleh teknologi, kemampuan manajemen, serta akses pasar.

Menurut Prabowo, strategi tersebut penting agar Indonesia tidak hanya mengolah sumber daya alam di dalam negeri, tetapi juga memiliki teknologi dan jaringan pasar yang dapat memperkuat keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok dunia.

"Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, yang bisa membantu jadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia," imbuh Presiden Prabowo.

Prabowo menilai berbagai pembenahan yang dilakukan telah memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja sejumlah BUMN. Ia pun mengapresiasi langkah Danantara yang dinilai mampu mendorong efisiensi dan peningkatan keuntungan perusahaan negara.

"Jadi saudara-saudara sekalian, saya memberikan penghargaan khusus bagi pimpinan Danantara dan seluruh timnya, seluruh jaringannya," kata Prabowo.

Ia mencontohkan pembenahan di sektor pertambangan timah. Pada akhir 2025, pemerintah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Prabowo kemudian meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut keberadaan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Menurut Prabowo, penertiban tambang ilegal tersebut turut berdampak terhadap kinerja PT Timah. Pada enam bulan pertama 2026, keuntungan bersih PT Timah disebut meningkat 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, valuasi PT Timah pada Agustus 2026 meningkat 280 persen dibandingkan Agustus 2025.

Prabowo mengatakan pembenahan BUMN dilakukan secara besar-besaran. Pada enam bulan pertama 2026, laba bersih PT Semen Indonesia meningkat 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.

Di sektor penerbangan, Garuda Indonesia juga disebut telah mereaktivasi pesawat-pesawat yang sebelumnya grounded. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat berhasil direaktivasi sehingga total pesawat yang kembali beroperasi mencapai 104 unit.

Menurutnya, capaian tersebut dinilai menjadi tanda positif bagi upaya pemulihan kinerja maskapai nasional yang selama bertahun-tahun mengalami kerugian.

"Pada Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat sehingga menjadi 104 pesawat," ujar Prabowo.

Presiden mengatakan ketika pemerintah mulai melakukan pembenahan, terdapat puluhan pesawat Garuda Indonesia yang grounded dan belum dapat diperbaiki. Namun, melalui upaya reaktivasi, jumlah pesawat yang kembali beroperasi terus bertambah.

Ia menilai pemulihan armada tersebut membuka peluang bagi Garuda Indonesia untuk kembali mencatatkan keuntungan setelah mengalami kerugian selama bertahun-tahun.

"Garuda Indonesia sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," kata Prabowo.

Selain itu, keuntungan BUMN pada 2024 telah dikoreksi menjadi Rp186 triliun, dengan dividen yang disetorkan sebesar Rp85,5 triliun.

0 comments

    Leave a Reply