Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan | IVoox Indonesia

July 24, 2026

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah di bidang pangan, energi, dan perekonomian sebagai bagian dari evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026, yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, seluruh menteri Kabinet Merah Putih, Utusan Khusus Presiden, hingga Kepala Lembaga Tinggi Negara.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan sidang kabinet ini sengaja dilakukan pertengahan tahun untuk menyambut perayaan 17 Agustus dan juga memasuki dua tahun masa pemerintahan.

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan untuk melihat berapa banyak program-program yang telah dicapai dan apa yang perlu diperbaiki guna mempercepat kebijakan yang masih tertunda.

"Menjelang dua tahun kita telah bekerja sangat keras, sangat padat. Dengan bekerja sangat keras dan padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita," kata Presiden Prabowo, dikutip dari Antara.

Presiden Prabowo mengatakan selama hampir dua tahun pemerintah banyak tantangan besar, khususnya di tengah situasi global yang penuh gejolak.

Namun, ia meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tidak gentar menghadapi berbagai persoalan bangsa dan fokus menyelesaikannya.

Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah tidak bermaksud mencari kesalahan ataupun membandingkan kinerja dengan pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, setiap pemerintahan memiliki tantangan pada masanya masing-masing.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan seluruh menteri dan pimpinan lembaga merupakan unsur pemimpin bangsa yang mendapat mandat untuk menghadapi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan nasional.

Ia mengatakan pemerintah memahami masih rendahnya kesejahteraan guru, terbatasnya lapangan kerja, masih adanya kemiskinan ekstrem, hingga ketimpangan ekonomi di masyarakat. Persoalan-persoalan tersebut, menurut Presiden Prabowo, justru menjadi alasan pemerintah dipilih untuk menyelesaikannya.

Meski demikian, Presiden Prabowo mengakui sejumlah persoalan yang dihadapi pemerintah ternyata jauh lebih besar dari perkiraan. Ia menyoroti terjadinya distorsi dalam perekonomian nasional akibat praktik perdagangan yang tidak sehat.

Karena itu, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah mendapat mandat untuk menghentikan kebocoran tersebut demi melindungi kepentingan nasional.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menilai pemerintah telah berhasil menyelesaikan banyak persoalan dalam lebih dari satu tahun masa pemerintahannya.

"Hitungan terakhir, ada 108 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil," katanya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan seluruh jajaran kabinet agar tidak berpuas diri maupun bersikap sombong atas capaian tersebut.

"Kita tidak mau menepuk-nepuk dada, kita tidak mau dan tidak boleh besar kepala dan tidak boleh sombong. Itu watak kita sebenarnya ojo dumeh. Kalau kita berprestasi harus kita akui kalau kita berprestasi," ucap Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai ukuran utama keberhasilan sebuah negara. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat merupakan fondasi dasar sebuah peradaban.

Ia mengatakan ketahanan pangan harus ditopang oleh ketersediaan air, lahan yang subur, pupuk yang terjangkau, serta kebijakan yang tepat agar masyarakat memperoleh akses terhadap pangan dan anak-anak mendapatkan makanan bergizi.

Presiden Prabowo juga menyinggung terkait program Makan Bergizi Gratis, panel interaktif digital di sekolah-sekolah, masalah energi, investasi, koperasi desa hingga perumahan untuk rakyat.

Perintahkan Kirim Tim Pelajari Strategi Hapus Kelaparan

Di Sidang Kabinet Paripurna tersebut, Presiden Prabowo memerintahkan jajarannya mengirim tim ke India, Brasil, Tiongkok, dan Vietnam untuk mempelajari strategi penghapusan kelaparan. Pemerintah, kata dia,  tidak boleh ragu belajar dari negara-negara yang berhasil menekan angka kelaparan.

"Saya minta belajar, kita belajar dari negara-negara lain, jangan malu belajar. Kirim tim ke India, kirim tim ke Brasil, kirim tim ke Tiongkok, kirim tim ke Vietnam. Belajar bagaimana mereka hilangkan kelaparan," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, pemerintah akan tetap menjalankan berbagai program untuk membantu masyarakat miskin meskipun menuai kritik.

Ia menegaskan yang harus menjadi perhatian adalah praktik kecurangan dan penyelundupan yang merugikan negara, bukan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh memiliki warga yang mengalami kelaparan dan menyatakan target Indonesia tanpa kelaparan (zero hunger) sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia mengingatkan PBB telah lama memperingatkan ancaman krisis pangan, energi, dan air, serta menetapkan penghapusan kemiskinan (no poverty) sebagai tujuan pertama SDGs.

Selain itu, Prabowo menyebut tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya meliputi kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-being), pendidikan berkualitas (Quality Education), kesetaraan gender (Gender Equality), akses air bersih, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan industri dan infrastruktur, serta pengurangan kesenjangan.

0 comments

    Leave a Reply