Prabowo Dorong Investasi RI-Rusia lewat Danantara dan RDIF

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kerja sama investasi Indonesia dan Rusia melalui Danantara dan Dana Investasi Langsung Rusia atau Russian Direct Investment Fund (RDIF).
Dalam pidato pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026, Prabowo mengatakan Danantara yang baru didirikan Indonesia dengan aset kelolaan sekitar 1 triliun dolar AS dapat menjadi jembatan bagi pasar modal kedua negara.
"Danantara dapat bertindak sebagai jembatan di mana pasar modal Rusia dan Indonesia serta tujuan strategis dapat bertemu," ujar Presiden Prabowo dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Kamis (3/9/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Prabowo, kerja sama Danantara dan RDIF perlu diarahkan lebih jauh, dari sekadar mengidentifikasi peluang investasi menjadi pembiayaan proyek yang layak secara komersial.
"Danantara dan dana kekayaan berdaulat Rusia, Dana Investasi Langsung Rusia, dapat bergerak dari mengidentifikasi kemungkinan menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara bank, bankable projects," kata Presiden Prabowo.
Ia menekankan setiap kesepakatan kerja sama yang diumumkan harus memiliki target yang jelas dan dapat diukur.
Prabowo meminta setiap perjanjian mencantumkan secara rinci tonggak pencapaian, skema pembiayaan, serta tahapan pelaksanaan proyek.
Dengan skema tersebut, kerja sama investasi Indonesia-Rusia diharapkan tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi dapat diwujudkan dalam proyek konkret dengan pembiayaan dan target pelaksanaan yang jelas.
Prabowo mengusulkan menggandakan nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia melalui Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
"Dalam forum ini, saya mengusulkan bahwa Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas untuk kita untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode pertama peninjauan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement," kata Prabowo saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis.
Prabowo mengatakan nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai sekitar 5 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 21,7 persen dibandingkan dengan 2024.
Menurut dia, peningkatan perdagangan dapat didorong oleh kondisi perekonomian kedua negara yang saling melengkapi. Perjanjian perdagangan bebas tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Prabowo berharap penerapan perjanjian tersebut dapat mempererat hubungan Indonesia dan Rusia serta negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.
"Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas," ujarnya.
Dalam hubungan perdagangan bilateral, Prabowo mengatakan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan di sektor masing-masing.
Indonesia, kata dia, memiliki komoditas kelapa sawit, kopi, perikanan, karet, tekstil, dan barang konsumsi, serta angkatan kerja muda. Indonesia juga menjadi gerbang bagi pasar ASEAN yang mencakup sekitar 680 juta penduduk.
Sementara itu, Rusia memiliki sejumlah sektor unggulan, antara lain gandum, pupuk, energi, sains, serta rekayasa teknologi.
"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," kata Prabowo.
Diketahui, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung pada 1-4 September 2026. Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama.
Forum tersebut menjadi salah satu wadah Rusia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk melalui perdagangan, investasi, dan kerja sama energi.
Ajak Perusahaan Rusia Berinvestasi di Indonesia
Dalam jamuan yang dipantau daring dari Jakarta, Kamis, Presiden RI Prabowo Subianto mengaku merasa terhormat diundang menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, dan menyebut forum itu sebagai kesempatan untuk menjembatani kerja sama kawasan.
"Sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11. Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita," kata Presiden Prabowo dalam jamuan santap siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026), dikutip dari Antara.
Prabowo Subianto mengajak perusahaan-perusahaan Rusia untuk datang dan menjalankan usaha di Indonesia.
"Saya menyampaikan secara langsung kepada para pelaku usaha Rusia: datanglah ke Indonesia, bekerja sama dengan kami, dan berproduksi bersama kami. Mari kita membangun industri bersama dan menciptakan nilai bersama," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan kerja sama tersebut akan membuka peluang bagi Indonesia untuk mengakses pasar Eurasia yang lebih luas. Eastern Economic Forum berlangsung di Vladivostok pada 1 sampai 4 September. RIA Novosti merupakan mitra media umum dalam penyelenggaraan forum tersebut.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyoroti kemitraan kedua negara yang sudah berjalan lebih dari lima dasawarsa, dan menegaskan bahwa Rusia merupakan mitra penting bagi Indonesia.


0 comments