Prabowo dan Trump Bakal Teken Langsung Perjanjian Dagang RI-AS di Januari 2026 | IVoox Indonesia

6 Maret 2026

Prabowo dan Trump Bakal Teken Langsung Perjanjian Dagang RI-AS di Januari 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (23/12/2025) (ANTARA/Bayu Saputra)

IVOOX.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan perkembangan hasil negosiasi tarif dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Setelah melalui proses panjang rencananya sebelum akhir Januari 2026 dokumen kesepakatan dapat ditandatangani secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

"Tentatif waktunya antara tanggal 12 sampai dengan tanggal 19 setelah seluruh proses teknis diselesaikan maka diharapkan sebelum akhir bulan Januari ini akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi. Dan saat ini pihak Amerika sedang mengatur waktu yang tepat untuk rencana pertemuan antara kedua pemimpin tersebut," kata Airlangga dalam konferensi pers Selasa (23/13/2025).

Airlangga mengatakan dari hasil pertemuannya dengan Ambassador United States Trade Representative (USTR) Jamieson Greer bahwasanya seluruh isu substansi yang telah diatur di dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) sudah dapat disepakati kedua belah pihak baik isu-isu utama maupun isu teknis yang akan diselesaikan selanjutnya. 

"Pada minggu kedua Januari 2026 tim teknis Indonesia dan AS akan melanjutkan kembali pertemuan teknis untuk legal scrubbing, serta clean up dokumen yang ditargetkan selesai dalam satu minggu dan target waktunya antara tanggal 12-19," kata Airlangga.

Menurut Airlangga kedua negara sepakat menjaga kepentingan masing-masing, sehingga kata ia seluruh isu substansi yang telah diatur di dalam dokumen ART sudah dapat disepakati kedua belah pihak baik isu-isu utama maupun isu teknis yang akan diselesaikan.

"Perjanjian ini adalah perjanjian yang melanjutkan pada tanggal 22 Juli yang lalu kesepakatan antara kedua pemimpin di mana tarif Indonesia diturunkan dari 32% menjadi 19%," katanya. 

Selain itu kata Airlangga, Indonesia juga mendapatkan pengecualian tarif khusus untuk produk-produk unggulan ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan kakao. 

"Dan tentu ini menjadi kabar yang baik terutama bagi industri Indonesia yang ternampak langsung kebijakan tarif di mana sektor-sektor yang terkena tarif tersebut sangat strategis bagi Indonesia," ujarnya. 

0 comments

    Leave a Reply