Ponsel Berpotensi Memicu Stres Penggunanya

Foto: Freepik.com

IVOOX.id, Jakarta – Kemajuan teknologi jika tidak dimanfaatkan dengan tepat dan bijak bisa menyebabkan masalah. Misalnya saja handphone yang berpotensi menyebabkan gangguan dan stres bagi penggunanya.

Dilansir dari Prevention berdasarkan survei terbaru, dari 2.000 pengguna smartphone di AS, 90%-nya mengalami gangguan kecemasan baterai mereka habis. Orang dengan gangguan kecemasan ini akan merasa panik ketika baterai handphone mereka di bawah 20%.

Gangguan ini membuat seseorang merasa seolah adanya getaran hp di saku atau tasnya sehingga seringkali memeriksa apakah ada telepon atau chat yang masuk. Seseorang biasanya terus berpikiran bahwa ada yang menghubunginya, sehingga selalu merasa handphone-nya bergetar. Kadang-kadang, gangguan ini disebut juga sebagai “ringxiety”.

Nomophobia adalah ketakutan seseorang tanpa handphone. Studi pada tahun 2015 menggunakan kuesioner mengukur ketakutan ini dan menemukan bahwa semakin seseorang berpikiran dan menyatakan mereka tidak bisa tanpa handphone, maka semakin besar pula kecemasannya yang akan muncul.

Stres karena handphone yang terakhir adalah fomo, yaitu gangguan yang paling sering muncul karena media sosial. Seseorang yang mengalami gangguan ini akan memamerkan apapun yang mereka punya di media sosial, mulai dari tiket konser, makan malam mewah, dan lainnya. Studi dilakukan pada kalangan mahasiswa selama 8 minggu dan rata-rata mahasiswa menggunakan handphone empat kali dalam satu jam.