Polisi Tetapkan Enam Anggotanya sebagai Tersangka Pengeroyokan yang Tewaskan Dua Orang di Kalibata | IVoox Indonesia

February 16, 2026

Polisi Tetapkan Enam Anggotanya sebagai Tersangka Pengeroyokan yang Tewaskan Dua Orang di Kalibata

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko (tengah) saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (12/12/2025). ANTARA/Ilham Kausar

IVOOX.id – Pihak kepolisian menetapkan enam tersangka pengeroyokan yang terjadi di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 Desember 2025, hingga menyebabkan dua orang berinisial MET dan NAT meninggal dunia.

"Penyidik telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga terlibat dalam rangkaian tindak pidana tersebut," kata kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (12/12/2025), dikutip dari Antara.

Trunoyudo menjelaskan keenamnya tercatat merupakan anggota Pelayanan Masyarakat (Yanma) Mabes Polri.

"Enam orang anggota Polri, di sini adalah anggota pada satuan pelayanan markas di Mabes Polri, sebagai terduga pelanggar berinisial Brigadir IAM, Bribda JLA, Bribda RGW, Bribda IAB, Bribda BN, dan Bribda AN," katanya.

Ia menambahkan keenam anggota tersebut dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP tentang tindak kekerasan bersama di muka umum (pengeroyokan) yang mengakibatkan kematian.

"Polri menegaskan bahwa proses penyidikan ini masih berjalan, kami berkomitmen untuk serius mengungkap kasus kriminal kepada siapa pun dan tidak pandang bulu," kata Trunoyudo.

Trunoyudo juga menjamin Polri akan menjalankan proses penegakan hukum secara transparan, profesional, dan proporsional, serta memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat bertanggungjawab atas perbuatan mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Polda Metro Jaya membenarkan informasi mengenai dua orang yang meninggal dunia akibat pengeroyokan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis malam.

"Benar bahwa korban yang kedua meninggal dunia semalam di RS Bhudi Asih," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025), dikutip dari Antara.

Tempat kejadian perkara (TKP) pengeroyokan dan perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Tempat kejadian perkara (TKP) pengeroyokan dan perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Aksi Pengeroyokan Susulan di Kalibata

Kepolisian menyebutkan aksi pengeroyokan susulan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 Desember 2025, diduga akibat adanya pelampiasan emosi.

"Ya itu namanya massa banyak ya. Mereka hanya sifatnya bergantian saja untuk pelampiasan emosinya," kata Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/12/2025), dikutip dari Antara.

Mansur mengatakan pengeroyokan dan perusakan susulan ini dilakukan usai mengetahui satu korban yang meninggal di lokasi dan satunya kritis lalu dibawa ke rumah sakit.

Sehingga, lanjut dia, teman-teman korban melawan mengingat solidaritas yang tinggi. "Karena merasa temannya ada yang jadi korban, akhirnya mereka melakukan pelampiasan emosinya," katanya.

Polisi juga menyebutkan hutang pemilik sepeda motor diduga menjadi penyebab pengeroyokan dan perusakan tersebut.

Pemilik kendaraan sampai dengan saat ini belum menerima uang sepeser pun sehingga mengerahkan temannya untuk menagih.

Namun, dua orang berinisial MET dan NAT yang bertugas menagih utang itu malah dikeroyok hingga meninggal dunia.

Tak hanya pengeroyokan, sekelompok massa tersebut juga melakukan perusakan dengan membakar kios, warung serta kendaraan bermotor.

Sejumlah pedagang terluka dan merugi akibat pengeroyokan serta perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Karena ketakutan, karena ini sudah dibakar, kita cari jalan supaya gimana caranya kita berempat ini jangan sampai kepanggang. Sampai, ya, kondisi luka-luka seperti ini," kata salah satu pegawai yang bekerja di kawasan kuliner Kalibata bernama Andi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/12/2025), dikutip dari Antara.

Pria yang sudah berjualan selama 20 tahunan itu bersama dengan pegawai lainnya sampai harus menaiki pagar berduri dan bersembunyi di dalam area kantor Kementerian Dalam Negeri.

Meskipun tangan dan kakinya terluka, namun saat itu yang terpenting adalah nyawanya selamat.

Mereka bersembunyi di dalam gedung Kemendagri hingga situasi dan kondisi di lapangan terbilang aman. Mereka pun mengaku pasrah dengan kerugian yang dialami.

"Ya, ini mesin chiller, mesin freezer, kemudian ada brankas segala macam ini juga belum bisa hitung semuanya," ujar Andi.

Padahal, sebelumnya sejumlah pedagang sudah menutup akses dengan menggunakan pintu akses, namun sejumlah oknum dapat merangsek masuk dan membakar kios serta warung.

Sementara itu, pedagang steak bernama Henny Maria mengaku sudah berjualan di lokasi tersebut sejak 2022. Dia sempat merenovasi dua tenda dan satu kios pada September 2025.

"Yang kami sayangkan, kami menjadi korban ketidakadilan dari segelintir oknum yang menurut saya melakukan kerusuhan tidak pada tempatnya, itu saja," ucap Henny, dikutip dari Antara.

Sebanyak sembilan kios dan delapan kendaraan terbakar dalam pengeroyokan serta perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang di Kalibata.

"Jumlah objek yang terbakar, yakni sembilan kios, enam kendaraan roda dua, dan satu kendaraan roda empat," kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal di Jakarta, Jumat (12/12/2025), dikutip dari Antara.

Dia mengatakan pihaknya menerima laporan pada Kamis malam pukul 23.35 WIB terkait pengeroyokan di Jalan H Mahmud Raya ,Blok Langgar Nomor 1, RT07/RW04, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Saat itu, dilaporkan terjadi pembakaran oleh oknum yang membawa bensin, lalu menghubungi pos Gulkarmat terdekat.

Kemudian, Gulkarmat melakukan pemadaman dengan didampingi pihak kepolisian.

Pada Jumat pagi, TNI dan Polri masih berjaga di lokasi tersebut untuk memastikan kondisi aman bagi masyarakat yang melintas.

0 comments

    Leave a Reply