Polisi di Sejumlah Daerah Terima Laporan Soal Teror Pocong | IVoox Indonesia

May 28, 2026

Polisi di Sejumlah Daerah Terima Laporan Soal Teror Pocong

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto

IVOOX.id – Aparat kepolisian di sejumlah daerah merespons isu teror pocong. Sedikitnya isu soal teror pocong tersebut merebak di Jawa Tengah, Banten, serta Jawa Barat. 

Polda Jawa Tengah merespons info hoaks teror "pocong begal" yang beredar di media sosial di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto mengatakan, patroli siber telah dilakukan menanggapi keresahan masyarakat atas konten di media sosial tersebut.

Menurut dia, berdasarkan hasil patroli siber ditemukan indikasi pengulangan video maupun foto yang sama di berbagai media sosial dengan mengganti narasi atau keterangan lokasi.

Ia menuturkan unggahan yang meresahkan tersebut beredar di wilayah Kabupaten Grobogan, Kendal, Magelang, maupun Cilacap.

"Kondisi wilayah-wilayah yang disebut tersebut tetap aman, tertib, dan kondusif serta tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian material," kata Artanto, di Semarang, Rabu (27/5/2026), dikutip dari Antara

Meski informasi bohong yang beredar di media sosial, kata dia, seluruh jajaran diperintahkan untuk tetap melakukan upaya antisipasi guna menjamin rasa aman masyarakat.

Ia mengatakan seluruh jajaran telah diperintahkan untuk meningkatkan patroli malam, khususnya pada jam-jam rawan di area pemukiman, jalan sepi, dan lokasi minim penerangan.

Ia menambahkan kepolisian juga terus menelusuri akun-akun media sosial yang diduga menyebar teror "pocong begal" tersebut melalui media sosial. "Apabila ada unsur kesengajaan akan kami tindak tegas," katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, mengatakan informasi mengenai "teror pocong begal", yang ramai beredar di media sosial serta menjadi perhatian masyarakat di daerahnya, dipastikan tidak benar atau hoaks.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan maupun menemukan kasus kejadian terkait isu tersebut di wilayahnya. Polisi juga telah memeriksa dan tidak menemukan fakta adanya "teror pocong", sebagaimana ramai dibahas di media sosial.

"Kami meminta warga tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya," kata Imara di Cirebon, Selasa (26/5/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Imara, masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi berbagai unggahan viral agar tidak ikut menyebarkan kabar bohong yang dapat memicu keresahan publik.

Dia juga mengimbau warga segera menghubungi layanan kepolisian 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal mereka. Imara memastikan petugas kepolisian siap mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan apabila menerima laporan dari masyarakat.

"Penyebaran informasi palsu di media sosial berpotensi menimbulkan kepanikan apabila tidak segera diluruskan," imbuhnya.

Terpisah, Kepolisian Daerah (Polda) Banten beserta jajaran di tingkat resor (Polres) mengintensifkan patroli kewilayahan guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan yang memanfaatkan keresahan warga terkait isu kemunculan pocong palsu.

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun video yang belum diketahui kebenarannya. Ia menegaskan bahwa isu pocong palsu yang beredar luas di media sosial tersebut dipastikan tidak benar.

"Kami tidak ingin keresahan masyarakat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aksi kejahatan seperti pencurian, perampokan, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya. Karena itu, kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan lingkungan," ujar Kapolda Banten di Serang, Senin (25/5/2026), dikutip dari Antara.

Hengki memastikan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten saat ini dalam kondisi yang sepenuhnya aman dan terkendali. Langkah peningkatan patroli dilakukan semata-mata untuk menjamin dan memberikan rasa aman yang optimal kepada warga. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak panik, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," katanya. 

0 comments

    Leave a Reply