Polisi Cocokkan Data Jenazah Tanpa Identitas di Pulau Enggano dengan Data DNA Jurnalis Hilang di Selat Sunda | IVoox Indonesia

Polisi Cocokkan Data Jenazah Tanpa Identitas di Pulau Enggano dengan Data DNA Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Petugas Basarnas KN SAR Antasena melakukan navigasi laut
Petugas Basarnas KN SAR Antasena melakukan navigasi laut saat operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, Selasa (15/9/2026). Hari kedelapan pencarian, tim SAR gabungan membagi wilayah operasi menjadi lima sektor dengan total luas area pencarian 3.962 mil laut persegi dengan melibatkan 20 kapal. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz

IVOOX.id – Kepolisian Daerah Banten mengkonfirmasi saat ini sedang berlangsung proses pencocokan data DNA keluarga rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang di Selat Sunda dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.

Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Hutapea mengatakan bahwa pencocokan data DNA tersebut sedang berlangsung yang dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu.

"Kami sudah berikan data Antemortem ke Polda Bengkulu dan saat ini masih menunggu hasilnya," kata Maruli di Serang, Banten, Selasa (15/9/2026), dikutip dari Antara.

Meski belum menjelaskan secara rinci siapa saja dan kapan sampel dari keluarga penumpang kapal itu diserahkan, namun dia menegaskan bahwa pihaknya segera merespons dengan menjalin koordinasi intensif dengan Polda Bengkulu setelah mendapatkan informasi terkait temuan jenazah di Pulau Enggano ini.

"Langsung respon cepat berkoordinasi dengan Polda Bengkulu, setelah mendapatkan info terkait temuan mayat," cetusnya.

Hasil dari pencocokan DNA tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah jenazah pria yang terdampar di Enggano merupakan bagian dari delapan penumpang kapal cepat Arupadathu 1.

Terkait jenazah tanpa identitas itu secara spesifik dilaporkan ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu, 13 September 2026, oleh Kantor SAR Bengkulu dan warga setempat.

Jenazah itu kemudian dievakuasi dari Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan pesawat udara Susi Air, Senin, 14 September 2026, untuk kepentingan proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Masih menunggu hasilnya. (semoga ada titik terang) Amien," kata Maruli.

Basarnas Perluas Pencarian hingga Pesisir Bengkulu-Pulau Enggano

Basarnas menyatakan wilayah jangkauan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terhadap rombongan jurnalis sekaligus kru kapal cepat yang hilang saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau diperluas hingga Pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.

"Pencarian kami perluas, juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata SAR Mission Coordinator Al Amrad dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026), dikutip dari Antara.

Dia menegaskan tim SAR gabungan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan peluang ditemukannya para korban.

Berdasarkan peta rencana operasi SAR hari ke-8 ini, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di lima sektor pencarian laut dengan total luas area sekitar 3.962 mil laut persegi.

Pencarian melibatkan sejumlah armada unsur utama, antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahowang, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal KP Polairud.

Sektor A dengan luas 1.026 mil laut persegi akan dilakukan oleh KRI Gilimanuk dan KRI Leuser. Sektor B seluas 780 mil laut persegi melibatkan KN SAR Antasena dan KP Sanjaya. Selanjutnya, Sektor C dengan luas 825 mil laut persegi akan disisir oleh KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit.

Pada Sektor D seluas 872 mil laut persegi, pencarian melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang.

Sementara itu Sektor F dengan luas 459 mil laut persegi akan dilakukan oleh RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, sejumlah kapal KP Polairud, serta unsur pendukung lainnya.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian Operasi Basarnas melaporkan kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ada sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung, Senin, 7 September 2026, pukul 14.42 WIB, namun akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat sekitar 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.

0 comments

    Leave a Reply