Polda Metro Ungkap Perdagangan 320 Kg Sisik Trenggiling, BKSDA Ungkap Manfaat Besarnya bagi Hutan

IVOOX.id – Pengungkapan perdagangan 320 kilogram sisik trenggiling oleh Polda Metro Jaya menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta. Pasalnya, satwa dilindungi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, bahkan diperkirakan mampu memangsa hingga 70 juta serangga dalam setahun.
“Fungsi konservasinya di alam adalah bahwa trenggiling ini amat sangat berguna dalam menjaga ekosistem hutan. Dia mengatur keseimbangan serangga karena makanannya adalah serangga, terutama semut dan sejenisnya,” ujar Kepala BKSDA Jakarta, Marwan Shofa dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).
Menurut Marwan, manfaat trenggiling tidak hanya berkaitan dengan pengendalian populasi serangga. Satwa tersebut juga menggali lubang di tanah yang membantu sirkulasi udara serta mendukung pergerakan air di dalam tanah.
Peran itu dinilai penting bagi kelestarian kawasan hutan, termasuk ekosistem gambut di Kalimantan. Keberadaan trenggiling turut mendukung terjaganya kondisi lingkungan yang menjadi habitat berbagai jenis makhluk hidup.
“Dalam beberapa penelitian, tidak kurang 70 juta serangga dimakan oleh trenggiling per tahun untuk menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Marwan.
Marwan mengingatkan, perburuan dan pembunuhan trenggiling secara berlebihan berpotensi mengganggu keseimbangan alam. Karena itu, perlindungan terhadap satwa liar perlu dilihat dari kontribusinya terhadap lingkungan, bukan sekadar upaya mempertahankan keberadaan spesies tersebut.
“Jadi jangan dilihat satwanya saja, tetapi manfaatnya terhadap ekosistem, hewan ini sangat berpengaruh kepada ekosistem bumi kita,” tegas Marwan.
Marawan menjelaskan, trenggiling termasuk satwa yang telah lama memperoleh perlindungan hukum di Indonesia. Ketentuan perlindungan tersebut antara lain tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.
Menurut Marwan, BKSDA Jakarta bersama Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) pun terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk melindungi tumbuhan dan satwa liar. Edukasi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menekan perburuan sekaligus mencegah perdagangan ilegal.
Marwan juga menyoroti besarnya dampak perdagangan trenggiling terhadap populasi satwa tersebut. Berdasarkan sejumlah estimasi yang disampaikannya, pemenuhan kebutuhan satu kilogram bagian tubuh trenggiling dapat menyebabkan beberapa ekor satwa terbunuh. Kondisi ini berpotensi membuat jumlah trenggiling yang menjadi korban perdagangan mencapai ribuan ekor.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap dugaan perdagangan sisik trenggiling seberat sekitar 320 kilogram dan menetapkan dua orang sebagai tersangka. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menemukan 11 karung sisik trenggiling di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi.
Kasus tersebut menjadi bagian dari pengungkapan lima perkara oleh Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Secara keseluruhan, polisi menetapkan 11 tersangka dalam perkara yang meliputi dugaan penyelundupan mineral, perdagangan merkuri, penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi, serta perdagangan sisik trenggiling.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mengatakan, penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk melindungi sumber daya alam dan mencegah aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat maupun lingkungan.
“Ini merupakan upaya penegakan hukum untuk melindungi sumber daya alam, menjaga subsidi sesuai dengan peruntukan, serta mencegah perdagangan satwa yang dilindungi,” ujar Dadang dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Oktober 2026.


0 comments