PLN Percepatan Pemulihan Pembangkit Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir | IVoox Indonesia

June 20, 2026

PLN Percepatan Pemulihan Pembangkit Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir

Ilustrasi pegawai PT.PLN
Ilustrasi pegawai PT.PLN IVOOX/doc humas PT.PLN

IVOOX.id – PT PLN (Persero) melakukan percepatan pemulihan pembangkit guna mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.

“PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan,” ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026), dikutip dari Antara.

PLN menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik.

Namun demikian, ia mengatakan untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem,” kata Greg.

Mengutip Antara, sejumlah wilayah di Jawa Timur khususnya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik seringkali mengalami mati listrik sejak pekan lalu dengan waktu berbeda-beda.

Beberapa wilayah tersebut mengalami mati listrik secara tiba-tiba selama dua hingga lima jam dalam sehari. Bahkan pekan lalu beberapa jalan protokol di Surabaya juga mengalami mati listrik berjam-jam sampai malam hari sehingga cukup berbahaya bagi pengendara.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (persero) memastikan proses pemulihan pasokan listrik dilakukan secara maksimal dan cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim tak ada rencana pemadaman listrik. “Insya Allah nggak,” kata Bahlil saat dikonfirmasi wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026), dikutip dari Antara.

Bahlil bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah membahas strategi untuk memastikan pelayanan listrik kepada rakyat berjalan secara maksimal.

Salah satu pembahasan terkait skema pembayaran kompensasi dan subsidi terhadap PT PLN (Persero) agar perusahaan mempunyai kapasitas keuangan yang memadai untuk memasok listrik.

“Jadi, secara umum, sudah dibahas tadi, nggak ada masalah,” ujarnya menambahkan.

Dia juga menjelaskan total kebutuhan batu bara bagi PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun. Sejauh ini, PLN telah mengamankan kontrak senilai 134 juta ton, sehingga kekurangannya hanya berkisar 20 juta ton.

Menteri ESDM juga telah membentuk tim pengadaan batu bara kalori sedang untuk mengatasi kendala PLN dalam memenuhi kebutuhan pembangkitnya.

“Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan. PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Bahlil, PLN terkendala untuk memenuhi kebutuhan batu bara dengan kalori medium atau sedang, sebab harga jual ke PLN yang murah.

Perusahaan menjual batu bara ke PLN dengan mengacu kepada harga pemenuhan kebutuhan domestik atau domestic market obligation (DMO) seharga 70 dolar AS per ton. Sedangkan, harga batu bara acuan (HBA) periode I Juni 2026 ditetapkan sebesar 121,83 dolar AS per ton.

Terkait permasalahan tersebut, Bahlil telah menerima perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan koordinasi dengan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, dan BPKP terkait pemenuhan kebutuhan batu bara PLN.

“Ini (pembentukan tim) agar tidak ada dusta di antara kita. Sudah capek ngomong sana lain, ngomong sini lain, tulis lain, baca lain, bikin lain. Aku tahu ada sesuatu, tetapi udahlah. Kita sama-sama memahami, yang penting kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk negara,” kata Bahlil.

0 comments

    Leave a Reply