Pilarmas Investindo: Pasar Obligasi Bakal Fluktuatif

IVOOX.id, Jakarta - Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan pergerakan pasar obligasi cenderung naik-turun, Selasa (12/11).
Nico memaparkan alasannya, bahwa pasar obligasi mengalami koreksi jelang lelang sukuk negara. Menurutnya, penurunan dibutuhkan sebelum akhirnya mengonfirmasi kenaikan.
Selain karena penyelenggaraan lelang sukuk, dia menilai sentimen lain yang memengaruhi pasar obligasi pada perdagangan hari ini yaitu, langkah China untuk menurunkam harga barang secara global. Adapun, penurunan biaya pabrik telah berlangsung sejak 2016.
Langkah penurunan harga tersebut menjadi pemantik persaingan bisnis yang bisa mengganggu proyeksi ekonomi negara pengimpor barang China.
Hal itu seperti yang terjadi pada 2014 hingga 2016 ketika negara pengimpor barang China kesulitan mencapai target inflasi. Menurut Maximilianus, harga konsumen di Jepang, Jerman, dan Amerika sudah di bawah target inflasi yaitu 2% per tahun, dan penurunan harga semakin dalam akan membuat situasi dan kondisi akan lebih sulit untuk mencapai target inflasi.
“Apabila penurunan yang terjadi kian dalam, tentu akan membuat situasi dan kondisi akan lebih sulit untuk mencapai target inflasi,” ujarnya.
Sentimen lainnya yakni rencana peluncuran harga acuan minyak mentah baru. Seperti diketahui, saat ini telah berlaku harga acuan minyak mentah yakni Brent dan West Texas Intermediate (WTI).
Sementara itu, Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (Adnoc) dan sembilan perusahaan energi terbesar di dunia telah bermitra dengan Intercontinental Exchange atau ICE yang bertujuan untuk membuat kontrak berjangka minyak mentah Murban pertama di dunia sehingga bisa membentuk harga acuan baru yakni ICE Futures Abud Dhabi (IFAD) dan ICE Murban Future.
Atas proyeksi tersebut, Maximilianus menyarankan agar investor melakukan wait and see dan memilih mengikuti lelang sukuk untuk meredam gejolak. Dia pun merekomendasikan agar investor memilih seri PBS022 karena menawarkan tingkat kupon menarik, yakni 8,625%.
“Kami merekomendasikan wait and see hari ini dan mengikuti lelang yang diadakan Pemerintah hari ini, dengan fokus terhadap PBS 22,” katanya.


0 comments