Piala Presiden 2026: Persebaya Menang Tipis 1-0 Akibat Gol Bunuh Diri Persija | IVoox Indonesia

July 29, 2026

Piala Presiden 2026: Persebaya Menang Tipis 1-0 Akibat Gol Bunuh Diri Persija

Pesepakbola Persebaya Surabaya Risto Mitrevski
Pesepakbola Persebaya Surabaya Risto Mitrevski (kiri) berebut bola dengan pemain Persija Jakarta Figo Dennis (kanan) saat pertandingan penyisihan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion GBT Surabaya, Minggu (26/7/2026) malam. ANTARA/Rizal Hanafi

 IVOOX.id – Persebaya Surabaya menang tipis 1-0 atas Persija Jakarta dalam laga penyisihan grup B Piala Presiden 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 26 Juli 2026, malam.

 Mengutip Antara, kemenangan Persebaya Surabaya dalam laga tersebut akibat gol bunuh diri pemain Persija Radovan Pankov pada menit ke-64.

Pada babak pertama, Persebaya mencoba membongkar pertahanan Persija melalui sisi kanan. Namun, anak asuh Shin Tae-yong masih tampil solid pada menit-menit awal.

Meski mendapat tekanan, Persija beberapa kali mengancam lewat serangan balik yang memaksa Ernando Ari melakukan penyelamatan pada menit ke-9.

Persebaya terus meningkatkan intensitas serangan. Ricky Pratama mengancam lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-24 yang sempat berubah arah setelah membentur pemain Persija, tetapi belum menemui sasaran.

Miguel Pereira kemudian dua kali memperoleh peluang, masing-masing pada menit ke-36 dan menjelang turun minum. Namun, sepakan pemain asal Portugal itu masih mampu digagalkan Aqil Savik dan belum mengubah kedudukan. Hingga turun minum, skor tetap imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Persija langsung mengambil inisiatif menyerang. Tendangan Stejepan Loncar pada menit ke-50 masih dapat diamankan Ernando Ari, sementara upaya Catur Pamungkas dua menit kemudian hanya berbuah sepak pojok bagi Persebaya.

Persija kembali mengancam melalui Gustavo Almeida pada menit ke-63, tetapi tembakannya melebar.

Dua menit berselang, Persebaya mendapatkan keuntungan setelah umpan balik Radovan Pankov gagal diantisipasi Aqil Savik sehingga bola masuk ke gawang sendiri dan membawa tuan rumah unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Persija meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas Kwong Chang-hoon pada menit ke-79 masih melebar di sisi kiri gawang Ernando Ari.

Persebaya merespons melalui serangan balik yang dibangun Miguel Pereira dan Ramadhan Sananta. Namun, peluang tersebut belum mampu menggandakan keunggulan Bajol Ijo.

Persija kembali mengancam melalui tendangan datar Denis Kolinger pada menit ke-86. Namun, Ernando Ari kembali tampil sigap untuk mengamankan bola sehingga keunggulan Persebaya tetap terjaga.

Menjelang berakhirnya pertandingan, Persija terus menggempur pertahanan klub kebanggaan Arek-Arek Suroboyo itu. Begitu juga Persebaya juga melakukan serangan balik.

Persija sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Denis Kolinger pada menit ke-90+5. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena Kolinger lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Hingga wasit Thoriq Al Katiri asal Bandung meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Persebaya.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menilai keberhasilan timnya menerapkan tekanan tinggi (pressing) menjadi kunci kemenangan atas Persija Jakarta.

"Gol yang menentukan pertandingan berawal dari pressing tinggi yang kami lakukan dengan sangat baik hingga lawan melakukan umpan yang buruk ke penjaga gawang. Kadang-kadang keberuntungan memang diperlukan, tetapi keberuntungan datang dari kerja keras," kata Tavares saat konferensi pers usai pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Minggu (26/7/2026), dikutip dari Antara.

Ia menilai, Persebaya tampil baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan serta mampu menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan Persija.

Menurut dia, sejumlah peluang emas juga diperoleh melalui Francisco Rivera, Ramadhan Sananta, dan Miguel Pereira, meski belum mampu dikonversi menjadi gol.

Meskipun demikian, Tavares mengaku terkejut dengan tingginya intensitas pertandingan meski laga tersebut masih berstatus pramusim.

"Ini pertandingan yang sangat intens untuk ukuran pramusim. Saya punya rencana melakukan beberapa pergantian pemain, tetapi karena intensitas pertandingan sangat tinggi, saya tidak bisa memasukkan pemain yang sudah saya rencanakan," ujarnya.

Selain itu, ia berharap para pemain dapat memperbaiki disiplin di lapangan setelah timnya menerima sejumlah kartu kuning, termasuk yang diterima Yuran Fernandes.

"Kami sudah membicarakan hal ini sebelum pertandingan. Saya berharap pada laga berikutnya kami bisa memperbaikinya dan ini menjadi pelajaran bagi semua pemain," tuturnya.

Sementara itu, bek Persebaya Risto Mitrevski menilai kemenangan atas Persija menjadi modal positif bagi tim yang baru menjalani masa persiapan sekitar tiga pekan.

"Kami baru memulai latihan sekitar tiga minggu lalu. Dari sini kami harus terus berkembang dan menjadi tim yang lebih kuat," kata Risto, dikutip dari Antara.

Terpisah, pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong mengapresiasi kerja keras pemainnya yang tetap tampil maksimal meski kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya.

"Kedua tim memang bekerja keras, dan saya berterima kasih kepada para pemain Persija karena tetap memberikan yang terbaik di lapangan," kata Shin saat konferensi pers usai pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Minggu (26/7/2026) malam, dikutip dari Antara.

Pelatih asal Korea Selatan itu menjelaskan, jika Persija belum memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan strategi karena skuadnya baru menjalani latihan dalam waktu singkat sebelum tampil pada Piala Presiden 2026.

Bahkan, kata dia, skuadnya belum sempat menjalani latihan taktik secara maksimal sehingga koordinasi permainan antarpemain masih membutuhkan waktu untuk berkembang.

"Kami belum pernah latihan taktik dan belum bisa menyatukan permainan antarpemain. Mungkin dari pandangan suporter permainan kami belum tajam, tetapi secara fisik akan semakin membaik," ujarnya.

Terkait gol bunuh diri yang membuat Macan Kemayoran kalah dari Persebaya, Shin menyebut hal tersebut terjadi akibat komunikasi yang belum berjalan baik antara pemain belakang dengan penjaga gawang.

Meskipun demikian, ia memastikan jika tim pelatih masih akan menggunakan formasi yang sama pada pertandingan berikutnya karena keterbatasan waktu untuk melakukan perubahan besar dalam persiapan menghadapi Port FC.

Sementara itu, pemain Persija Rio Fahmi mengakui pertandingan menghadapi Persebaya bukan laga yang mudah bagi timnya karena persiapan yang belum panjang.

"Ini bukan pertandingan yang mudah bagi kami karena baru latihan sekitar satu sampai dua minggu. Kami belum ada persiapan fisik yang maksimal, tetapi saya percaya tim ini bisa melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi ke depannya," kata Rio.

Dengan kemenangan tersebut, Persebaya menempati posisi kedua klasemen sementara Grup B Piala Presiden 2026 dengan tiga poin, berada di bawah Port FC yang unggul selisih gol. Sementara itu, Persija berada di peringkat ketiga tanpa poin.

Pada laga selanjutnya, Persija Jakarta akan berhadapan dengan Port FC pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 15.30 WIB di Stadion GBT Surabaya. Sementara, Persebaya akan menghadapi PSMS Medan di hari dan tempat yang sama pukul 19.30 WIB.

0 comments

    Leave a Reply