Piala Dunia 2026: Laga Pertama Babak 16 Besar, Maroko Singkirkan Kanada ke 3-0 | IVoox Indonesia

July 6, 2026

Piala Dunia 2026: Laga Pertama Babak 16 Besar, Maroko Singkirkan Kanada ke 3-0

Piala Dunia 2026
Ilustrasi - Piala Dunia 2026. ANTARA/pri

IVOOX.id – Azzedine Ounahi tampil cemerlang untuk memastikan Maroko ke perempat final Piala Dunia 2026 dan tim Afrika pertama yang sua kali berturut-turut lolos ke perempat final Piala Dunia, setelah mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar di Stadion Houston pada Minggu, 5 Juli 2026.

Mengutip Antara, Ounahi menjadi bintang kemenangan Singa Atlas lewat dua gol yang dicetaknya pada babak kedua, sedangkan satu gol lainnya dibuat oleh Soufiane Rahimi.

Kemenangan ini mengantarkan Maroko ke babak delapan besar untuk menghadapi pemenang laga Paraguay melawan Prancis.

Maroko menjadi tim pertama dalam Piala Dunia edisi 48 tim yang mencapai babak perempat final.

Kanada tampil lebih agresif pada awal pertandingan. Peluang emas didapat Tani Oluwaseyi pada menit ke-10 setelah melewati hadangan bek Maroko di dalam kotak penalti.

Namun, kiper Yassine Bono sigap melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang tersebut.

Hingga pertengahan babak pertama, Kanada terus menekan pertahanan Maroko. Sementara itu, Atlas Lions yang lebih banyak menguasai bola kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Pada menit ke-40, pertandingan sempat memanas setelah terjadi konfrontasi antara Achraf Hakimi dan Richie Laryea. Wasit Michael Oliver menghadiahi kartu kuning kepada kedua pemain tersebut.

Tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum. Babak pertama justru diwarnai lima kartu kuning. Kanada dua kartu, Maroko tiga kartu.

Maroko akhirnya memecah kebuntuan lima menit setelah babak kedua dimulai. Ounahi melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang gagal dipotong kiper Kanada setelah meneruskan umpan dari tendangan bebas Hakimi.

Kanada meningkatkan intensitas serangan untuk menyamakan kedudukan. Namun, Maroko tampil disiplin dalam bertahan sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.

Pada menit ke-78, Bono kembali menunjukkan kualitasnya sebagai kiper top dengan menepis tembakan keras Tajon Buchanan dari luar kotak penalti.

Empat menit setelah itu, Ounahi kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari aksi Brahim Diaz yang mengecoh pemain lawan di kotak penalti, bola kemudian disodorkan kepada Ounahi yang dengan tenang menuntaskannya menjadi gol kedua Maroko. 2-0 untuk Singa Atlas.

Maroko nyaris menambah keunggulan pada menit ke-84 ketika tanduka Rahimi meneruskan umpan silang membentur mistar gawang.

Rahimi akhirnya ikut mencatatkan namanya di papan skor pada injury time.

Penyerang Maroko itu menyelesaikan serangan balik untuk memastikan kemenangan 3-0 dan mengunci tiket Atlas Lions ke perempat final Piala Dunia 2026.

Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menilai respons pemain-pemainnya pada babak kedua menjadi faktor utama di balik kemenangan atas Kanada.

Ouahbi mengatakan Maroko bangkit setelah menghadapi tekanan Kanada sepanjang babak pertama. Menurutnya, Singa Atlas tampil jauh lebih baik setelah turun minum, terutama dalam memenangkan duel dan perebutan bola kedua.

"Kami sangat senang. Ini pertandingan Piala Dunia dan laga seperti ini selalu sulit karena setiap tim bermain mempertaruhkan segalanya. Kami bereaksi dengan sangat baik pada babak kedua, terutama dalam perebutan bola kedua dan duel-duel di lapangan," ujar Ouahbi dalam laman FIFA, dikutip dari Antara.

Maroko kesulitan mengembangkan permainan sebelum jeda. Kanada beberapa kali mengancam gawang Yassine Bono dan tampil lebih agresif, tapi gagal memanfaatkan peluang.

Ouahbi turut mengapresiasi Kanada yang dinilainya tampil sangat baik. Namun, dia menilai perubahan permainan Maroko setelah jeda membuat timnya mampu memanfaatkan ruang yang mulai terbuka di pertahanan lawan.

"Saya harus mengakui Kanada tampil mengesankan. Mereka memainkan pertandingan yang luar biasa. Itu bukan kejutan bagi kami. Namun, pada babak kedua kami mampu memanfaatkan ruang yang mereka tinggalkan dan itulah yang menjadi kunci kemenangan," kata Ouahbi.

Sementara, pelatih Kanada Jesse Marsch menilai timnya tampil lebih baik daripada Maroko pada babak pertama.

"Dari sisi skema permainan, cara kami ingin bermain, serta keyakinan para pemain untuk menghadapi salah satu tim terbaik yang sudah sangat lama tidak terkalahkan, kami tampil jauh lebih baik pada babak pertama, bahkan di awal babak kedua," kata Marsch dalam laman FIFA, dikutip dari Antara.

Namun, menurutnya, kualitas Maroko di sepertiga akhir lapangan menjadi penentu akhir pertandingan ini.

"Mereka membuat beberapa peluang lebih baik daripada kami, tetapi menaikkan intensitas permainan bukanlah masalah. Mereka hanya memiliki kualitas lebih baik di sepertiga akhir lapangan, sementara kami kurang mampu menciptakan momen penentu ketika membutuhkannya," kata Marsch.

Mantan pelatih Leeds United itu menilai Kanada mendominasi pertandingan pada babak pertama, bahkan hingga awal babak kedua. Namun, gol pembuka Azzedine Ounahi mengubah arah pertandingan dan membuat timnya kesulitan mengejar ketertinggalan.

"Ada satu momen yang membuat skor menjadi 1-0. Sebelas pemain kami tampil luar biasa pada babak pertama dan kami tidak beruntung gagal unggul lebih dulu. Setelah itu, pertandingan ditentukan oleh detail-detail kecil," ujarnya.

Marsch tetap bangga pada timnya dan menyebut pendukung Kanada layak menikmati penampilan tim yang selalu berani bermain menyerang melawan tim-tim kuat.

"Para pendukung kami beruntung memiliki tim seperti ini, tim yang selalu berani mengejar kemenangan dan memainkan sepak bola menyerang," ucapnya.

Gelandang Kanada, Stephen Eustaquio, juga menyampaikan kebanggaannya terhadap pencapaian tim sepanjang turnamen. Dia menilai Kanada menguasai pertandingan sebelum dihukum efektivitas Maroko.

"Semua warga Kanada seharusnya bangga kepada tim ini. Kami merasa bisa memenangkan pertandingan, terutama pada babak pertama. Kami mendominasi mereka, berjuang, menciptakan peluang, dan situasi bola mati kami juga berjalan baik," kata Eustaquio, dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply