Piala Dunia 2026: Kolombia dan Portugal Lolos ke Babak 32 Besar Setelah Bertanding Imbang 0-0 | IVoox Indonesia

June 29, 2026

Piala Dunia 2026: Kolombia dan Portugal Lolos ke Babak 32 Besar Setelah Bertanding Imbang 0-0

Pemain timnas Kolombia Luis Diaz
Pemain timnas Kolombia Luis Diaz berselebrasi setelah berhasil mencetak gol ke gawang Uzbekistan dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 di di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis. Kolombia menang 3-1 atas Uzbekistan. (X/FifaWorldCup)

IVOOX.id – Timnas sepak bola Kolombia dan Portugal berhasil lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026, setelah bermain imbang 0-0 pada pertandingan terakhir bagi kedua tim dalam Grup K di Stadion Hard Rock, Florida, Amerika Serikat, Minggu, 28 jUni 2026, WIB.

Mengutip Antara, berdasarkan statistik FIFA, Kolombia finis sebagai juara grup dengan mengemas tujuh poin dari tiga laga yang sudah dilakoni, sedangkan Portugal yang berjuluk Seleccao das Quinas menempati peringkat kedua lewat torehan lima poin.

Sementara posisi ketiga dan keempat masing-masing ditempati Republik Demokratik (RD) Kongo dengan perolehan empat poin dan Uzbekistan tanpa satu poin pun.

Kongo juga turut lolos ke fase gugur karena menjadi salah satu penghuni peringkat ketiga terbaik.

Kolombia dan Portugal bertemu untuk pertama kalinya di ajang internasional.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan menyerang dan saling menekan demi membuka keunggulan.

Kolombia yang dilatih Nestor Gabriel Lorenzo tampil lebih agresif pada babak pertama dengan beberapa kali mengancam pertahanan Portugal.

Tim Amerika Selatan itu terus menekan melalui serangan dari kedua sisi lapangan, tetapi rapatnya lini belakang Portugal membuat peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Portugal yang dikomandoi Roberto Martinez kemudian meningkatkan intensitas permainan setelah jeda hydration water.

Tim asal Eropa mulai lebih berani menguasai bola dan menciptakan peluang berbahaya, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap tidak berubah hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tetap tinggi. Kedua tim bergantian melancarkan serangan, tetapi disiplin lini pertahanan dan penampilan solid kedua penjaga gawang membuat setiap peluang mampu dipatahkan.

Kolombia bahkan sempat mencetak gol pada menit ke-90+1 oleh Davinson Sanchez, namun dianulir wasit karena offside.

Sepanjang pertandingan, Kolombia mencatatkan 24 upaya mengarah ke gawang, sedangkan Portugal menghasilkan 13 percobaan.

Laga juga diwarnai satu kartu kuning untuk Kolombia, sementara Portugal menuntaskan pertandingan tanpa kartu.

Kedua tim melakukan total 18 pelanggaran dalam duel yang berlangsung ketat.

Hasil imbang tanpa gol tersebut memastikan Kolombia melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup K, sedangkan Portugal turut lolos sebagai peringkat kedua grup, serta Kongo selaku salah satu tim di posisi ketiga terbaik.

Pelatih timnas sepak bola Portugal Roberto Martinez tetap puas karena timnya lolos ke babak 32 besar, meski bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia.

Dia mengatakan sejak awal Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan hanya berfokus meraih hasil terbaik tanpa memikirkan calon lawan pada fase gugur.

"Jika ingin melangkah jauh di turnamen ini, setiap tim harus bisa mengalahkan siapa saja," kata Martinez usai pertandingan dalam laman FIFA, dikutip dari Antara.

Dia menilai hasil tersebut tetap memberikan banyak hal positif bagi Portugal, terutama dari sisi semangat dan komitmen para pemain dalam menjalankan rencana permainan.

"Oleh sebab itu, ke depannya tim harus meningkatkan beberapa aspek permainan," ujar dia.

Pelatih kepala itu juga memuji sikap dan komitmen para pemain yang luar biasa, sehingga bisa membuat tim melangkah lebih jauh di turnamen.

Sementara, pelatih Kolombia Nestor Gabriel Lorenzo bangga timnya berhasil finis sebagai juara Grup K Piala Dunia 2026.

Dia menjelaskan, performa timnya cukup bagus untuk melawan tim kuat yang dihuni Cristiano Ronaldo dan pemain bintang lainnya, sehingga menjadi modal penting untuk menghadapi Ghana dalam babak 32 besar, pada Sabtu, 4 Juli 2026.

"Saat melawan Portugal, kami menciptakan banyak peluang tetapi pada babak gugur setiap kesempatan yang terbuang bisa berakibat fatal," kata Lorenzo seusai pertandingan dalam laman FIFA, dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, ke depannya tim tidak boleh menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada. Ditambah, setiap kesalahan kecil bisa menjadi malapetaka untuk menentukan hasil pertandingan.

Untuk itu, skema penyelesaian akhir menjadi fokus tim guna dibenahi dalam waktu dekat menjelang laga fase gugur.

Menurut Lorenzo, Kolombia mampu menjaga disiplin permainan sepanjang laga dan tetap berani menyerang tanpa kehilangan organisasi di lini belakang.

Dia secara khusus mengapresiasi Davinson Sanchez dan Jefferson Lerma yang tampil solid sepanjang pertandingan.

Pelatih kepala itu menambahkan status juara grup memang meningkatkan ekspektasi publik terhadap Kolombia. Namun, dia menegaskan timnya tidak ingin terlena dan akan fokus menghadapi setiap pertandingan yang ada di depan mata.

0 comments

    Leave a Reply