Piala Dunia 2026: Belgia Melangkah ke Babak 16 Besar, Senegal Tersingkir | IVoox Indonesia

July 3, 2026

Piala Dunia 2026: Belgia Melangkah ke Babak 16 Besar, Senegal Tersingkir

Piala Dunia 2026
Ilustrasi - Piala Dunia 2026. ANTARA/pri

IVOOX.id – Belgia secara dramatis lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah balik menundukkan Senegal 3-2 melalui babak perpanjangan waktu berkat gol penalti Youri Tielemans pada menit ke-120 dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Kamis, 2 Juli 2026, WIB.

Mengutip Antara, Belgia tampil dominan sejak awal pertandingan yang berlangsung di Stadion Seattle pada Kamis dini hari WIB, tetapi justru Senegal yang lebih dulu unggul pada menit ke-25.

Berawal dari serangan yang dibangun Sadio Mane, Habib Diarra sukses menaklukkan Thibaut Courtois untuk membawa Senegal memimpin 1-0.

Belgia berusaha membalas melalui sejumlah peluang Kevin De Bruyne dan Charles De Ketelaere. Namun, pertahanan rapat Senegal membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, pelatih Rudi Garcia memasukkan Romelu Lukaku menggantikan De Ketelaere demi menambah daya gedor. Alih-alih menyamakan kedudukan, Belgia justru kembali kebobolan.

Pada menit ke-51, Ismaila Sarr menggandakan keunggulan Senegal lewat sepakan keras setelah menerima umpan lambung akurat di dalam kotak penalti. Senegal pun memimpin 2-0.

Tertinggal dua gol membuat Belgia terus melakukan perubahan, termasuk menarik keluar De Bruyne. Pergantian tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit-menit akhir laga.

Lukaku memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-86 setelah menyambar bola dari umpan Thomas Meunier di depan gawang Kiper Mory Diaw.

Tiga menit kemudian, Tielemans mencetak gol penyeimbang lewat sundulannya di kotak penalti setelah menyambut umpan lambung Leandro Trossard. Skor menjadi 2-2.

Skor imbang bertahan hingga waktu normal usai sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada extra time, kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Senegal mengancam melalui Mbaye, tetapi penyelesaiannya masih melebar.

Belgia nyaris mencetak gol kemenangan pada menit ke-118 ketika tembakan Dodi Lukebakio membentur tiang gawang.

Dalam proses serangan tersebut, wasit Said Martinez kemudian meninjau tayangan VAR setelah Tielemans dijatuhkan di kotak penalti.

Usai melihat monitor VAR, Martinez menunjuk titik putih. Tielemans yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Belgia berbalik menang 3-2.

Kemenangan ini mengantarkan Belgia ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk menghadapi pemenang laga Amerika Serikat melawan Bosnia Herzegovina.

Penyerang tim nasional Belgia Romelu Lukaku menegaskan karakter yang ia dan rekan-rekannya perlihatkan menjadi pembeda kala mereka menjungkalkan Senegal.

"Sungguh pertandingan sengit, tapi kami mengerahkan semua kemampuan. Kami tertinggal, tapi kami memperlihatkan karakter yang kuat. Dan di laga seperti ini, itulah yang jadi pembeda," kata Lukaku selepas laga dikutip dari laman resmi FIFA, dikutip dari Antara.

Belgia memang lebih banyak berada di bawah tekanan sejak sepak mula, bahkan tertinggal 0-2 lebih dulu akibat gol-gol Habib Diarra pada menit ke-25 dan Ismaila Sarr.

Namun, tim besutan Rudi Garcia itu berhasil menemukan momentum apik hanya empat menit jelang bubaran waktu normal ketika Lukaku mencetak gol balasan memanfaatkan umpan tarik Thomas Meunier.

Tiga menit berselang mereka sepenuhnya melunasi defisit dua gol melalui sundulan Youri Tielemans ke gawang tak bertuan, memanfaatkan antisipasi keliru kiper Mory Diaw atas umpan lambung kiriman Leandro Trossard.

Pendulum momentum sepenuhnya berayun ke arah Belgia di babak tambahan waktu, hingga mereka memperoleh hadiah tendangan penalti dari wasit Said Martinez di pengujung babak tambahan waktu kedua saat bola tembakan Dodi Lukabakio membentur mistar gawang tapi Tielemans dinyatakan lebih dulu dilanggar Lamine Camara.

Tielemans menuntaskan tugasnya dengan sempurna sebagai algojo, memperdaya Diaw dan menghujamkan bola ke pojok kanan atas gawang demi mengirim Belgia ke babak 16 besar.

"Senegal adalah salah satu tim terbaik di turnamen ini. Secara teknik, fisik, maupun taktik, ini sungguh pertandingan yang sulit," kata Lukaku.

"Namun, ketika kami meningkatkan intensitas pressing, mengejar bola-bola liar, semangat kami bersinar terang dan kami memenangkan pertandingan," ujar dia menambahkan.

Sementara, bek tim nasional Senegal Moussa Niakhaté mengakui kekecewaan mendalam setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Senegal sejatinya sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol lebih dulu. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Belgia mampu mencetak dua gol balasan dalam waktu singkat dan membalikkan keadaan hingga akhir pertandingan.

Niakhaté menyebut kekalahan tersebut sangat menyakitkan karena Senegal merasa mampu mengontrol pertandingan selama sebagian besar waktu.

“Kami sangat kecewa. Dalam lima menit kami kehilangan dua gol, padahal selama 80 menit kami bermain sangat baik,” ujar Niakhaté, dikutip dari Antara.

Ia menilai hasil tersebut sebagai sesuatu yang “kejam” bagi timnya, mengingat Senegal tampil solid hampir sepanjang laga namun gagal menjaga konsentrasi pada momen-momen krusial.

Menurutnya, detail kecil menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut, terutama saat Belgia mulai menemukan ritme permainan dan memanfaatkan celah di lini pertahanan Senegal.

“Kami memberikan segalanya. Tentu ada kesalahan, kalau tidak kami pasti lolos ke babak berikutnya,” katanya.

Niakhaté juga mengakui Senegal sempat menunjukkan performa terbaik mereka di turnamen ini, terutama saat mampu unggul 2-0 atas tim kuat seperti Belgia. Namun, mereka gagal mempertahankan momentum hingga akhir laga.

Ia menambahkan, hasil tersebut terasa semakin berat karena ekspektasi tinggi setelah keberhasilan Senegal menjuarai Piala Afrika sebelumnya. Menurutnya, seluruh pemain datang ke Piala Dunia dengan tekad untuk melangkah jauh, namun kenyataan berkata lain.

“Kami ingin memberikan perjalanan yang hebat di Piala Dunia ini. tim ini 100 persen bertekad melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hari ini kami tidak cukup baik,” ujarnya.

Niakhaté juga menyoroti bagaimana kekalahan tersebut berdampak emosional tidak hanya bagi pemain, tetapi juga bagi publik Senegal di dalam maupun luar negeri.

“Saya tidak bisa membayangkan orang-orang Senegal di Dakar, di seluruh dunia. Kami membuat mereka bangga selama beberapa bulan terakhir, tapi hari ini kami mengecewakan mereka,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa para pemain sudah memberikan seluruh kemampuan di lapangan dan tidak menyesali usaha yang telah dilakukan. Namun ia mengakui hasil akhir tetap sulit diterima.

Terkait insiden penalti dalam pertandingan tersebut, Niakhaté memilih tidak berkomentar banyak karena tidak melihat langsung kejadian di lapangan.

“Saya tidak melihat ulangannya. Saya tidak ingin berbicara soal penalti. Kalau Anda bilang itu penalti, ya berarti penalti,” ujarnya.

Dengan hasil ini, Senegal harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, sementara Belgia melangkah ke babak 16 besar dan akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat.

0 comments

    Leave a Reply