Petugas BPBD Tangerang Masih Bersiaga di TPA Jatiwaringin Antisipasi Kebakaran Susulan | IVoox Indonesia

July 14, 2026

Petugas BPBD Tangerang Masih Bersiaga di TPA Jatiwaringin Antisipasi Kebakaran Susulan

Petugas berada di area kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin
Petugas berada di area kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa (30/6/2026). (ANTARA/Azmi Samsul M)

IVOOX.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, memastikan petugas pemadam kebakaran (damkar) masih tetap disiagakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, pascapemadaman kebakaran di lokasi tersebut.

"Meski api dan asap sudah padam. Namun, melihat kondisi cuaca panas yang begitu ekstrem, kami terus melakukan penyiraman dan pembasahan," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, Senin (13/7/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, setelah kebakaran di TPA berhasil dikendalikan sejak Jumat, 10 Juli 2026, pihaknya tetap menyiagakan tim gabungan sebagai langkah mengantisipasi munculnya titik api baru akibat cuaca kemarau yang ekstrem yang terjadi saat ini.

Di mana, lanjutnya, BPBD akan tetap memberikan dukungan penuh kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) meski masa berlaku SK darurat nantinya telah berakhir.

Untuk mengoptimalkan penanganan di lapangan, manajemen pengawasan telah dibagi ke dalam beberapa posko. Para petugas akan memperketat penjagaan di seluruh area TPA Jatiwaringin tersebut.

"Petugas menyiapkan tiga posko siaga di sekitar TPA yang diisi oleh kurang lebih 45 personel setiap harinya. Kemudian, sebanyak lima hingga enam unit mobil pemadam kebakaran disiagakan untuk mempermudah pergerakan," jelasnya.

Taufik menambahkan, sebagai mempermudah petugas selama proses pendinginan area kebakaran TPA tersebut. Maka, timnya juga telah merancang skema dan infrastruktur untuk mendukung kegiatan pengendalian di lahan pembuangan sampah itu.

Adapun untuk skema dan infrastruktur yang disiapkan antara lain seperti pembangunan fasilitas toren atau tandon air. Dimana, beberapa unit toren besar berkapasitas masing-masing 5.000 liter, 1.500 hingga 2.000 liter di titik atas landfill.

"Tandon-tandon air juga akan dibangun di lokasi strategis yang mudah diakses guna mempercepat respons pemadaman," tuturnya.

Selain itu, pihaknya melalui BPBD akan membuka akses jalan melalui penerjunan alat berat. Hal ini, dilakukannya sebagai mempermudah kendaraan pemadam untuk mencapai ke titik api atau asap yang masih ada di gunungan sampah.

"Pemerintah daerah melalui DLHK tengah mengupayakan pengadaan logistik penunjang seperti selang baru, pembuatan toren air, serta pemenuhan kebutuhan konsumsi bagi para petugas yang berjaga. Untuk menjaga ketersediaan pasokan air bagi armada Damkar, petugas juga menjalin kerja sama intensif dengan pihak PDAM," kata dia.

0 comments

    Leave a Reply