Pesawat Hilang Kontak ATR 42-500 di Makassar, Kemenhub Tetapkan Fase Darurat dan Lakukan Pencarian | IVoox Indonesia

12 Maret 2026

Pesawat Hilang Kontak ATR 42-500 di Makassar, Kemenhub Tetapkan Fase Darurat dan Lakukan Pencarian

Pesawat ATR 42-600S
Ilustrasi - Pesawat ATR 42-600S yang bisa lepas landas dan mendarat di landasan pacu sepanjang hanya 800 meter. ANTARA/ATR/pri.

IVOOX.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan pernyataan terkait hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT). Informasi awal diterima pada Sabtu, 17 Januari 2026, setelah pesawat tersebut mengalami loss contact saat proses pendekatan ke Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu diketahui mengoperasikan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Penerbangan tersebut dipimpin oleh Pilot in Command Capt. Andy Dahananto. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, pada pukul 04.23 UTC Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21.

Namun, dalam proses pendekatan, posisi pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendaratan yang seharusnya. ATC kemudian memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi serta menyampaikan beberapa instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendekatan sesuai prosedur. Setelah arahan terakhir tersebut, komunikasi antara ATC dan pesawat terputus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC secara resmi mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan yang berlaku. AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung upaya pencarian dan pertolongan.

Sebagai bagian dari penanganan darurat, pihak Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah menyiapkan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi dan informasi. Target pencarian difokuskan di wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang juga dijadikan sebagai lokasi posko Basarnas terdekat dengan area pencarian.

Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui dukungan penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA. Selain itu, AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.

“Jumlah orang di dalam pesawat atau Persons on Board (POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Informasi awal kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar delapan kilometer dengan kondisi sedikit berawan. Detail dan konfirmasi lanjutan masih dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).” Kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Sabtu (17/1/2026).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan terus melakukan koordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi. Kemenhub juga mengimbau seluruh operator penerbangan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca serta mematuhi ketentuan cuaca minimum sesuai prosedur operasi standar.

0 comments

    Leave a Reply