Pertamina Siapkan Skenario Mitigasi Peralihan LPG ke Minyak Tanah di Papua Barat | IVoox Indonesia

May 19, 2026

Pertamina Siapkan Skenario Mitigasi Peralihan LPG ke Minyak Tanah di Papua Barat

antarafoto-pengangkutan-lpg-untuk-wilayah-terdampak-bencana-di-aceh-1765031825-1
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal (kanan) berbincang dengan Sales Branch manager PT Pertamina (Persero) Aceh Muhammad Suhanda (kiri) saat menyambut kedatangan kapal roro Wira Loewisa yang mengangkut truk Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (6/12/2025). PT Pertamina (Persero) mengerahkan kapal roro membawa truk pengangkut LPG dari Lhokseumawe sebagai langkah percepatan untuk memenuhi kebutuhan warga setelah jalur darat terputus akibat bencana hidrometeorologi di Aceh. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

IVOOX.id – PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan skenario mitigasi kelangkaan liquefied petroleum gas (LPG) di Provinsi Papua Barat melalui peralihan sementara penggunaan minyak tanah seiring dengan ketegangan geopolitik global.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat Ahmad Sofyan Halim mengatakan kebutuhan mitigasi minyak tanah menggantikan konsumsi LPG diperkirakan mencapai 421 kiloliter dalam periode tiga bulan.

"Apabila benar-benar terjadi kelangkaan LPG, maka kami sudah siapkan skenario mitigasi," kata Sofyan di Manokwari, Selasa (19/5/2026), dikutip dari Antara.

Perhitungan tersebut, kata dia, berdasarkan data realisasi konsumsi LPG sebesar 336,8 metrik ton dengan konversi energi, yakni 1 metrik ton LPG setara penggunaan 1,96 kiloliter dan 1 kiloliter minyak tanah setara 0,8 metrik ton LPG.

Stok minyak tanah masih surplus apabila skenario mitigasi diterapkan dengan tambahan kebutuhan mitigasi 421 kiloliter, dan penyaluran diperkirakan mencapai 6.375 kiloliter atau masih di bawah kuota triwulanan yang tersedia.

"Tentu kami tidak ingin hal ini (kelangkaan LPG) terjadi. Tapi jika terjadi maka bisa diantisipasi dengan minyak tanah," katanya.

Ia menjelaskan kuota minyak tanah untuk tujuh kabupaten di Papua Barat pada 2026 mencapai 27.182 kiloliter atau sekitar 6.796 kiloliter kebutuhan per tiga bulan dengan realisasi penyaluran Januari-April sebesar 29 persen.

Alokasi minyak tanah Manokwari 11.469 kiloliter, Fakfak 5.908 kiloliter, Teluk Bintuni 3.626 kiloliter, Kaimana 2.800 kiloliter, Manokwari Selatan 1.429 kiloliter, Teluk Wondama 1.274 kiloliter, dan Pegunungan Arfak 676 kiloliter.

"Realisasi penyaluran kepada masyarakat terhitung sejak Januari hingga April 2026 mencapai 7.898 kiloliter," ujarnya.

Menurut dia, kuota minyak tanah Papua Barat yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tahun 2026 mengalami peningkatan 2.066 kiloliter dibanding 2025 yang tercatat sebanyak 25.116 kiloliter.

Skenario mitigasi peralihan sementara penggunaan minyak tahan difokuskan pada wilayah dengan tingkat konsumsi LPG tertinggi, seperti Manokwari, Fakfak, dan Teluk Bintuni sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan.

0 comments

    Leave a Reply