Persib Bandung Kembali Kantungi Lisensi AFC

IVOOX.id – Persib Bandung kembali mendapatkan lisensi klub profesional AFC untuk siklus 2025/2026. Sejak proses verifikasi lisensi klub AFC mulai diterapkan pada 2017, Persib Bandung sudah sembilan tahun mempertahankan lisensi tersebut.
"Bagi Persib, lisensi klub profesional AFC bukan sekadar pemenuhan regulasi atau persyaratan administratif. Ini adalah representasi dari komitmen kami untuk terus membangun klub yang sehat, profesional, terpercaya, dan memiliki fondasi yang kuat untuk jangka panjang," ujar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, di laman resmi Persib, Kamis (14/5/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Adhitia, keberhasilan mempertahankan lisensi sejak sembilan tahun yang lalu menunjukkan bahwa Persib terus bergerak dan bertumbuh sebagai institusi olahraga modern yang tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga pada kualitas pengelolaan klub secara menyeluruh.
"Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan Persib berjalan secara berkelanjutan, baik dari sisi performa tim, pengembangan pemain, penguatan infrastruktur, tata kelola organisasi, hingga pelayanan kepada Bobotoh dan seluruh stakeholder klub," kata dia.
Adhitia menambahkan, pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi Persib untuk terus meningkatkan standar di berbagai lini demi menghadirkan klub yang semakin kompetitif dan relevan di level nasional maupun Asia.
"Persib ingin terus tumbuh menjadi klub yang tidak hanya berprestasi di atas lapangan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif, menghadirkan kebanggaan, serta menjadi representasi baik bagi Bandung dan sepak bola Indonesia di level yang lebih luas," tambah dia.
Dalam proses Club Licensing siklus 2025/26, Persib bersama klub peserta kompetisi nasional lainnya, termasuk Liga 2 dan Liga Nusantara, menjalani evaluasi menyeluruh terhadap lima aspek utama, yakni sporting, infrastruktur, administrasi dan personel, legal, serta finansial.
Keberhasilan memenuhi seluruh aspek tersebut menjadi bukti bahwa Persib terus memperkuat fondasi klub secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi performa olahraga, tetapi juga melalui pengelolaan organisasi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Lisensi AFC ini membuat Pangeran Biru tak ada masalah apabila mendapatkan slot berlaga di Liga Champions Dua untuk musim depan, seperti yang terjadi dalam dua musim terakhir ketika menjadi juara liga.
Di musim ini sendiri, pencapaian Persib di Liga Champions Asia Dua dihentikan wakil Thailand, Ratchaburi, di babak 16 besar.
PSIM Targetkan Lisensi AFC untuk Musim 2027/2028
Sementara, PSIM Yogyakarta menargetkan mendapatkan lisensi kompetisi bermain di kompetisi Asia (AFC), dalam hal ini di Liga Champions Asia Dua (AFC Champions League Two/ACL 2) pada musim depan untuk membuka kelayakan partisipasi Laskar Mataram di kompetisi kasta kedua Asia ini musim depannya lagi pada 2027/2028.
Hal ini dikatakan General Manager PSIM, Steven Sunny, setelah juara Liga 2 Indonesia musim 2024/2025 ini menjadi satu dari hanya dua tim BRI Super League musim ini yang tak mendapatkan lisensi ACL 2 bersama PSBS Biak.
“Untuk siklus pengajuan lisensi musim depan (2026/27), PSIM berkomitmen untuk tampil lebih siap dan mulai mengikuti tahapan asesmen lisensi ACL 2, guna membuka kelayakan partisipasi kompetisi Asia untuk musim 2027/28,” kata Steven, di laman resmi I.League, Kamis (14/5/2026), dikutip dari Antara.
Dalam paparan hasil lisensi klub siklus musim ini, PSIM tercatat hanya mendapatkan status "granted" untuk berkompetisi di Super League pada musim depan, sementara 16 klub Super League, termasuk Semen Padang yang sudah terdegradasi, mendapatkan lisensi ACL 2, yang artinya secara otomatis mendapatkan lisensi Super League.
Saat mengungkapkan alasannya, Steven mengatakan hal ini dikarenakan fokus utama PSIM musim ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub setelah promosi ke kasta tertinggi untuk pertama kalinya setelah absen selama 18 tahun.
Selain itu, ketersediaan kuota partisipasi turnamen tingkat benua yang masih sangat minim juga menjadi alasan mengapa PSIM tak mengajukan lisensi ACL 2.
“Sebagai tim yang baru kembali menginjakkan kaki di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia setelah sekian lama, fokus utama manajemen PSIM di tahun pertama ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub, termasuk memastikan kelayakan Club Licensing untuk Super League 2025/26,” kata Steven.
Dengan hasil "granted" ini, Steven mengaku bersyukur proses panjang ini membuahkan hasil positif.
Ia juga memastikan manajemen terus mencermati segala perubahan aturan yang harus ditaati untuk bisa mendapatkan lisensi dan mengamankan tim karena adanya konsekuensi serius apabila sebuah klub gagal memenuhi kriteria wajib, yaitu pengurangan poin di awal kompetisi.
Saat ini, PSIM berada di posisi ke-11 dengan 42 poin dari 32 pertandingan. Di dua laga terakhir musim ini, mereka akan menghadapi dua tim asal Jawa Timur, dimulai pada Minggu (17/5) pukul 19.00 WIB menjamu Madura United, kemudian ditutup dengan laga tandang kontra Arema FC pada Jumat (22/5) pukul 15.30 WIB.


0 comments