Perkenalkan Produk UMKM pada Putri Mahkota Swedia, Pemprov NTB: Momentum Menembus Pasar Eropa | IVoox Indonesia

Perkenalkan Produk UMKM pada Putri Mahkota Swedia, Pemprov NTB: Momentum Menembus Pasar Eropa

antarafoto-putri-mahkota-swedia-kunjungi-ntb-1788598336-1
Putri Mahkota Swedia yang juga Duta Kehormatan UNDP, Victoria (kedua kanan), didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri (kedua kiri) melihat kain tenun tradisional saat mengunjungi Bale Kita di Mataram, NTB, Sabtu (5/9/2026). Victoria mengunjungi NTB untuk menyaksikan langsung upaya konservasi terumbu karang dan ekosistem laut sekaligus pengembangan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui penguatan penghidupan berkelanjutan di bidang pariwisata, perikanan, dan aktivitas ekonomi lainnya yang bergantung pada ekosistem laut yang sehat. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

IVOOX.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria ke Bale Kita NTB menjadi momentum krusial bagi akselerasi industri kreatif serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal bisa menembus pasar Eropa dan dunia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Wiranata, mengatakan kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria ke Bale Kita sekaligus sebagai Duta United Nations Development Programne (UNDP), di mana lembaga tersebut memiliki banyak program di NTB, salah satu programnya berada di Lombok Utara.

"Selain program fisik seperti irigasi dan air minum, UNDP juga membina UMKM, salah satunya petani mete di Lombok Utara. Sekarang petani di sana sudah bisa memproduksi banyak produk makanan dari biji mete," ujarnya usai mendampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam menerima kunjungan Putri Victoria di Bale Kita di Mataram, Sabtu (5/9/2026), dikutip dari Antara.

Ia menuturkan, sebagai rumah besar hasil produk UMKM di NTB, Bale Kita juga menjadi tempat bernaung hasil produk UMKM di Lombok Utara yang juga mendapatkan bantuan program dari UNDP.

"Selama ini keluhan dari para UMKM termasuk binaan UNDP adalah pemasaran. Sekarang kita bukakan pintu pemasaran di Bale Kita. Selain ini kita juga kerja sama dengan sejumlah pihak untuk pemasaran seperti di bandara dan Mandalika saat MotoGP, sehingga lebih banyak pasarnya," terang Wiranata.

Untuk program UNDP, jumlah UMKM yang mendapatkan pembinaan dan pelatihan di Lombok Utara cukup banyak, bahkan dari beberapa produk UMKM sudah bisa naik kelas.

"Mete ini salah satu produk dari NTB yang cukup besar, bahkan Putri Victoria mengaku bahagia program dari UNDP berdampak dan dinikmati oleh masyarakat sampai saat ini. Kami pun merasa terbantu dengan program UNDP ini (infrastruktur dan pembinaan) mereka, kita tinggal bantu naikkan kelasnya saja, kemasan dan jualan kita bantu sehingga ada nilai lebih," terangnya.

Menurutnya, untuk mendorong akselerasi industri kreatif dan UMKM lokal bisa menembus pasar internasional, khususnya Eropa dan Swedia, pihaknya tengah menyusun serangkaian langkah strategis untuk produk UMKM setempat. Salah satu di antaranya menyiapkan proposal pembinaan lanjutan UMKM sesuai dengan rencana program UNDP tahun depan.

Langkah ini, kata dia, difokuskan pada pelatihan perajin, dukungan sumber bahan baku, serta penambahan kapasitas produksi dengan merangkul 100 hingga 200 perajin baru.

"Sekarang ini kita butuh tambahan perajin Ketak, karena permintaan tambah besar kewalahan perajin kita saat ini. Jadi, kita butuh tambahan 100 sampai 200 perajin kita usulkan ke UNDP untuk dibina," terang Wiranata.

Untuk jumlah pelaku UMKM yang ditampung di Bale Kita, sebanyak 300 lebih. Dari jumlah itu tidak semua bisa ditampung jualan namun dibuat bergiliran.

"Yang sudah jalan tinggal ditaruh saja contoh produknya, bila ada pemesanan tinggal kita sampaikan untuk langsung ke tempat produksi UMKM," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk memikat pasar Eropa, NTB menonjolkan komoditas unggulan seperti mete olahan, kerajinan bambu, mutiara, dan wastra tenun. Produk-produk ini disesuaikan dengan standar pasar global, seperti penggunaan pewarnaan alami dan pemanfaatan serat alam seperti serat nanas.

Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi erat dengan Balai Kemasan NTB untuk menyiapkan peralatan mutakhir dan tim desainer guna menaikkan kelas kemasan produk. Selain mempercantik tampilan, Pemprov NTB juga mulai menyusun mekanisme pemesanan yang responsif serta memajang produk sampel di resmi.

"Melalui peningkatan kualitas kemasan, serta perluasan akses pasar ini diharapkan mampu membawa produk lokal NTB naik kelas secara berkelanjutan," katanya.

0 comments

    Leave a Reply