Perjalanan Wakil Indonesia di Laga China Open 2026 | IVoox Indonesia

July 27, 2026

Perjalanan Wakil Indonesia di Laga China Open 2026

Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie
Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie saat tampil di babak pertama China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu (22/7/2026). ANTARA/HO-PBSI

IVOOX.id – Sejumlah wakil Indonesia masih bertahan di babak pertama China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu, 22 Juli 2026. 

Dalam pertandingan babak pertama China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu, 22 Juli 2026, Jonatan Christie mengatasi perlawanan pemain Jepang Yudai Okimoto lewat drama rubber gim 21-17, 6-21, 21-13.

"Puji Tuhan bisa keluar dari situasi yang kurang nyaman, kurang enak. Karena memang lapangan di China Open ini sedikit tricky dengan kondisi angin dan shuttlecocknya. Tadi benar-benar harus pintar menerapkan strategi," kata Jojo dalam keterangan PBSI, Rabu (22/7/2026), dikutip dari Antara.

Selain faktor harus beradaptasi dengan lapangan, Jojo mengakui bahwa permainan Yudai memang sangatlah baik dan begitu ulet selama pertandingan.

"Yudai tipe pemain yang ulet, telaten, tidak mudah dimatikan, tipikal pemain Jepang," ungkap Jojo yang menjadi unggulan keempat pada turnamen kali ini.

Selanjutnya di babak kedua, Jojo akan bersua tunggal Singapura Loh Kean Yew pada Kamis.

Menatap laga tersebut, Jojo mengaku akan tampil hati-hati mengingat Loh Kean Yew merupakan pemain bertipe menyerang.

"Saya harus hati-hati dan ekstra waspada karena dengan kondisi seperti ini, pasti mainnya dia (Loh) lebih masuk. Harus diantisipasi," ungkap Jojo.

Sementara tunggal putra Indonesia Alwi Farhan harus mengakhiri perjalanannya pada BWF World Tour Super 1000 China Open 2026 setelah kalah dari wakil India Ayush Shetty pada babak pertama di Changzhou Olympic Sports Centre, Changzhou, China, Rabu, 22 Juli 2026.

Mengutip Antara, Alwi menyerah melalui pertandingan tiga gim dengan skor 17-21, 21-5, 17-21.

Pebulu tangkis peringkat ke-11 dunia itu mengawali pertandingan dengan kurang meyakinkan. Ayush mampu mengendalikan tempo permainan dan unggul 14-10 sebelum mengamankan gim pertama dengan skor 21-17.

Alwi kemudian memperlihatkan respons kuat pada gim kedua. Permainan menyerangnya membuat Ayush kesulitan mengembangkan pola permainan hingga Alwi merebut gim tersebut dengan skor telak 21-5.

Momentum tersebut gagal dipertahankan Alwi pada gim penentuan. Ayush kembali bermain lebih sabar dalam membangun reli dan unggul 10-8 menjelang interval sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17.

Hasil ini membuat Alwi tersingkir untuk kedua kalinya secara beruntun pada rangkaian tur Asia setelah sebelumnya dihentikan wakil tuan rumah Kodai Naraoka pada perempat final Japan Open 2026 dengan 18-21, 22-20, 18-21.

Pada nomor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhamamad Shohibul Fikri tak ingin terbebani dengan status juara bertahan China Open. Fikri mengatakan bahwa tekanan di setiap turnamen memang ada terlebih mereka baru saja menjuarai Japan Open 2026 pada akhir pekan lalu.

"Beban dan tekanan pasti ada di setiap turnamen, tidak hanya di sini karena kami juara bertahan dan pekan lalu baru juara di Jepang. Kami tidak mau terlalu melebih-lebihkan rasanya, ambil saja positifnya untuk semakin termotivasi dan percaya diri," kata Fikri dalam laman PBSI, Rabu (22/7/2026), dikutip dari Antara.

Fajar/Fikri melangkah ke babak kedua setelah mengatasi perlawanan sengit ganda China Huang Di/Liu Yang lewat rubber gim 21-15, 20-22, 21-9 pada pertandingan babak pertama China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu, 22 Juli 2026.

Fajar menilai bahwa pertandingan kali ini berjalan sangat sulit mengingat Huang/Liu tampil begitu ngotot karena memperoleh dukungan penuh dari publik sendiri.

Meski tidak menjalani proses adaptasi lapangan pada Selasa, Fajar mengaku tidak terlalu mengalami kendala berarti selama pertandingan walaupun sempat kesulitan dengan karakter shuttlecock.

"Memang kami tidak sempat mencoba arena pertandingan kemarin di sesi latihan jadi tadi coba beradaptasi dengan kondisi lapangan, arah angin dan karakter shuttlecock. Cukup berbeda rasanya dengan di Tokyo, tadi ada beberapa kali masih ragu-ragu. Bersyukur di gim ketiga kami bisa ambil start bagus dan terus unggul," ungkap Fajar, dikutip dari Antara.

Fajar/Fikri yang berstatus sebagai unggulan kedua dalam turnamen ini selanjutnya akan bersua ganda Jepang Takumi Nomura/Yuichi Shimogami pada babak kedua yang berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026.

Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum memetik pelajaran dari dua kekalahan sebelumnya untuk menumbangkan unggulan kedua asal China Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian pada babak pertama China Open 2026. Rachel/Febi memenangi pertandingan di Changzhou, China, Rabu, 22 Juli 2026, dua gim langsung 24-22, 21-17.

“Kami belajar dari dua kekalahan sebelum ini jadi tadi dari awal coba langsung meningkatkan hawa mainnya dan fokus untuk menyerang duluan,” kata Febi dalam keterangan resmi PBSI, dikutip dari Antara.

Dua pertemuan sebelumnya terjadi pada semifinal Australian Open 2026 saat Rachel/Febi kalah dengan skor 16-21, 22-20, 16-21, dan pekan lalu pada babak kedua Japan Open 2026 dengan skor 11-21, 21-19, 14-21.

Pada laga kali ini, Rachel/Febi tampil berani sejak awal meski mendapat perlawanan ketat pada gim pertama. Mereka mampu menjaga ketenangan pada poin-poin kritis untuk mengamankan gim pembuka 24-22.

Pasangan Indonesia itu kemudian mempertahankan tekanan pada gim kedua. Mereka juga mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berangin untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17.

“Dengan kondisi lapangan yang berangin kami bisa memanfaatkan situasi itu. Kami sudah tahu harus bermain seperti apa baik saat kalah ataupun menang angin. Puji Tuhan bisa berjalan dengan baik hari ini,” ujar Rachel, dikutip dari Antara.

Meski meraih kemenangan penting, Febi mengatakan mereka masih harus membenahi permainan, terutama dengan mengurangi kesalahan sendiri pada pertandingan berikutnya.

“Untuk besok kami masih harus mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri,” ujar Febi.

Mereka selanjutnya akan berhadapan dengan wakil Amerika Serikat Lauren Lam/Allison Quynh Lee yang mengalahkan wakil Taiwan Ya Ching Hsu/Yu-Hsuan Sung dengan skor 21-16, 7-21, 21-8.

Nasib berbeda untuk pebulu tangkis ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang terpaksa terhenti di babak pertama China Open 2026 setelah mengakui ketangguhan ganda Korea Selatan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong lewat rubber gim 21-17, 20-22, 13-21 di Olympic Sports Center Gymnasium, Jiangsu, Rabu, 22 Juli 2026.

Ana menyebut bahwa kekalahan ini disebabkan kesalahan mereka yang kurang bisa memanfaatkan momentum di setiap kesalahan Kim/Kong.

"Dari awal sudah benar caranya bahkan sampai di gim kedua yang posisinya menang angin," ujar Ana dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.

Ana mengatakan bahwa sebenarnya telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi kondisi lapangan di Jiangsu yang begitu berangin.

Namun permainan ulet yang ditunjukkan ganda unggulan keenam pada turnamen tersebut membuat Ana begitu kesulitan mengatur tempo permainan.

"Lawan mereka yang benar-benar kuat dan kena-an terus memang kami harusnya bisa jaga momentum. Terus menyerang tapi ada sabarnya juga. Tidak boleh terlalu bernafsu atau terburu-buru," ungkap Ana mengenai situasi pertandingan.

0 comments

    Leave a Reply