Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Prabowo Minta Polri Jaga Demokrasi dan Jamin Penyampaian Pendapat | IVoox Indonesia

July 3, 2026

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Prabowo Minta Polri Jaga Demokrasi dan Jamin Penyampaian Pendapat

antarafoto-pidato-presiden-pada-hut-ke-80-bhayangkara-1782884287-1
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan pidatonya saat menjadi inspektur upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026) Polri menggelar peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara bertema 80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat yang diisi dengan upacara, parade, penganugerahan tanda kehormatan, defile, serta pameran alat utama dan alat khusus produksi dalam negeri. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa Kepolisian Negara RI (Polri) untuk menjadi penjaga demokrasi Indonesia dan menjamin setiap masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara damai saat memberikan arahan di upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026. 

Presiden Prabowo mengatakan penyampaian kritik dan masukan sangat penting bagi kehidupan demokrasi di Indonesia, meski harus tetap sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

"Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita. Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai," kata Presiden Prabowo Subianto, dikutip dari Antara.

Namun di saat yang sama, kata Prabowo, juga tetap harus dipastikan hukum ditegakkan dan ketertiban selalu dipelihara. Penegakan hukum perlu dilakukan karena dimaksudkan sebagai pelindung rakyat dan memberi rasa aman kepada masyarakat.

Prabowo mengatakan bahwa hukum di Indonesia harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang masuk dalam kategori lemah dan karena itu tidak boleh hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

"Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik," kata Presiden.

Ia juga menekankan agar para penegak hukum tidak melakukan diskriminasi serta penyalahgunaan wewenang.

"Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang," tegas Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus memastikan masyarakat yang lemah memperoleh perlindungan, sementara bagi masyarakat yang sedang mencari keadilan bisa mendapatkan pelayanan yang semestinya.

"Saya tekankan kembali. Rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan. Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya," imbuh Presiden Prabowo.

Pesan Prabowo

Prabowo menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh jajaran Polri yang mencakup menjaga kepercayaan masyarakat hingga menguasai kecerdasan buatan (AI).

"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga meminta seluruh personel Polri selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik. Menurutnya, polisi harus menjadi pelindung dan pengayom, bukan menimbulkan kesulitan bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas dan penghasilan aparat negara berasal dari rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan melalui pengabdian yang tulus.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Ia meminta anggota Polri berani membela kebenaran dan melindungi kelompok yang lemah tanpa takut terhadap tekanan dari pihak mana pun.

"Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa," katanya dengan tegas.

Selain itu, Presiden Prabowo mendorong Polri terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, tantangan kejahatan modern hanya dapat dihadapi oleh aparat yang terus belajar dan memiliki kemampuan yang unggul.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa.

Ia menyebut Polri tidak dapat bekerja sendiri, namun harus berkolaborasi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, dan seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai pesan penutup, Presiden Prabowo meminta Polri terus melakukan pembenahan internal dengan menjunjung sikap rendah hati dan terbuka terhadap perubahan.

"Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri, justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Polri yang dinilai terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, disiplin, pelayanan publik dan memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa.

Apresiasi Polri Dukung Ketahanan Pangan dan MBG

Di kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keterlibatan aktif Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Karena itu, saya menyampaikan penghargaan bagaimana giatnya Kepolisian Republik Indonesia sekarang ikut aktif, terlibat dalam upaya ketahanan pangan rakyat kita," kata Prabowo.

Presiden mengatakan Polri turut mendukung peningkatan produksi pangan, termasuk melalui pengembangan sektor jagung serta pembangunan gudang penyimpanan pangan di berbagai daerah.

Selain itu, menurut dia, Polri juga berperan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis dengan membangun lebih dari seribu satuan pelayanan pemenuhan gizi atau dapur MBG.

"Polri juga ikut aktif membangun lebih dari seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur-dapur untuk program MBG. Dan saya tidak ragu-ragu sampaikan di sini, dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah dapur-dapur yang terbaik," ujarnya.

Prabowo mengatakan kualitas dapur MBG yang dibangun Polri mendapat perhatian dari sejumlah pengamat lembaga internasional yang telah meninjau langsung fasilitas tersebut.

Selain mendukung ketahanan pangan, Presiden juga mengapresiasi keterlibatan Polri dalam membangun sumur bor air bersih, jembatan, serta membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah.

Pada rangkaian upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut, Presiden Prabowo menerima medali kehormatan keamanan dan keselamatan publik Loka Praja Samrakshana dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri menyematkan medali tersebut kepada Presiden Prabowo di hadapan pasukan upacara.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Presiden terhadap perkembangan dan kemajuan Polri, khususnya dalam mendukung fungsi perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum bagi keamanan masyarakat, bangsa, dan negara.

Loka Praja Samrakshana berasal dari bahasa Sanskerta yang dapat diartikan sebagai perlindungan terhadap masyarakat, bangsa, dan negara. Kata "loka" dan "praja" yang keduanya dapat merujuk pada makna negara dan rakyat.

Predikat yang sama pernah disematkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Oktober 2024, menjelang pelantikan Prabowo-Gibran, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya terhadap pengembangan organisasi Korps Bhayangkara.

Selain penganugerahan kepada Presiden, upacara turut mengukuhkan pangkat kehormatan kepada tiga tokoh nasional purnawirawan Polri, yaitu mantan Ketua MPR RI periode 2013-2014 Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, mantan Ketua KPK periode 2015 Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki, dan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara periode 2004-2009 Brigjen Pol (Purn) Taufiq Effendi.

Rangkaian penganugerahan turut mencakup Tanda Kehormatan Samkaryanugraha Nugraha Sakanti kepada sejumlah satuan kerja dan kepolisian daerah, serta Bintang Bhayangkara Narariya kepada personel Polri berprestasi dari berbagai tingkatan.

0 comments

    Leave a Reply