Peremajaan Tanaman Tebu di Probolinggo Capai 1.000 Hektare | IVoox Indonesia

May 25, 2026

Peremajaan Tanaman Tebu di Probolinggo Capai 1.000 Hektare

Bupati Probolinggo M. Haris
Bupati Probolinggo M. Haris (tengah) memimpin tanam perdana program bongkar ratoon tebu di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Probolinggo/vft.

IVOOX.id – Program tanam perdana bongkar ratoon atau peremajaan tebu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada 2026 tercatat mencapai 1.000 hektare dan perluasan areal tanam tebu seluas 200 hektare. Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan, program tersebut menjadi solusi penting untuk meremajakan tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun.

"Kabupaten Probolinggo siap mendukung program strategis nasional sektor perkebunan, khususnya pengembangan komoditas tebu," kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris di Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (23/5/2026), dikutip dari Antara.

Dalam tanam perdana program bongkar ratoon tebu dan perluasan areal tebu tahun 2026 itu, dilaksanakan di lahan milik anggota Kelompok Tani Sekar Tani Desa Sekarkare Kecamatan Dringu, Senadi, yang menjadi salah satu penerima program tersebut.

Haris yang didampingi perwakilan Forkopimda dan Tenaga Ahli Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Baginda Siagia menambahkan, program bongkar ratoon merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu.

"Itu juga bagian dari upaya mendukung produksi gula nasional dan kesejahteraan petani,” katanya.

Bupati Haris menambahkan pada 2026 Kabupaten Probolinggo memperoleh alokasi pengembangan kawasan tebu seluas 1.200 ha. Dari jumlah tersebut, seluas 1.000 hektar diperuntukkan bagi program bongkar ratoon dan 200 hektar untuk perluasan areal tanam tebu.

Berdasarkan data 2025, luas panen tebu di Kabupaten Probolinggo mencapai 2.459 ha dengan total produksi mencapai 195.743,80 kuintal dan produksi rata-rata mencapai 79,6 kuintal per ha.

“Potensi tebu di Kabupaten Probolinggo sangat besar, sehingga kami terus mendukung pengembangan sektor perkebunan agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Hingga 22 Mei 2026, progres usulan kegiatan tebu di Kabupaten Probolinggo yang telah mendapatkan SK definitif mencapai 617,81 ha untuk bongkar ratoon dan 166,15 hektar perluasan areal tanam.

Program tersebut tersebar di sejumlah kecamatan meliputi Dringu, Tegalsiwalan, Maron, Banyuanyar, Gending, Leces, Pajarakan, Bantaran, Tongas dan Sumberasih.

“Harapannya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani dan industri gula dapat mempercepat peningkatan produktivitas tebu di Kabupaten Probolinggo sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi gula nasional,” katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Baginda Siagian menjelaskan program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor perkebunan.

“Jawa Timur menjadi salah satu sentra utama produksi gula nasional sehingga peningkatan produktivitas tebu menjadi fokus pemerintah pusat,” kata Baginda, dikutip dari Antara.

Menurutnya, untuk menyukseskan program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam tebu membutuhkan dukungan seluruh pihak terkait. Oleh karena itu, pihaknya akan berkolaborasi untuk menyosialisasikan program tersebut, mengingat 90 persen target nasional ada di Jawa Timur.

Program tanam perdana bongkar ratoon tebu dan perluasan areal tebu tahun 2026 dilaksanakan serentak di 15 titik lokasi pada 10 kabupaten di Jawa Timur.

Kabupaten Kediri menjadi lokasi utama pelaksanaan secara langsung tepatnya di lahan tanam kebun Ngletih, Desa Ngletih, Kecamatan Kandat yang masuk pada wilayah kerja Pabrik Gula Ngadirejo.

0 comments

    Leave a Reply