Pentingnya Gerakan Sosial 3P Untuk Menanggulangi Stunting dan Cegah Penyebaran Covid-19

IVOOX.id, Mamuju – Untuk menanggulangi penyebaran stunting dan juga virus covid-19, gerakan sosial 3P (Pahami, Peduli, Partisipasi) penting untuk dilakukan oleh masyarakat saat ini.
Melalui gerakan sosial ini, kita akan belajar untuk melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari virus covid-19 dan juga stunting pada balita. Masyarakat juga diminta untuk aktif mencari informasi sebanyak mungkin melalui media untuk lebih mengerti bagaimana cara untuk menerapkan pola hidup sehat.
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar mengungkapkan kampanye pencegahan Stunting dengan menerapkan pola hidup sehat, itu sejalan dengan upaya mencagah wabah Covid-19 di Sulawesi Barat. Untuk itu Gubernur menghimbau untuk masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
"Terapkan pola hidup bersih, lingkungan bersih, dan komsumsi makanan bergizi," ujar Gubernur.
Ali Baal Masdar mengaku sejak lama telah menjalankan gerakan 3P dalam rangka pencegahan Stunting di Provinsi Sulbar. Imbauan menerapkan pola hidup sehat ini dilakukan, terutama bagi jajaran ASN lingkup pemprov Sulbar, termasuk dilakukannya kampanye Stunting mengingat Sulbar termasuk daerah tertinggi stunting. Apalagi dengan kondisi saat ini menghadapi Pandemi Covid-19, menerapkan pola hidup sehat sangat penting agar masyarakat terhindar dari Covid-19 dan memutus rantai penyebaran Covid-19.
"Lewat ini (Gerakan 3P) berangkat dari ASN, membudaya ke masyarakat. Supaya masyarakat memiliki pemahaman yang benar, tumbuh kepedulian, dan terdorong berperan, berpartisipasi menjadi pelopor untuk memutus penularan virus Covid-19," ujar Gubernur.
Sejak masuknya covid-19 pada awal maret lalu membuat perubahan di tengah masyarakat. Mulai menjaga kebersihan, dan rajin mencuci tangan. Apalagi saat virus berbahaya ini masuk ke Sulbar, kata dia, phyisical distancing serta protokol kesehatan lebih dimaksimalkan.
Ali mengharapkan, tokoh masyarakat turut berpartisipasi mengajak masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat, dan mengonsumsi makanan yang bergizi untuk dalam jangka pendeknya mencegah penyebaran Covid-19 dan jangka panjangnya menghentaskan stunting.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, mengamini pernyataan Gubernur Sulbar, tentang kampanye pemerintah tentang penerapan pola hidup sehat dimasyarakat yang selaras dengan upaya pencegahan penyebaran pandemic Covid-19 dewasa ini.
“Saya sepakat bahwa kampanye untuk menerapkan pola hidup sehat yang kami kampanyekan dalam rangka pencegahan stunting selaras dengan upaya kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19”, jelas Widodo.
Widodo mencontohkan kampanye untuk mencuci tangan yang dilakukan dalam pemerintah dalam rangka pencegahan Stunting, selaras dengan penyebaran Covid-19 dapat dihambat lewat kebiasaan mencuci tangan.
“Contoh sederhana adalah kebiasaan mencuci tangan, jauh-jauh hari kami telah melakukan sosialisasi dalam rangka kampanye pencegahan Sunting, nyatanya ini (cuci tangan) juga dapat menjadi salah satu upaya penghambat penyebaran Covid-19, karena kebanyakan penularan Covid melalui perantara tangan,” jelas Widodo.
Widodo menekankan pentingnya untuk mengedukasi masyarakat saat ini untuk memahami dan mencegah penyebaran Covid-19 sekaligus pencegahan stunting secara bersamaan, dengan cara penerapan pola hidup sehat.
“Stunting ini gagal tumbuh pada balita karena kekurangan gizi kronis dalam kurun waktu yang lama. Faktor penyebabnya salah satunya adalah pola hidup yang tidak sehat, Covid-19 adalah virus yang menyebabkan infeksi kronis saluran pernafasan. Kedua hal ini dapat kita cegah bersama dengan menerapkan pola hidup sehat,” jelas widodo.
“Oleh karenanya masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat, agar jangka pendeknya dapan mencegah penyebaran Virus Covid-19 dan jangka panjangnya mencegah Stunting,” tutup Widodo.


0 comments