Penghentian Sementara Perdagangan BEI, Airlangga: Momentum Reformasi Pasar Modal | IVoox Indonesia

February 2, 2026

Penghentian Sementara Perdagangan BEI, Airlangga: Momentum Reformasi Pasar Modal

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi (kanan) usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis (29/1/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

IVOOX.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penghentian sementara perdagangan (trading halt) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kedua kalinya menjadi momentum bagi otoritas guna mempercepat reformasi regulasi pasar modal.

"Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk mereformasi regulasi pasar modal. Kita melihat best practice dan kita ikuti, karena sudah ada jadwalnya dan sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya," ujar Airlangga usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis (29/1/2026), dikutip dari Antara.

Sebagaimana diketahui, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 09.26 WIB dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG turun hingga 8 persen.

Saat itu, indeks melemah 665,89 poin atau 8,00 persen ke level 7.654,66. Perdagangan kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 WIB tanpa perubahan jadwal sesi.

Dalam hal ini, Airlangga mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan terkait gejolak pasar tersebut.

Hasil pembahasan menekankan pentingnya pembaruan aturan dan tata kelola di pasar modal.

"Kita harus terus melakukan reformasi terhadap regulasi di pasar modal. Makanya kan tadi saya bilang, kita akan meminta bursa untuk melakukan reformasi mengenai regulasi. Detailnya nanti OJK akan menjelaskan," ujarnya.

Penjelasan lebih rinci mengenai komunikasi antara otoritas dan MSCI akan disampaikan oleh OJK.

Adapun selain imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga keuangan global Goldman Sachs turut menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight.

0 comments

    Leave a Reply