Pengamat Sebut Sustainable Aviation Fuel Dapat Membantu Penerbangan Domestik

IVOOX.id – Pengamat transportasi Djoko Setidjowarno dari Universitas Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah mengungkapkan, teknologi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) dapat membantu penerbangan domestik.
"Kalau memang itu secara teknologi, saya kira di tengah sekarang harga avtur kita tinggi juga, kalau itu memang bisa maka sangat membantu," ujar Djoko, Kamis (29/1/2026), dikutip dari Antara.
Dirinya menambahkan bahwa salah satu yang menjadi persoalan mahalnya harga tiket penerbangan domestik dikarenakan harga avtur.
"Kalau itu memang bisa, bagus, terutama untuk penerbangan-penerbangan dalam negeri. Sejauh mana itu penelitiannya saya kira harus dibuktikan.Tentunya terdapat orang-orang yang memiliki kemampuan untuk meriset penggunaan bahan bakar tersebut, dan itu yang diperlukan oleh kita," katanya.
Sebagai informasi, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan membentuk Tim Nasional Pengembangan Industri Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF).
Berbagai langkah percepatan implementasi dan pengembangan industri SAF nasional telah mulai dijalankan oleh masing-masing bidang kerja dalam tim nasional tersebut.
Pembentukan Tim Nasional SAF tersebut merupakan bagian dari mendorong penguatan dekarbonisasi transportasi, salah satunya transportasi udara.
Upaya percepatan dekarbonisasi sektor transportasi nasional terus diperkuat seiring target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia. Sub sektor transportasi ditargetkan berkontribusi sebesar 5 persen terhadap penurunan emisi GRK sektor energi nasional pada tahun 2030.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan meluncurkan peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi pada Mei 2026.
Peta jalan tersebut akan memuat langkah-langkah strategis pemerintah dalam melakukan dekarbonisasi di sektor transportasi untuk jangka menengah maupun jangka panjang.
Penyusunan perpres implementasi avtur ramah lingkungan atau sustainable aviation fuel juga menjadi salah satu komitmen Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Selain itu, AHY juga menyoroti pemanfaatan karbon offset (tebus karbon) pada subsektor transportasi dalam mencapai target dekarbonisasi.
Peta jalan tersebut juga diyakini oleh AHY akan menjadi kontribusi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN, untuk melakukan dekarbonisasi.


0 comments