Penerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Prabowo, dari Orang Terdekat, Pimpinan Lembaga, Menteri, Budayawan, Ilmuan, Akademisi, Pengusaha, hingga Purnawirawan Jenderal | IVoox Indonesia

August 30, 2025

Penerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Prabowo, dari Orang Terdekat, Pimpinan Lembaga, Menteri, Budayawan, Ilmuan, Akademisi, Pengusaha, hingga Purnawirawan Jenderal

Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Hashim Djojohadikusumo
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Hashim Djojohadikusumo di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden

IVOOX.id – Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan kepada 141 penerima tahun ini. Beragam tokoh yang menerimanya, mulai dari orang terdekat, pimpinan lembaga, budayawan, ilmuan akademisi, pengusaha, hingga purnawirawan jenderal. 

Salah satu penerima misalnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, pemilik

Pemilik Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo. Putra bungsu dari pasangan Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar mengaku kurang nyaman mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Prabowo dalam upacara penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025.

Hashim mengaku kurang nyaman karena Presiden Prabowo Subianto, yang juga kakak kandungnya yang menganugerahi tanda kehormatan itu secara langsung kepada dirinya.

"Saya terus terang saja merasa, waktu saya diberitahu, saya merasa kurang nyaman karena Presiden kan kakak kandung sendiri," kata Hashim usai Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025), dikutip dari Antara.

Tanda Kehormatan itu didapatkan Hashim atas jasanya dalam pelestarian satwa langka dan warisan budaya.

Hashim mengaku bahwa Tanda Kehormatan ini merupakan keempat kalinya yang ia raih atas jasa pada bidang tersebut.

Sebelumnya, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui Wakil Presiden Ke-11 RI, Boediono, juga memberikan penghargaan. Kemudian, Hashim juga mendapat dua kali penghargaan saat Presiden Ke-7 RI Joko Widodo menjabat.

"Zaman Pak Jokowi dapat dua kali penghargaan, dari Menteri Lingkungan Hidup, maka ini keempat kali ya dapat penghargaan akhirnya saya terima juga," kata Hashim.

Ia mengaku telah berjuang selama 20 tahun dalam melestarikan satwa dan warisan budaya di Indonesia, termasuk wayang hingga arkeologi nasional.

Adapun Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada tokoh yang berjasa luar biasa dalam menjaga keutuhan, kelangsungan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua MPRI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, serta Gubernur BI  Perry Warjiyo termasuk petinggi lembaga negara yang menerima Tanda Kehormatan di Istana Negara.

Ahmad Muzani menerima tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama bersama dengan Puan serta Sultan.

Bintang Republik Indonesia Utama merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi di Indonesia untuk menghargai mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan NKRI.

Puan, seusai menerima penghargaan itu, menyatakan bahwa anugerah tanda jasa yang ia terima merupakan amanah untuk terus berbakti pada nusa dan bangsa.

"Yang pasti, bisa berbakti pada nusa dan bangsa, bisa bersama-sama bergotong royong bangun bangsa dan yang terbaik untuk bangsa," kata Puan, dikutip dari Antara, Senin (25/8/2025).

Puan mengatakan bahwa penghargaan yang didapat itu bukan semata bentuk pengakuan, tetapi juga kesadaran terhadap tanggung jawabnya kepada rakyat.

Pada kesempatan itu, Puan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Negara atas penghargaan yang diberikan.

"Penghargaan Bintang Republik Indonesia Utama yang saya terima hari ini bukan semata pengakuan atas perjalanan pribadi, melainkan tanggung jawab besar yang dititipkan masyarakat kepada saya," katanya.

Sementara, Sultan juga menerima Tanda Kehormatan berupa Bintang Republik Indonesia Utama. Tanda kehormatan itu diberikan atas jasa luar biasa Sultan dalam bidang politik dan kepemudaan, khususnya melalui advokasi pemberdayaan pemuda, penguatan ekonomi daerah, serta kontribusinya di lembaga legislatif yang mendorong partisipasi generasi muda dan memperkuat pembangunan daerah.

Seusai menerima penghargaan, Sultan menegaskan bahwa Bintang RI Utama bukan semata bentuk apresiasi negara terhadap dirinya, melainkan juga pengakuan terhadap peran DPD RI sebagai representasi daerah.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh anggota DPD RI, rakyat di daerah, dan juga kaum muda yang menjadi tulang punggung negara ini. Penghargaan ini menunjukkan DPD sebagai rumah aspirasi daerah, rakyat, dan kaum muda yang menjadi bagian dari arus besar pembangunan nasional," kata Sultan dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (25/8/2025).

Sultan menilai peran DPD RI semakin penting di tengah kebutuhan mempercepat pemerataan pembangunan.

Sultan menekankan bahwa kebijakan nasional harus berpijak pada realitas di daerah, agar pembangunan tidak hanya terpusat di kota besar.

"Aspirasi dari pelosok harus hadir dalam perumusan kebijakan pusat. Dengan begitu, pembangunan benar-benar merata hingga ke desa-desa," tuturnya.

Perry Warjiyo menerima Tanda Kehormatan berupa Bintang Mahaputera Utama atas dedikasi dan pengabdiannya dalam bidang ekonomi dan moneter.

“Penganugerahan ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam bidang ekonomi dan moneter melalui kepemimpinan Bank Indonesia, inovasi kebijakan makroprudensial, serta penguatan sistem pembayaran digital,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan​​ dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/8/2025), dikutip dari Antara.

Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera merupakan bintang kehormatan tertinggi setelah Bintang Republik Indonesia.

Tanda Kehormatan ini terdiri atas lima kelas yakni Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, dan Bintang Mahaputera Nararya.

Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, syarat khusus untuk menerima Bintang Mahaputera, antara lain berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.

Penerima penghargaan tersebut dinilai karena pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara.

Selain itu, darmabakti dan jasanya juga diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.

Prabowo juga memberikan tanda kehormatan pada sejumlah purnawirawan jenderal. Di antaranya Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono yang menerima tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama. Penghargaan tersebut diberikan atas jasa luar biasa Hendropriyono di bidang pertahanan dan intelijen melalui pengabdiannya sebagai perwira tinggi TNI serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)

Dalam pengabdiannya, Hendropriyono memimpin berbagai operasi strategis dan turut berperan dalam pengembangan sistem keamanan nasional.

Sejumlah ilmuan dan akademisi juga menerima Tanda Kehormatan. Prabowo menganugerahi Tanda Jasa dan Kehormatan kepada sejumlah ilmuwan di sektor kesehatan, mulai dari pemegang paten Vaksin AstraZeneca hingga pengembang motode Immunotherapy Nusantara.

Salah satu penerima, adalah Carina Citra Dewi Joe, ilmuwan yang memegang paten Vaksin Covid-19 Oxford AstraZeneca yang dianugerahi Bintang Jasa Utama atas kontribusinya dalam pengembangan bioteknologi dan kesehatan global, termasuk merumuskan formula produksi massal vaksin.

“Terima kasih kepada Pak Prabowo sebagai Presiden yang telah menghargai terutama di bidang sains. Menurut saya, ini sangat penting terutama di bidang kesehatan, karena merupakan salah satu bentuk ketahanan kesehatan negara," kata Carina di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025), dikutip dari Antara.

Saat pandemi, kata Carina, masyarakat global membutuhkan vaksin untuk mengatasinya agar tidak menambah dampak yang lebih luas dan berkepanjangan.

Carina juga seorang Guru Besar Kehormatan (Honoris Causa) Universitas Airlangga di bidang ilmu rekayasa dan bio-manufaktur yang dikukuhkan sejak 20 Desember 2023.

Nama lain yang memperoleh Bintang Mahaputera Adipradana tahun ini adalah Terawan Agus Putranto yang kini berprofesi sebagai dokter spesialis radiologi yang juga mantan Menteri Kesehatan RI (2019-2020).

Terawan yang juga seorang Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Kesehatan, dikenal karena perannya dalam mengembangkan Immunotherapy Nusantara.

Terapi ini memanfaatkan sistem imun tubuh untuk melawan penyakit, termasuk kanker dan infeksi, dengan bahan-bahan lokal Indonesia.

Konsep ini juga telah diperluas ke Timor Leste dan menarik minat sejumlah negara lain yang ingin mengembangkan metode serupa.

“Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana merupakan tanda kehormatan untuk saya, sekaligus menjadi pengingat saya untuk bekerja lebih baik lagi, mendarmabaktikan diri saya untuk Indonesia,” kata Terawan, dikutip dari Antara, Senin (25/8/2025).

Terawan mengucapkan terima kasih yang mendalam, kepada Presiden yang telah memberikan tanda kehormatan tersebut.

”ini merupakan penghargaan kedua, setelah Bintang Mahaputera Nararya yang diberikan oleh Bapak Presiden SBY di tahun 2013," katanya.

Mantan Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah juga menjadi tokoh yang menerima Tanda Kehormatan dari Prabowo. Burhanuddin menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana. Burhanuddin menerima penghargaan tersebut atas jasa-jasanya dalam menjaga stabilitas moneter, memperkuat sistem perbankan internasional, serta memimpin kebijakan strategis di tengah tantangan perekonomian global maupun domestik.

Burhanuddin saat ini merupakan salah satu Board of Advisors di lembaga think tank independen Prasasti Center for Policy Studies, dikenal luas sebagai ekonom senior dengan rekam jejak panjang di dunia kebijakan ekonomi nasional.

Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada periode 2003-2008, serta aktif terlibat dalam berbagai inisiatif strategis di bidang ekonomi dan pembangunan.

Penghargaan ini menjadi tanda kehormatan kedua yang diterima oleh Burhanuddin Abdullah. Sebelumnya, pada 2007, ia telah menerima penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Penasihat Khusus Presiden bidang Politik dan Keamanan Wiranto, dan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal (Purn) TNI Agum Gumelar juga ada dalam daftar penerima Tanda Kehormatan dari Prabowo.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima tanda jasa dan kehormatan dari Prabowo .

Dasco menerima tanda jasa dan kehormatan "Bintang Republik Indonesia Utama". Wakil Ketua DPR RI koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu dianggap sangat berjasa dalam bidang politik dan kebangsaan melalui kepemimpinannya di lembaga legislatif.

"Saya hanya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara-saudara sekalian," kata Presiden Prabowo dalam upacara penganugerahan di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025), dikutip dari Antara.

Selain itu, Dasco juga dinilai berperan dalam mengawal regulasi strategi nasional, termasuk perannya dalam penguatan sistem demokrasi tanah air.

Para menteri dan wakil menteri juga memperoleh penghargaan, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sementara dari kalangan dunia usaha yang mendapatkan penghargaan antara lain Pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad yang lebih dikenal sebagai Haji Isam.

"Semoga jasa-jasa saudara-saudara terus menjadi warisan bagi generasi penerus," kata Prabowo, dikutip dari Antara. 

0 comments

    Leave a Reply