Penerbangan Bandara Kualanamu Terganggu Kabut Asap | IVoox Indonesia

Penerbangan Bandara Kualanamu Terganggu Kabut Asap

calon penumpang maskapai sedang menanti operasional penerbangan di  Bandara Kualanamu
Sejumlah calon penumpang maskapai sedang menanti operasional penerbangan di terminal domestik Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-PT Angkasa Pura Aviasi

IVOOX.id – PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang menyebut, sebanyak tujuh penerbangan dari dan menuju Kualanamu terganggu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra.

"Dari pengamatan kami sejak pagi tadi hingga malam ini ada tujuh penerbangan mengalami delay (tertunda) akibat asap," ucap Humas PT Angkasa Pura Aviasi Zul Andrika di Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (14/10/2026), dikutip dari Antara.

Ketujuh penerbangan itu, lanjut dia, terdiri atas sebanyak enam penerbangan domestik, dan satu penerbangan internasional akibat sebaran kabut asap melanda kawasan bandara setempat.

Adapun ketujuh penerbangan yang mengalami penundaan sementara tersebut dari dan menuju Gunungsitoli, Sibolga, Lhokseumawe, Pekanbaru, Batam, dan Penang di Malaysia.

"Saya lihat tadi para penumpang maskapai Citilink tujuan Pekanbaru mengalami delay hampir tiga jam di Kualanamu," kata Zul Andrika.

Menurutnya, penundaan penerbangan ini terjadi karena jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat mengalami keterlambatan hingga kondisi cuaca membaik.

"Tak lama memang. Ada beberapa penerbangan yang sebelumnya ditunda, kini sudah terbang," jelas Zul Andrika.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan, bahwa terdeteksi asap melanda seluruh wilayah Sumatra Utara.

Padahal, lanjut dia, pemantauan citra satelit pada sebaran hot spot (titik panas) di Sumatra Utara tidak terdapat satu pun titik panas di wilayah Sumatra Utara.

"Tapi pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit hari ini pukul 10.00 WIB, terjadi penurunan jarak pandang di Sumatra Utara menjadi 1 sampai 4 kilometer," jelas Hendro, dikutip dari Antara.

Selain itu, pemantauan kualitas udara terkonsentrasi PM2.5 atau partikel sangat kecil di udara berada di wilayah udara Sumatra Utara pada kategori sedang dan tidak sehat.

Pihaknya mengimbau masyarakat Sumut di wilayah berpotensi terdampak kabut asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara berkabut atau jarak pandang menurun.

"Apabila memerlukan kegiatan di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker," tegas Hendro.

0 comments

    Leave a Reply