Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup karena Kebakaran Alun-alun Suryakancana

IVOOX.id – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP) menutup sementara pendakian selama lima hari karena lahan di kawasan Alun-alun Suryakancana terbakar, pengawasan diperketat guna mencegah terjadinya pendakian ilegal selama penutupan.
Humas BB TNGGP Ade Bagja mengatakan penanganan kebakaran lahan dilakukan bersama petugas gabungan dan relawan dengan jumlah sekitar 125 orang.
Pendaki yang sudah mendaftar untuk naik pada tanggal 7-11 Agustus atau selama penutupan dapat mengajukan pengembalian atau perubahan jadwal pendakian dan tidak memaksakan diri naik secara ilegal.
"Kami akan perketat pengawasan dengan menempatkan petugas di setiap jalur pendakian, guna mengantisipasi pendakian ilegal selama penutupan. Sanksi tegas akan diberikan bagi mereka yang melakukan pendakian ilegal," kata Ade di Cianjur, Jumat (7/8/2026), dikutip dari Antara.
Pihaknya langsung mengeluarkan Surat Edaran (SE) Kepala BBTNGGP Nomor SE.18 tahun 2026 tentang Penutupan Pendakian Dalam Rangka Penanganan Kebakaran di Alun-alun Suryakencana selama lima hari mulai tanggal 7-11 Agustus.
Hasil penyelidikan kebakaran, kata dia, masih menunggu laporan dari petugas di lapangan yang sejak Kamis, 6 Agustus 2026, malam sudah melakukan penanganan bersama puluhan relawan, termasuk berapa luas lahan yang terbakar serta penyebab pasti kebakaran.
"Kami masih menunggu laporan dari petugas yang sudah melakukan penanganan bersama petugas gabungan dan relawan. Kami belum tahu pasti berapa luas lahan yang terbakar dan penyebab awal kebakaran," kata Ade.
Dia menegaskan pengamanan dan pengawasan akan diperketat selama masa penutupan, termasuk melibatkan masyarakat di sekitar pintu masuk pendakian di kawasan Gunung Putri, Kecamatan Pacet, kawasan wisata Cibodas, dan pintu masuk Salabintana-Sukabumi.
"Ketika ditemukan ada pendaki ilegal, sanksi tegas akan diberikan mulai dari sanksi sosial sampai dengan larangan mendaki di seluruh taman nasional di Indonesia," kata Ade Bagja.


0 comments