Pemprov DKI Luncurkan Gerakan Literasi Lima Abad | IVoox Indonesia

Pemprov DKI Luncurkan Gerakan Literasi Lima Abad

Malam Anugerah Piala HB Jassin 2026
Malam Anugerah Piala HB Jassin 2026 di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (17/10/2026). (ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta).

IVOOX.id – Gerakan Literasi Lima Abad resmi diluncurkan pada Malam Anugerah Piala HB Jassin 2026 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Oktober 2026. Gerakan tersebut diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027. 

“Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk menghasilkan karya tulis dan karya kreatif, seperti puisi, cerita pendek, kisah pengalaman, esai, serta berbagai bentuk tulisan yang merekam kehidupan Jakarta dari beragam perspektif,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin Diki Lukman Hakim di Jakarta, Minggu (18/10/2026), dikutip dari Antara.

Dia mengatakan pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, sastrawan, komunitas literasi, serta masyarakat umum memiliki kesempatan untuk menyumbangkan cerita dan gagasan mengenai perjalanan ibu kota.

Oleh karena itu, perpustakaan dan ruang kebudayaan diharapkan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya generasi penulis dan pemikir baru.

"Menjelang lima abad Jakarta pada 2027, sastra menjadi salah satu cara untuk merekam perjalanan kota, menyuarakan pengalaman warganya, dan mewariskan gagasan kepada generasi berikutnya," ujar Diki.

Melalui Piala HB Jassin, Festival Sastra HB Jassin, dan Festival Pustakarsa 2026, pihaknya berharap budaya membaca dan menulis semakin mengakar di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Diki mengatakan perayaan Piala HB Jassin 2026 berlangsung di luar panggung utama, dan pada 16-17 Oktober 2026, penyelenggara menghadirkan pameran komunitas dan makanan minuman serta panggung open mic yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung.

Pameran tersebut melibatkan Big Bad Wolf Books, Jakarta Book Party, Jnanasastra, Los Buku patjarmerah, Penalis, Rawamangun Concept, Redaksi Nawala-Rabupagi, Sekacil, Eattiew, Jiucible by Surplus, Kaneramen, dan Lace Coffee.

Kehadiran komunitas literasi, pelaku usaha makanan dan minuman, serta berbagai kelompok kreatif turut memperluas pengalaman pengunjung sekaligus mempertemukan aktivitas kebudayaan dengan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, panggung open mic menjadi ruang bagi pengunjung, komunitas sastra, dan peserta untuk menampilkan karya serta berbagi ekspresi.

Melalui kegiatan tersebut, kata Diki, sastra tidak hanya hadir sebagai objek penilaian dalam kompetisi, tetapi juga sebagai praktik kebudayaan yang tumbuh melalui perjumpaan, pertukaran gagasan, dan keberanian berekspresi.

"Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Pustakarsa, yakni Festival Perpustakaan, Kearsipan, dan Sastra yang berlangsung pada 14-22 Oktober 2026," tutur Diki.

Selama berlangsungnya festival itu, masyarakat dapat mengikuti beragam kegiatan literasi, edukasi, dan kreativitas, antara lain pameran kearsipan, bedah buku naskah sumber arsip, dan membaca bersama Duta Baca DKI Jakarta.

“Serta mengikuti bincang literasi, read aloud, lokakarya menulis, pentas literasi dan musik, Piknik Baca Jakarta, serta Urban Reading Walk,” ungkap Diki.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono menyebutkan sebanyak 14.988 orang berpartisipasi dalam Piala HB Jassin 2026, baik perseorangan maupun grup dalam empat mata lomba.

Kompetisi tersebut meliputi lomba Baca Puisi Tingkat Nasional yang diikuti 3.700 peserta, Penulisan Cerpen Tingkat Internasional dengan 10.011 peserta, penulisan Kritik Sastra Tingkat Internasional sebanyak 1.069 peserta, serta Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat Wilayah Jabodetabek yang diikuti 208 grup.

"Beragam kategori ini menunjukkan bahwa sastra dapat berkembang melalui berbagai bentuk ekspresi, mulai dari pembacaan puisi, penulisan cerita pendek, kritik sastra, hingga perpaduan bahasa dan musik dalam pertunjukan," terang Nasruddin.

Dia menyebutkan penyelenggaraan kegiatan itu meneruskan semangat Hans Bague Jassin dalam menghimpun, mendokumentasikan, dan melestarikan karya sastra Indonesia.

Melalui ajang tersebut, pemerintah pun berharap ruang kreativitas bagi para penulis semakin luas, potensi sastrawan baru terus berkembang, dan ekosistem kesusastraan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. 

0 comments

    Leave a Reply