Pemprov DKI Hentikan Sementara CFD Rasuna Said | IVoox Indonesia

May 17, 2026

Pemprov DKI Hentikan Sementara CFD Rasuna Said

Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) perdana di Jalan Rasuna Said
Sejumlah warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) perdana di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Ribuan warga meramaikan pemberlakukan HBKB atau Car Free Day (CFD) perdana di Jalan Rasuna Said dengan melakukan beragam aktivitas seperti jalan santai, lari, bersepeda, senam, hingga menghadiri pencanangan gerakan Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah. ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/kye.

IVOOX.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghentikan sementara pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said mulai Minggu, 17 Mei 2026, dan akan kembali digelar pada Juni 2026. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pelaksanaan CFD di Rasuna Said akan dilakukan setelah sejumlah evaluasi lapangan ditindaklanjuti. Hasil evaluasi, kata dia, menunjukkan pelaksanaan HBKB di koridor Rasuna Said memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi ruang publik maupun kualitas lingkungan.

“HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan HBKB juga tercatat lebih baik dibandingkan hari kerja,” ujar Syafrin di Jakarta pada Sabtu (16/5/2026), dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, dia mengatakan keberadaan HBKB di Rasuna Said turut mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman-Thamrin.

Berdasarkan data Dishub DKI, jumlah pengunjung HBKB tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin menurun dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026, atau berkurang sekitar 52,97 persen.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman-Thamrin sehingga aktivitas warga lebih tersebar,” kata Syafrin.

Meski demikian, pelaksanaan CFD pada 10 Mei lalu masih menyisakan sejumlah catatan evaluasi, antara lain belum tersedianya titik putar di sisi timur dan barat koridor, belum terpasangnya pembatas jalur Transjakarta, dan masih ditemukannya parkir liar di sejumlah titik.

Selain itu, penataan UMKM juga dinilai perlu diperbaiki karena aktivitas pedagang meluas hingga badan jalan. Sejumlah proyek pekerjaan jalan pada rute alternatif juga masih menimbulkan kemacetan.

Dishub DKI juga mencatat masih adanya perbedaan level ketinggian jalan pascapembongkaran tiang monorel serta penumpukan aktivitas masyarakat di kawasan Plaza Festival sehingga menyebabkan pelari dan pesepeda terpaksa menggunakan lajur bus Transjakarta.

Syafrin memastikan seluruh kendala tersebut segera ditindaklanjuti bersama tim kerja HBKB lintas perangkat daerah.

Lebih lanjut, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan payung hukum sebagai dasar pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said.

“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” ungkap Syafrin.

HBKB di Jalan HR Rasuna Said direncanakan kembali digelar pada Juni 2026, setiap Minggu, pukul 05.30-09.00 WIB.

Pemprov DKI berharap kehadiran koridor baru HBKB itu dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik untuk berolahraga dan berinteraksi di tengah kota. 

0 comments

    Leave a Reply