Pemkab Sigi Catat 787 Rumah Rusak dan 1 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Bumi Magnitudo 6,7 Sulawesi Tengah | IVoox Indonesia

June 19, 2026

Pemkab Sigi Catat 787 Rumah Rusak dan 1 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Bumi Magnitudo 6,7 Sulawesi Tengah

antarafoto-dampak-gempa-bumi-di-palu-1781617978-1
Seorang anak memperhatikan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo dengan kedalaman 10 km yang berada di darat 42 km tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 11:27 WITA tersebut tidak bepotensi tsunami namun menimbulkan kepanikan warga dan merusak sejumlah infrastruktur. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

IVOOX.id – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sebanyak 787 rumah rusak di lima kecamatan akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang melanda Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di kabupaten tersebut akibat bencana gempa bumi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Henri Kusuma mengatakan untuk rincian bangunan rusak di wilayah itu yakni 707 rumah rusak ringan, 68 rusak sedang dan 12 rusak berat.

"Data sementara hingga malam ini terdapat 17 desa yang tersebar di lima Kecamatan yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava dan Lindu yang terdampak parah akibat gempa bumi," kata Henri di Sigi, Selasa (16/6/2026), dikutip dari Antara.

Dia mengemukakan total warga terdampak gempa bumi di kabupaten Sigi mencapai 912 Kepala keluarga dengan 1.412 jiwa. "Jadi ada satu warga meninggal dunia, 42 orang luka ringan dan 13 warga luka berat. Semua korban sudah ditangani tim kesehatan dari puskesmas serta RSUD Torabelo," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memastikan seluruh penanganan bagi masyarakat terdampak di Desa Kamarora A dan Kamarora B Kecamatan Nokilalaki tepat sasaran dan optimal. "Saya sudah kumpulkan kepala OPD teknis terkait guna mempercepat langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak bencana gempa bumi," kata Rizal, dikutip dari Antara.

Dia memerintahkan BPBD, kades dan camat untuk bersinergi dalam menyelesaikan data kerusakan rumah dalam waktu 1x24 jam. "Kami juga sudah mulai mendistribusikan makanan, air bersih, dan pendirian tenda darurat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo," ujarnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido meninjau langsung lokasi dan warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat kondisi permukiman warga yang terdampak gempa serta berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan kebutuhan yang paling mendesak.

“Kehadiran kami di lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, serta memastikan seluruh proses penanganan darurat berjalan dengan baik,” kata Reny di Sigi, Selasa (16/6/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan langkah penanganan di berbagai sektor untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan optimal. Pemerintah provinsi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mengerahkan alat berat, mendirikan tenda darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan selama masa tanggap darurat.

Reny mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, aparat keamanan, dan berbagai instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak gempa di wilayah terdampak. “Kami akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan seluruh bantuan yang diperlukan dapat tersalurkan dengan baik,” katanya.

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,24 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

Kabupaten Sigi Terdampak Paling Parah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga pukul 19.00 WIB, seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya 312 jiwa atau 110 kepala keluarga (KK) terdampak gempa bumi. Korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan akibat gempa tersebut.

Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah tempat ditemukannya korban jiwa merupakan wilayah dengan dampak paling signifikan. Di sana tercatat sekira 272 jiwa atau 89 KK terdampak gempa bumi, selain itu terdapat 22 warga yang mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

Wilayah lain yang juga mengalami dampak cukup signifikan adalah Kabupaten Parigi Moutong dengan 40 jiwa terdampak atau 21 KK. Sedangkan di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka.

Pendataan yang dilakukan BNPB juga menemukan sedikitnya 67 rumah terdampak. Dari jumlah itu, 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi dengan 47 rumah terdampak, terdiri dari 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 unit rumah rusak berat.

Di wilayah ini juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, dan satu UMKM mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Poso, tercatat lima rumah terdampak dengan tiga rumah rusak ringan. Di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 15 rumah terdampak, sedangkan di Kota Palu dilaporkan terjadi keretakan di Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, dan satu tempat usaha terdampak.

Akibat gempa tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu memindahkan sementara sejumlah pasien ke area halaman rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata dr. Franklin Sinanu mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien, keluarga pasien, serta petugas medis di tengah masih terjadinya aktivitas gempa susulan yang dinilai cukup intens.

"Siang tadi kami sempat mulai memindahkan pasien kembali masuk ke ruang, tetapi sore ini sudah dua kali gempa susulan jadi kami melakukan tindakan antisipasi. Kebetulan tenda-tenda juga sudah jadi sehingga memudahkan pasien yang menurut kami di ruangan agak sulit bila nanti terjadi gempa," kata Franklin di Palu, Selasa (16/6/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, pihak rumah sakit sebelumnya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan rumah sakit sekitar dua jam setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada pukul 11.27 WITA.

Pihak rumah sakit berkoordinasi dengan tim pemeliharaan sarana dan prasarana untuk memastikan kelayakan gedung sebelum kembali digunakan merawat pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung utama RSUD Undata yang terdiri atas empat lantai masih dinyatakan layak digunakan.

Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat ringan dan terjadi pada dua ruangan sehingga puluhan pasien sempat dikembalikan ke ruang perawatan masing-masing.

Namun, karena gempa susulan masih terus terjadi hingga Selasa sore dan malam, manajemen rumah sakit memutuskan untuk kembali mengevakuasi pasien ke area yang lebih terbuka.

Menurut Franklin, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk mitigasi risiko mengingat sebagian pasien dirawat di lantai atas gedung yang akan sulit dievakuasi secara cepat apabila terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar.

"Contohnya gedung di belakang kita ini ada gedung empat lantai. Pasien di lantai empat dan lantai tiga akan kesulitan bila terjadi gempa yang kuat atau lebih kuat lagi. Jadi kami mengambil antisipasi, kita rawat dulu di tenda kemudian di lobi belakang yang kita lihat ini dan ini hanya sementara sampai dinyatakan aman," katanya.

Ia menyebutkan jumlah pasien yang saat ini menjalani perawatan sementara di luar gedung sebanyak 44 orang.

Meski demikian, pelayanan kesehatan di RSUD Undata tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat dari tenaga medis dan manajemen rumah sakit. Hingga saat ini seluruh pasien yang dievakuasi dilaporkan berada dalam kondisi aman.

0 comments

    Leave a Reply