Pemerintah Susun Rencana Rekonstruksi Desa Adat Sade | IVoox Indonesia

Pemerintah Susun Rencana Rekonstruksi Desa Adat Sade

Warga menyusuri jalan setapak di antara sisa puing kebakaran Dusun Adat Sade
Warga menyusuri jalan setapak di antara sisa puing kebakaran Dusun Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (23/8/2026). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

IVOOX.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah tengah menyusun rencana rekonstruksi dan revitalisasi Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan mempertimbangkan aspek ketangguhan bencana.

Fadli Zon mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk segera melakukan rekonstruksi dan revitalisasi Desa Adat Sade setelah kebakaran pada 22 Agustus 2026.

“Ini sedang dirancang, saya juga bicara dengan Gubernur (NTB) juga. Ada 75, kalau tidak salah, bangunan adat. Ada kios-kios juga, ada masjid. Sedang disusun perencanaannya dan memang harus segera kita bangun kembali, revitalisasi dari Desa Adat Sade,” kata Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026), dikutip dari Antara. 

Ia menjelaskan sejumlah aspek akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan rencana, termasuk kondisi iklim berupa musim kemarau yang kering dan berkepanjangan.

Menurut Fadli, pertimbangan tersebut penting karena sejumlah bangunan adat menggunakan material kayu dan jerami yang mudah terbakar. Selain itu, arus pendek listrik juga menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi.

Ia mengatakan kejadian kebakaran serupa pernah terjadi di desa adat di Nusa Tenggara Timur serta sejumlah wilayah lainnya.

“Ini tantangan ke depan, saya kira mungkin harus dilengkapi dengan pemadaman kebakaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada Kamis, 27 Agustus 2026, meninjau Desa Adat Sade serta mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah daerah setempat guna membahas pemulihan desa adat yang mengalami kerusakan masif akibat kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026.

"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat," katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (28/8/2026), dikutip dari Antara.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata akan mendukung pemulihan ekosistem pariwisata di Desa Adat Sade, termasuk membantu meningkatkan kapasitas dan memberdayakan masyarakatnya.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah serta tim lapangan Politeknik Pariwisata Lombok per 27 Agustus 2026, kebakaran di Desa Adat Sade berdampak pada 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026 juga tercatat menyebabkan kerusakan 75 bangunan rumah adat, 69 toko seni, delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat Berugak Sekenam, enam Berugak Sakepat, satu Bale Beleq, dan beberapa fasilitas umum.

Menteri Pariwisata mengemukakan perlunya penyusunan rencana jangka panjang yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, para mitra, dan masyarakat adat dalam upaya pemulihan Desa Adat Sade, termasuk pelaksanaan rekonstruksi dan penggalangan dananya.

Ia juga menyampaikan perlunya penyusunan rencana induk rekonstruksi desa adat yang melibatkan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan desa adat.

Rekonstruksi Desa Adat Sade dinilai perlu mencakup pembangunan sistem proteksi kebakaran terintegrasi, termasuk penyediaan alat pemadam api ringan komunal dan embung atau penampungan air darurat. 

Pembangunan sarana sanitasi dan pengelolaan sampah/limbah juga dinilai perlu diperhatikan dalam pelaksanaan rekonstruksi desa adat tersebut.

Harapannya, pembangunan kembali Desa Adat Sade nantinya bisa menjadi acuan bagi desa-desa adat lain dalam meningkatkan upaya keselamatan dan mitigasi bencana.

Dalam jangka pendek, Menteri Pariwisata mengatakan, dapur umum dan dukungan pemulihan trauma perlu disediakan bagi warga yang terdampak kebakaran di Desa Adat Sade.

Selanjutnya, menurut dia, bimbingan teknis perlu diadakan secara berkala bagi anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga desa adat guna meningkatkan pemahaman mereka mengenai prosedur operasional standar tanggap darurat dan evakuasi wisatawan.

Ia juga mengemukakan perlunya penyediaan bantuan modal kerja, bantuan alat menenun, dan sarana pendukung kegiatan ekonomi bagi warga yang terdampak kebakaran di Desa Adat Sade.

Kementerian Pariwisata memberikan bantuan alat tenun guna membantu warga Desa Adat Sade memulihkan kegiatan usaha sekaligus menjaga tradisi Suku Sasak.

Selain itu, Kementerian Pariwisata berencana membantu pembangunan museum sementara dan masjid di Desa Adat Sade.

Menteri Pariwisata menekankan bahwa pemulihan Desa Adat Sade tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan kondisinya seperti sebelum kebakaran, tetapi juga meningkatkan ketangguhan masyarakatnya.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Desa Adat Sade sekitar pukul 22.00 WITA pada 22 Agustus 2026.

Sejumlah saksi menyampaikan api pertama kali muncul dari salah satu rumah sebelum kemudian menjalar ke bangunan lain yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.

Desa Adat Sade merupakan salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok. Kampung tersebut telah berdiri sejak abad ke-16 dan diwariskan selama 15 generasi.

0 comments

    Leave a Reply