Pemerintah Rampungkan Pembangunan 10 Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatra | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

Pemerintah Rampungkan Pembangunan 10 Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatra

Pembangunan jembatan bailey di wilayah terdampak bencana
Pembangunan jembatan bailey di wilayah terdampak bencana. ANTARA/HO-Bakom RI

IVOOX.id – Pemerintah telah merampungkan pembangunan 10 jembatan darurat (bailey) di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Mengutip Antara, siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, di Jakarta, Sabtu, 27 Desember 2025, menyebutkan kesepuluh jembatan itu terdiri dari empat jembatan di Aceh, dua jembatan di Sumatra Utara, dan empat jembatan di Sumatra Barat.

Rinciannya di Aceh, yakni Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireun dengan panjang 39 meter, Jembatan Teupin Redeup di Kabupaten Bireun dengan panjang 30 m, Jembatan Jeumpa di Kabupaten Bireun dengan panjang 18 m, dan Jembatan Matang Bangka di Kabupaten Bireun dengan panjang 15 m.

Di Sumatra Utara, yakni Jembatan Anggoli di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan panjang 33 m dan Jembatan Aran Dalu, Paya Bakung di Kabupaten Deli Serdang dengan panjang 26 m.

Di Sumatra Barat meliputi Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat dengan panjang 18 m, Jembatan Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman dengan panjang 30 m, Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok dengan panjang 21 m, dan Jembatan Supayang di Kabupaten Solok dengan panjang 36 m.

Seluruh jembatan tersebut sudah bisa dilalui masyarakat dan menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya sempat terisolasi akibat bencana.

Pembangunan jembatan bailey menjadi salah satu fokus utama pemerintah sejak bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada akhir November lalu.

Langkah ini dilakukan untuk menyambungkan kembali wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat rusaknya infrastruktur konektivitas.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bencana tersebut sempat melumpuhkan 80 ruas jalan nasional dan 33 jembatan di tiga provinsi terdampak.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan sejumlah unsur lainnya terus bahu-membahu mempercepat pemulihan seluruh infrastruktur tersebut.

Kebut Pembangunan 12 Jembatan Darurat di Aceh

Di wilayah Aceh, terdapat enam jembatan darurat (bailey) yang telah rampung. Terdiri dari lima titik di Kabupaten Bireuen dan satu titik di Kabupaten Bener Meriah.

Lima jembatan di Bireuen yakni Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan ruas jalan Bireuen-Bener Meriah-Takengon.

Lalu, Jembatan Teupin Reudeup menghubungkan ruas jalan Bireuen-Lhokseumawe.

Berikutnya, Jembatan Jeumpa/Cot Bada menghubungkan ruas jalan Peudada yang menembus ke Bireun.

Selanjutnya, Jembatan Matang Bangka menghubungkan jalan Gampong Matang Bangka dan Matang Teungoh.

Terakhir, Jembatan Kutablang sudah menunjukkan progres signifikan 98 persen, menghubungkan ruas jalan Bireuen-Lhokseumawe.

Sementara itu, di Bener Meriah, jembatan yang sudah rampung dibangun adalah Jembatan Weh Pase. Jembatan ini menghubungkan ruas jalan Aceh Utara-Bener Meriah.

Sementara tercatat masih ada pembangunan 12 jembatan bailey lainnya yang terus dipercepat oleh pemerintah demi membuka akses darat di wilayah terdampak bencana.

Kedua belas titik tersebut adalah Jembatan Beutong Ateuh (Nagan Raya), Panton Nisam (Aceh Utara), Jeurata (Aceh Tengah), dan Wehni Rongka (Bener Meriah).

Lalu, Jembatan Timang Gajah (Bener Meriah), Box Culvert Lampahan (Bener Meriah), Jamur Ujung (Bener Meriah), Titi Merah (Aceh Tengah), Lenang (Aceh Tengah), Jambo Masjid (Lhokseumawe), Bener Kelipah (Bener Meriah), dan Bener Pepayi (Bener Meriah).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, pemulihan sektor darat difokuskan pada perbaikan ruas jalan dan jembatan yang terputus.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan percepatan pembukaan akses darat sangat krusial untuk memastikan kelancaran distribusi barang, alat berat, dan bantuan logistik.

Dengan terbukanya aksesibilitas transportasi pada penghujung tahun, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pada awal 2026 dapat berjalan lebih cepat dan signifikan.

"Diharapkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar, sehingga proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply