Pemerintah Mulai Terapkan Biodiesel B50 per 1 Juli 2026, Klaim Bisa Tekan Impor Solar | IVoox Indonesia

June 22, 2026

Pemerintah Mulai Terapkan Biodiesel B50 per 1 Juli 2026, Klaim Bisa Tekan Impor Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

IVOOX.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mulai mengimplementasikan mandatori biodiesel B50 pada 1 Juli 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan tersebut untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar.

Diketahui B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan 50 persen bahan bakar solar. Program ini melanjutkan implementasi biodiesel pada tingkat campuran sebelumnya, mulai dari B20, B30, hingga B40.

Bahlil menyatakan berbagai tahapan pengujian teknis telah dilakukan secara menyeluruh dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pengujian tersebut dipimpin oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.

"Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari Kementerian ESDM yang dipimpin oleh Ibu Dirjen EBTKE Prof. Eniya. Hasilnya sangat menggembirakan," ujar Bahlil dalam siaran pers dikutip Sabtu (20/6/2026).

Menurut Bahlil, salah satu hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas B50 dinilai lebih baik dibandingkan B40 dari sisi kadar air. Hingga saat ini kadar air pada B50 tercatat lebih rendah dibandingkan B40, sehingga memberikan indikasi performa dan stabilitas bahan bakar yang semakin baik.

Pengujian inj dilakukan pada berbagai jenis kendaraan dan peralatan operasional untuk memastikan kesiapan implementasi secara luas. Uji coba mencakup kendaraan angkutan, alat berat sektor pertambangan, ekskavator, kapal, kereta api, hingga berbagai mesin dan kendaraan pertanian.

"Ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan, baik alat berat, kapal, kereta api, dan kendaraan lainnya. Sektor tambang, ekskavator, hingga alat pertanian semuanya sudah dilakukan," kata Bahlil.

Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah optimistis peluncuran B50 pada semester II tahun 2026 dapat berjalan sesuai rencana. Implementasi B50 diharapkan mampu menekan kebutuhan impor solar secara signifikan, bahkan berpotensi menghilangkan impor untuk jenis solar tertentu apabila program berjalan optimal.

0 comments

    Leave a Reply