Pemerintah Klaim Subsektor Migas Raih Kinerja Positif Tahun Lalu | IVoox Indonesia

August 31, 2025

Pemerintah Klaim Subsektor Migas Raih Kinerja Positif Tahun Lalu

kementerian esdm

IVOOX.id, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan subsektor minyak dan gas bumi berhasil meraih kinerja positif sepanjang tahun 2021.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan pihaknya mampu mencapai target-target yang ditetapkan, seperti penawaran wilayah kerja migas, pemanfaatan gas untuk domestik, dan setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Pada 2021, pemerintah menawarkan 14 wilayah kerja migas konvensional, di atas target 10 wilayah kerja atau 140 persen," kata Tutuka dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, dikutip Antara.

 Pengumuman penawaran wilayah kerja migas konvensional dilakukan dua tahap, yaitu penawaran tahap I sebanyak enam wilayah kerja pada 17 Juni 2021 dan penawaran tahap kedua sebanyak delapan wilayah kerja pada 29 November 2021.

Dari penawaran tahap I tersebut, pemerintah mendapatkan pemenang dan telah melaksanakan penandatanganan kontrak kerja sama pada dua wilayah kerja, yaitu Liman dan South CPP.

Peningkatan jumlah penawaran wilayah kerja migas tahun lalu menunjukkan adanya keberhasilan yang tidak lepas dari upaya-upaya untuk meningkatkan minat terhadap wilayah kerja migas yang ditawarkan oleh pemerintah.

Sepanjang 2021, pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri mencapai 66 persen berada sedikit di atas target yang telah ditetapkan sebesar 65 persen, sehingga capaian kinerjanya adalah 101 persen.

Kementerian ESDM akan terus meningkat pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri di Indonesia.

Kegiatan lifting migas yang merupakan komponen dalam perhitungan besaran penerimaan negara tahun 2021, mencapai 660,25 MBOPD untuk minyak atau 93,65 persen dari target.

Adapun untuk komoditas gas bumi mencapai 981,98 MBOEPD tercapai 97,51 persen dari target, dengan indeks rata-rata minyak mentah sebesar 68,47 dolar AS per barel atau 152 persen dari target.

 Tutuka menjelaskan alasan tidak tercapainya target lifting migas tersebut, antara lain karena rendahnya posisi awal atau low entry point pada awal tahun 2021, unplanned shutdown, dan delay field onstream pada beberapa proyek.

0 comments

    Leave a Reply