Pemerintah Kecam Intimidasi dan Teror pada Influencer yang Sampaikan Kritik | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

Pemerintah Kecam Intimidasi dan Teror pada Influencer yang Sampaikan Kritik

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo
Presiden Prabowo Subianto (kiri) disambut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kelima kanan), Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kanan) dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo (kanan) setibanya di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (12/12/2025). Usai menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Pakistan dan Rusia, Presiden Prabowo langsung kembali menuju wilayah terdampak bencana di Sumatera. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym)

IVOOX.id – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo menyatakan bahwa pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi dan teror terhadap warga negara, termasuk kepada konten kreator yang menyampaikan kritik.

Pernyataan Angga tersebut berkaitan dengan sejumlah konten kreator atau pemengaruh (influencer) yang mendapat ancaman dan teror di kediaman pribadi mereka, seperti yang dialami oleh Ramon Dony Adam atau yang akrab disapa DJ Donny, Sherly Annavita dan Chiki Fawzi.

"Pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi, ancaman atau teror terhadap warga negara termasuk terhadap konten kreator, aktivis maupun siapa pun yang menyampaikan kritik," kata Angga dalam keterangan yang dikonfirmasi Antara di Jakarta, Jumat (2/1/2026), dikutip dari Antara.

Angga menjelaskan bahwa pemerintah menjamin kebebasan berpendapat terhadap warga negara.

Hal itu karena kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang dilindungi oleh Undang-Undang, yakni melalui Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD)1945.

"Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang," tegas Angga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemengaruh DJ Donny melaporkan teror yang terjadi di rumahnya oleh orang tak dikenal.

Dia menyebutkan teror itu sudah terjadi dua kali. Pertama, pada Senin, 29 Desember 2025, dan yang kedua, pada Rabu, 31 Desember 2025, dini hari.

"Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya," kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025), dikutip dari Antara.

Menurut dia, tindakan tersebut tidak hanya merugikannya, namun sudah mengancam keamanan keluarga dan juga orang-orang di sekitarnya.

Selain dua teror itu, dia juga mengaku sering kali menerima teror dan ancaman melalui telepon maupun pesan di media sosial.

Senada dengan itu, Sherly Annavita juga mendapati mobilnya dicoret-coret oleh orang tak dikenal. Kemudian, Chiki Fawzi mendapat ancanal digital. Para pemengaruh tersebut mengaku mendapat teror setelah menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana di Aceh dan Sumatera oleh pemerintah.

0 comments

    Leave a Reply